Pasang Iklan di Sini

Showing posts with label berita manajemen. Show all posts
Showing posts with label berita manajemen. Show all posts

Friday, April 23, 2010

Suimin Diharja: Kualitas Piala Indonesia Buruk

Kediri - Menelan 3 kekalahan di ajang Piala Indonesia 2010, menjadikan pelatih Persitara Jakarta Utara Suimin Diharja berang. Uniknya dia tidak menyalahkan wasit atau pemainnya, melainkan menganggap kualitas Piala Indonesia buruk.

Ini disampaikan Suimin dalam jumpa pers di Press Room Stadion Brawijaya, usai timnya ditekuk Persik Kediri dengan skor telak 0-4. Menurutnya kekalahan tersebut murni akibat buruknya manajemen Piala indonesia dalam mengatur jadwal pertandingan, hingga menjadikan fisik anak asuhnya drop.

"Piala Indonesia secara kuantitas baik, tapi secara kualitas buruk. Tadi anak-anak memang tidak bisa tampil maksimal, karena memang kondisinya drop akibat pertandingan yang terlalu sering," ungkap Suimin dengan nada ketus, Rabu (21/4/2010).

Lanjut Suimin, pihaknya sangat menyayangkan pengaturan jadwal pertandingan di Piala Indonesia yang sangat padat. Selain berakibat pada tidak maksimalnya permainan tim, kondisi tersebut sangat riskan ditengah masih berjalannya kompetisi ISL. "Itulah mengapa kami sore ini banyak menurunkan pemain lapis kedua," imbuhnya.

Terkait kekalahan timnya dari Persik dengan skor telak, diakui juga tak lepas dari buruknya pembagian grup di Piala Indonesia. Pernyataan ini disampaikan sebagai buntut pelemparan bus Persitara oleh oknum suporter PSBI Blitar, usai menjalani pertandingan pada Senin (19/4/2010) kemarin.

"Kami menjadi tamu di 2 stadion yang jauh dari rumah. Kerusuhan kemarin bisa jadi menjadi penyebab kenapa anak-anak sore ini tidak tampil maksimal," ungkap Suimin.

Catatan yang dimiliki detiksurabaya.com menyebutkan, Persitara di ajang Piala Indonesia 2010 tergabung di Grup F bersama Persik Kediri, PSBI Blitar dan Persibo Bojonegoro. Pertandingan di grup ini dimainkan di Stadion Brawijaya Kediri dan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Dari 3 pertandingan yang sudah dilalui 'Laskar Si Pitung' semuanya berakhir dengan kekalahan, dan terakhir dari Persik dengan skor telak 0-4.

( nar / arp )

(Khrisna)
Sumber: Detik

Persib Akan Kerahkan Kekuatan Penuh

BANDUNG, (PRLM).- Persib kembali bersiap untuk mengerahkan kekuatan penuh menghadapi Pelita Jaya di kandangnya pada kompetisi Djarum Liga Super Indonesia (DLSI). Tiga kemenangan beruntun di babak penyisihan Piala Indonesia akan menjadi modal berharga untuk kembali meraih kemenangan di Stadion Singaperbangsa Karawang.

Pertandingan melawan Pelita Jaya, Sabtu (24/4) nanti, akan menjadi ujian pertama bagi pelatih Robby Darwis pada kompetisi DLSI sejak resmi menggantikan Jaya Hartono yang mundur dari kursi pelatih Persib akhir pekan lalu.

Robby mengatakan, tetap tidak menganggap Pelita Jaya sebagi tim yang mudah dikalahkan meski bisa meraih kemenangan 2-1 pada Piala Indonesia Senin (19/4). "Beda kompetisi pasti beda strategi. Pada Liga akan memengaruhi strategi kedua tim. Saya pikir Pelita akan banyak mengubah komposisi pemain dan strateginya saat menghadapi Persib nanti. Oleh karena itu, Persib akan mengusahakan tampil dengan tim inti dan kekuatan penuh," kata Robby.

Menurut dia, pelatih Pelita Jaya, Djadjang Nurdjaman bakal mengubah formasi timnya dengan tambahan tiga pemain asingnya. Tiga pemain asing Pelita yaitu Marwan Sayedeh, Esteban Gabrielvizcarra, dan Carlos Eduardo yang kemarin tidak tampil, kemungkinan akan menjadi kekuatan baru Pelita.

Dari hasil evaluasi pada pertandingan melawan Pelita di Piala Indonesia, dikatakan Robby banyak hal yang masih harus diperbaiki "Maung" Bandung terutama di barisan belakang yang kerap kecolongan. "Persib bisa menang dan bersusah payah menyarangkan dua gol, tetapi meski begitu Pelita tetap bisa dengan mudah memperdayai lini belakang dan memperkecil ketertinggalan. Kita harus terus meningkatkan komunikasi di lini belakang," katanya. (A-190/A-147)***

(Khrisna)

Sumber: PR

Tim Persikab Resmi Dibubarkan

SOREANG,(GM)-
Usai menyelesaikan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 dan Piala Indonesia 2010, tim Persikab Kab. Bandung secara resmi dibubarkan. Meski tidak mampu memenuhi target lolos ke babak 8 Besar dan promosi ke Liga Super Indonesia (LSI), namun perjuangan Anwaruddin dan kawan-kawan dinilai sudah maksimal.

Di Kompetisi Divisi Utama, Persikab yang tergabung di Grup II hanya mampu finis di urutan keempat dengan nilai 32. Sedangkan di Piala Indonesia 2010, Persikab yang berada di Grup B gagal bersaing dengan Persija Jakarta, Persela Lamongan, dan Persiba Bantul, sehingga harus puas berada di posisi buncit dengan nilai satu.

"Kami mengucapkan terima kasih terhadap kinerja dan perjuangan para pemain selama membela Persikab, baik di kompetisi Divisi Utama maupun Piala Indonesia. Mengenai hasil, kita memang kecewa, namun para pemain sudah tampil maksimal," ujar Sekretaris Umum Persikab, Erick Juriara kepada "GM" di Mes Persikab, Kamis (22/4).

Dijelaskannya, penampilan tim Persikab musim ini sudah cukup bagus. Hanya saja, keberuntungan belum berpihak kepada Persikab untuk menembus Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011.

"Selain itu, hasil yang kita raih musim ini juga karena lebih banyak disebabkan faktor nonteknis tim lain. Apa yang telah dilalui tim Persikab musim 2009/2010, tentunya akan menjadi pelajaran yang sangat berarti untuk menghadapi musim 2010/2011," ungkapnya.

Gaji pemain

Dalam pembubaran tim tersebut, Erick juga menyampaikan permintaan maaf terkait dengan keterlambatan pembayaran gaji pemain selama dua bulan, yakni Maret dan April. Kondisi ini terjadi karena APBD Kab. Bandung 2010 baru ditetapkan DPRD Kab. Bandung akhir Maret.

Proses pencairan gaji pemain berjalan alot dan sempat mengalami jalan buntu. Hal ini dipicu keputusan manajemen klub Persikab yang baru akan membayarkan gaji Maret dan April. Sedangkan sisa enam bulan, akan dibayarkan per dua bulan.

"Karena keterbatasan dana, gaji Maret dan April akan dibayarkan sekarang. Namun untuk sisa enam bulan akan dibayarkan per dua bulan," ujar Asisten Manajer Persikab, Marlan, S.I.P.

Keputusan tersebut ditolak para pemain yang menginginkan sisa enam bulan gaji dibayarkan sekaligus. Terutama pemain dari luar Bandung yang keberatan bolak-balik ke Soreang untuk mengambil gaji.

"Namun kondisinya sudah bisa dikendalikan. Para pemain sepakat pembayaran sisa enam bulan dibagi dua tahap. Tahap pertama dibayarkan 5 Juni untuk bulan Mei, Juni, dan Juli. Sedangkan untuk Agustus sampai Oktober akan dibayarkan pada 5 Agustus. Jadi sekarang sudah tidak ada masalah lagi," ucap Wakil Bendahara Persikab, Wawan Setiawan. (B.111)**

(Khrisna)
Sumber: Galamedia

Kaus Persib Dibelikan Pemain

KALAU sering datang ke Stadion Persib Jln. Ahmad Yani, Anda akan melihat "Cristian Gonzales" mengantarkan cuanki, atau melihat "Airlangga" mencuci mangkok, atau menyaksikan "Atep" memberi uang kembalian.

Ya, itu memang bukan Gonzales, Airlangga, atau Atep asli. Itu adalah Abdul Rasyid, pedagang cuanki yang biasa mangkal di Stadion Persib.

Setiap hari, Rosyid memang selalu mengenakan kostum pemain Persib. Kalaupun tidak, ia pasti menggunakan pakaian yang berbau Persib.

"Saya punya sekitar 60 pakaian Persib. Semua kostum pemain, saya punya, kecuali kostum kiper," kata Rosyid yang sehari-hari dipanggil Hilton oleh para pedagang di kawasan tersebut.

Menurut Rosyid, sebagian besar kostum yang dimilikinya diperoleh dari para pemain. Meskipun bukan yang asli, kostum yang dimilikinya sebagain besar dibelikan pemain.

"Kalau yang asli, saya cuma punya celananya Bastos. Yang lainnya bukan yang asli. Tapi itu pemberian pemain," ungkapnya.

"Hilton" mengaku telah berdagang cuanki sejak 6 tahun yang lalu. Berbeda dengan pedagang lainnya, ia tidak berkeliling dan hanya mangkal di Stadion Persib. Mangkal di Stadion Persib telah dijalaninya sekitar 3 tahun lalu. Sedangkan sebelumnya, ia mangkal di Stadion Siliwangi.

"Saya tidak keliling. Saya mangkal di tempat Persib berlatih. Terserah mau dapat uang atau tidak, yang penting Persib nomor satu," ujarnya.

Ia pun mengaku akan terus berjualan di sana hingga suatu saat Persib pindah. Jika Persib pindah berlatih, ia juga akan pindah berjualan. "Kalau Persib pindah, saya juga ikut pindah. Pokoknya harus dekat Persib," katanya. (brilliant awal/"GM")**

(Khrisna)
Sumber: Galamedia

Bandung Oke, Sumatra No

DALAM tiga laga yang dilakoni Persib Bandung pada ajang Piala Indonesia 2010, pemain asal Jepang, Satoshi Otomo selalu menjadi starter. Bahkan dengan jadwal yang sangat padat, Satoshi selalu bermain penuh 90 menit.

Tak ayal, Satoshi pun mengaku masih sangat kelelahan dengan sejumlah pertandingan yang dijalaninya tersebut. "Capek, capek," ujar Satoshi sambil mengurut-urut pahanya.

Meski masih lelah, Satoshi terpaksa harus berangkat kembali ke Karawang untuk mempersiapkan diri menghadapi Pelita Jaya di lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/ 2010, Sabtu (24/4) besok.

Dengan kinerjanya yang terus meningkat, Satoshi pun diperkirakan akan kembali menjadi starter pada pertandingan nanti. Satoshi mengaku tetap siap jika memang kembali dipercaya menggalang lini tengah bersama Eka Ramdani dan Hariono oleh tim pelatih. "Siap, siap," katanya.

Namun, dengan bahasa Inggris yang terbata-bata, Satoshi mengungkapkan, jadwal pertandingan di Indonesia sangat berbeda dengan di Jepang. Bahkan, jadwal pertandingan di Indonesia dapat disebut sangat melelahkan.

Pasalnya, di Jepang dalam waktu sepekan, hanya memainkan satu pertandingan. Kalaupun dilakukan dua kali pertandingan, maka pekan berikutnya hampir dipastikan tim akan libur bertanding.

"Kalau di sini, Sabtu main, Senin main, Rabu main lagi. Capek, capek," tutur Satoshi.

Satoshi mengaku cukup beruntung bisa bergabung bersama Persib. Selain karena tim besar, Persib juga bermarkas di kota yang bersuhu cukup bersahaja baginya. Karena, Satoshi mengaku sangat tidak kuat jika bermain di Sumatra atau Kalimantan.

"Sumatra, Kalimantan panas. Bandung dingin. Sumatra, Kalimantan, no, no. Bandung, oke," ujarnya.

Maka dengan jadwal yang sangat padat pun, Satoshi mengaku cukup betah bermain di Indonesia, terutama di Persib. Bahkan jika masih dibutuhkan, Satoshi siap untuk berkostum Persib di musim berikutnya. "Tahun depan di Persib, oke," ujarnya. (brilliant awal/"GM")

(Khrisna)
Source: GM

Atep dan Nova Masih Diragukan Tampil

Cedera yang dialami oleh Atep dan Nova Arianto masih menyisakan kekhawatiran pada tim Persib Bandung yang akan dijamu oleh tuan rumah, Pelita Jaya Karawang pada lanjutan Liga Super Indonesia 201, sabtu (23/4) malam. Keduanya pemain ini sangat diharapkan oleh pelatih Robby Darwis untuk dapat sembuh pada waktunya sehingga dapat memperkuat squad Maung Bandung.

Nova Arianto, kemungkinan akan turun sebari menggunakan 'shoulder support'.

“Saya memang sangat mengharapkan kedua pemain ini dapat bermain besok, kita lihat saja kondisi terakhirnya,” kata mantan libero Persib, sesaat sebelum meninggalkan Bandung menuju Cikarang.

Atep mengalami cedera ketika beberapa hari lalu mengalami hari sial dimana betis kirinya terbentur injakan kaki motor matic didaerah cicadas. Walaupun beberapa kali sempat mengikuti latihan ringan, namun kondisi lukanya belum kering dan masih membutuhkan perawatan yang serius. Atep sendiri mengaku sudah gatal ingin kembali merumput.

Sedangkan Nova Arianto, ditemui di mess Persib kemarin mengatakan bahwa dirinya sudah siap untuk bermain. Ia memang masih merasakan sedikit sakit ketika menggerakkan bahunya, namun kondisi ini sudah berangsur membaik.

Untuk menghadapi traumanya Nova mempunyai satu cara. “Saya akan mengatasi trauma saya ini dengan berlatih langsung dilapangan (singaperbangsa). Mudah-mudahan dengan demikian rasa trauma itu akan hilang. Untuk mereduksi sakit, saya juga akan menggunakan alat bantu,” ujarnya sesaat sebelum menaiki bus Persib.

Pada saat hampir bersamaan, dokter tim, dr Raffi Ghani memang terlihat membawa sebuah kotak bertuliskan ‘Shoulder Support’ ke dalam bus. “Ini memang alat yang akan dipakai Nova sabtu nanti. Dengan alat ini, diharapkan Nova dapat bergerak leluasa,” ujarnya dari pintu bus.

Dokter Raffi memang belum berani memberikan jaminan 100% terhadap kedua pemain ini untuk dapat tampil sabtu besok, namun ia optimis kondisi cedera keduanya akan membaik.

“Kita lihat besok,” pungkasnya. (Khrisna)

Sumber: Sima Maung

Menjadi Modal di LSI

3 kemenangan berturut-turut dengan berhasil menyapu bersih partai di Grup C Piala Indonesia 2010 akan menjadi modal berharga pasukan Maung Bandung untuk menghadapi sisa laga di Liga Super Indonesia 2009/2010. Termasuk pada sabtu besok, dimana Persib akan kembali dijamu oleh saudara mudanya Pelita Jaya Karawang di kandang mereka, stadion Singaperbangsa, Kab Karawang.

Eka Ramdani akan kembali berhadapan dengan Carlos Eduardo seperti saat putaran pertama, november 2009 lalu.

Optimisme itu dilontarkan oleh pelatih sementara Persib Bandung, Robby Darwis di lapangan parkir stadion Persib kemarin sore. “Walaupun dalam kejuaraan yang berbeda, namun sekarang bisa dibilang kita sedang onfire. Saya berharap keadaan ini bisa terbawa ke partai sisa di Liga Super Indonesia,” ujarnya.

Jika kondisi cedera Atep dan Nova membaik, maka Persib Bandung akan turun dengan kekuatan penuh. Sementara dikubu lawan, penyerangnya, Ridouane Barkaoui dipastikan tidak dapat merumput karena terganjal hukuman akumulasi kartu.

Namun begitu, beberapa pemain asing dan inti milik Pelita yang pada pertandingan terakhirnya di Piala Indonesia tidak diturunkan, akan menjadi senjata andalan mereka. Pemain itu adalah Esteban Gabrielvizcarra, Carlos Eduardo, dan M Ridwan.

Kursi pelatih Pelita Jaya yang sekarang dipercayakan kepada Jajang Nurjaman -mantan pemain dan asisten pelatih Persib- pun menjadi salah satu keuntungan tim yang sempat berhome base di Jalak Harupat musim lalu itu. Apalagi, ketika berhadapan dengan Persib Bandung pada Piala Indonesia hari senin lalu, ternyata Pelita yang kala itu bermain dengan sebagian pemain mudanya, berhasil mengimbangi permainan Persib walaupun hasil akhir yang didapat masih untuk kemenangan tim tamu.

“Sudah pasti mereka akan menurunkan formasi dan komposisi pemain yang berbeda dengan ketika terakhir kita bertemu di Piala Indonesia. Mereka kemungkinan besar akan menurunkan seluruh pemain asingnya kecuali Barkaoui. Secara taktik, kedua tim sudah saling mengetahui kelemahan dan kelebihan masing-masing, tinggal bagaimana kita membuat counter strateginya” ungkap Robby.

Untuk itu, Robby sedikit membocorkan bahwa nanti timnya akan berusaha untuk tetap tampil menyerang dengan variasi long pass. Strategi ini dinilai berhasil saat diterapkan di penyisihan Grup C Piala Indonesia beberapa hari lalu.

“Selain itu kita juga akan mengevaluasi kinerja lini belakang yang masih kerap mudah kebobolan. Dengan susah payah kita menciptakan gol namun dengan mudahnya kita kebobolan. Ada komunikasi di lini belakang yang harus terus diperbaiki,” tutupnya.

Materazzi Tendang Balotelli

MILAN, (PRLM).- Mino Raiola, agen pemain Internazionale Milan, Mario Balotelli menuduh pemain internasional Italia, Marco Materazzi menendang Balotelli. Hal itu dikatakannya di Milan, Kamis.

Seperti diketahui, Balotelli membuka kaos Inter Milan dan melemparkannya ke lapangan begitu wasit meniup peluit akhir, saat Inter mangalahkan Barcelona 3-1 pada semi final pertama Liga Champions Eropa di Stadion San Siro Milan. Hal itu dilakukannya setelah pendukung Inter terus mengejeknya saat tampil di lapangan.

Ketika Balotelli masuk ke ruang pakaian, ia dihadang Marco Materazzi yang kemudian menendangnya. Keduanya terlibat pertengkaran dan Raiola meyakini Materazzi melepaskan pukulan kea rah Balotelli “Apakah normal seorang pemain menendang rekan setimnyaya?,” tanya Raiola di depan pers.

Insiden itu tak lepas dari pengamatan mantan pemain Barca, Ibrahimovic yang kemudian mengeluarkan pernyataan memebala Balotelli. (A-26).***

Sumber: Net

HSV Dipaksa Bermain Imbang Oleh Fulham

Tuan rumah Hamburger SV harus puas bermain imbang tanpa gol dengan tamunya Fulham pada laga pertama babak semifinal Europa League, Jumat, 23 April 2010. Hasil ini membuat langkah Ruud van Nistelrooy menuju final semakin berat.

Menjamu Fulham di Stadion HSH Nordbank Arena, HSV langsung mengancam gawang Fulham lewat Ruud van Nistelrooy pada menit kedua. Sayang tendangan Nistelrooy memanfaatkan blunder Chris Braid masih jatuh dalam pelukan kiper Fulham, Mark Schwarzer.

HSV kembali menebar ancaman pada menit ke-10 lewat aksi Piotr Trochowski. Namun tendangannya dari luar kotak penalti juga belum menemui sasaran dan hanya menghasilkan tendangan gawang bagi tim tamu.

Pada menit ke-14, giliran tim tamu yang menebar ancaman di daerah pertahanan HSV. Zoltan Gera yang mendapat umpan dari Bobby Zamora langsung melepaskan tendangan keras ke arah gawang HSV.

Beruntung bola masih membentur salah seorang pemain belakang HSV Joris Mathijsen. Skor 0-0 ini bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, kedua tim bermain lebih hati-hati. Akibatnya, tak satu pun gol yang tercipta hingga pluit panjang dibunyikan.

Pada leg kedua, HSV harus bertanding di markas Fulham, Craven Cottage,London, Inggris, 29 April 2010. • VIVAnews

Bobotoh Memilih Pelita Jaya

BANDUNG, TRIBUN - Pertandingan Persib melawan Persipasi di Stadion Persipasi, Rabu (21/4), tidak banyak disaksikan bobotoh.

Pasalnya bobotoh memilih mepersiapkan diri untuk mendukung tim Maung Bandung saat melakoni pertandingan sisa Liga Super Indonesia 2009-2010, melawan Pelita Jaya pada Sabtu (24/4).

"Kami akan melakukan tur ke kandang Pelita Jaya untuk memberikan dukungan penuh kepada Persib. Kami akan melakukan tur ke kandang Pelita Jaya," kata Rudi Boseng dari Viking yang menjadi koordinator tur ke kandang Pelita Jaya.

Dikatakan Boseng, bobotoh yang akan ikut tur ke kandang Pelita, bisa mendaftarkan diri di toko Real Persib di Stadion Persib Jalan Ahmad Yani. "Biaya pendaftaran Rp 80.000 dan Rp 100.000," ujar Boseng.(daf)

Sumber: Tribun

Lawan Pelita, Persib Turunkan Kekuatan Penuh

ANDUNG, (PR).-
Persib kembali bersiap untuk mengerahkan kekuatan penuh menghadapi Pelita Jaya di kandangnya pada kompetisi Djarum Liga Super Indonesia (DLSI). Tiga kemenangan beruntun di babak penyisihan Piala Indonesia akan menjadi modal berharga untuk kembali meraih kemenangan di Stadion Singaperbangsa Karawang.

Pertandingan melawan Pelita Jaya, Sabtu (24/4) nanti, akan menjadi ujian pertama bagi pelatih Robby Darwis pada kompetisi DLSI sejak resmi menggantikan Jaya Hartono yang mundur dari kursi pelatih Persib akhir pekan lalu.

Robby yang ditemui di Stadion Persib Jln. A. Yani Bandung sebelum rombongan bertolak ke Karawang Kamis (22/4) mengatakan, tetap tidak menganggap Pelita Jaya sebagi tim yang mudah dikalahkan meski bisa meraih kemenangan 2-1 pada Piala Indonesia Senin (19/4).

"Beda kompetisi pasti beda strategi. Pada Liga akan memengaruhi strategi kedua tim. Saya pikir Pelita akan banyak mengubah komposisi pemain dan strateginya saat menghadapi Persib nanti. Oleh karena itu, Persib akan mengusahakan tampil dengan tim inti dan kekuatan penuh," kata Robby.

Menurut dia, pelatih Pelita Jaya, Djadjang Nurdjaman bakal mengubah formasi timnya dengan tambahan tiga pemain asingnya. Tiga pemain asing Pelita yaitu Marwan Sayedeh, Esteban Gabrielvizcarra, dan Carlos Eduardo yang kemarin tidak tampil, kemungkinan akan menjadi kekuatan baru Pelita.

Dari hasil evaluasi pada pertandingan melawan Pelita di Piala Indonesia, dikatakan Robby banyak hal yang masih harus diperbaiki "Maung" Bandung terutama di barisan belakang yang kerap kecolongan. "Persib bisa menang dan bersusah payah menyarangkan dua gol, tetapi meski begitu Pelita tetap bisa dengan mudah memperdayai lini belakang dan memperkecil ketertinggalan. Kita harus terus meningkatkan komunikasi di lini belakang," katanya.

Lini belakang Persib musim kompetisi tahun ini memang kerap menjadi sorotan karena seringkali dengan mudah dibobol lawan. Selama Piala Indonesia, Persib memang baru kecolongan dua kali dari tiga pertandingan. Namun, bila melihat hasil di kompetisi DLSI, "Maung" Bandung sudah kemasukan 30 gol dari 27 kali bertanding.

Mengulang kemenangan atas Pelita Jaya mutlak diperlukan Persib untuk menjaga posisinya di papan atas klasemen DLSI. Posisi Persib di klasemen masih tertahan di posisi ke-4 dengan nilai 43 dari 27 kali bertanding atau selisih 7 angka dari Persiba Balikpapan di posisi tiga dan selisih 17 angka dari Arema yang memuncaki klasemen.

Posisi Persib belum aman, mengingat di posisi lima ada Persiwa yang menguntit dengan raihan nilai sama. PSPS dan Sriwijaya FC juga membayangi di posisi 6 dan 7 dengan selisih hanya terpaut 2 angka dari Persib.

Selain itu, kondisi stamina pemain yang terkuras dalam tiga pertandingan berturut-turut di Piala Indonesia dengan hanya menyisakan waktu istirahat satu hari tampaknya harus menjadi perhatian. Namun, kondisi fisik pemain dinilai tidak akan terlalu menjadi kendala bagi tim karena Pelita Jaya juga mengalami hal yang sama

Source: PR

Thursday, April 22, 2010

Persib diserbu Buruh Pabrik

Para pemain Persib diserbu buruh dan karyawan pabrik PT Multistrada Arah Sarana, produsen sejumlah merk ban milik anggota konsorsium Persib, Pieter Tanuri, di Jalan Raya Karawang-Bekasi. Serbuan buruh dan karyawan pabrik produsen ban yang menyeponsori Persib tersebut terjadi pada saat para pemain dan ofisial tim Persib ke lokasi pabrik.

Wartawan "GM", Endan Suhendra melaporkan, rombongan Persib yang dipimpin manajer, H. Umuh Muchtar, tiba di lokasi pabrik sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka langsung melihat proses produksi ban di lokasi pabrik seluas 51 hektare tersebut.

Pada saat berkeliling pabrik, ratusan karyawan dan buruh pabrik yang kebetulan tengah beristirahat langsung menyerbu para pemain Persib untuk sekadar berfoto bersama dan meminta tanda tangan. Tak ayal, sambil memperhatikan penjelasan mengenai proses pembuatan ban, para pemain Persib harus rela meladeni permintaan karyawan.

"Untung lagi istirahat. Kalau tidak, produksi bisa turun. Saya lihat, animo karyawan pabrik ban ini terhadap Persib sangat luar biasa," kata Pieter, di sela-sela peninjauan.

Di antara para pemain Persib yang paling banyak diburu karyawan dan buruh pabrik adalah Cristian Gonzales, Nova Arianto, Eka Ramdani, Markus Horison Rihihina, Atep, dan Gilang Angga Kusumah.

Sebagai tuan rumah, Pieter mengaku sangat senang dengan kunjungan para pemain Persib ke pabriknya. Ia berharap, kunjungan Persib ini menjadi awal yang baik untuk melanjutkan kerjasama sponshorship yang baru terjalin dalam satu tahun terakhir.

"Setelah bekerja sama dengan Persib, omset penjualan ban kita mengalami peningkatan tajam di Jawa Barat. Soal angkanya, itu rahasia perusahaan. Yang jelas, kita pasti akan memperpanjang kerjasama dengan Persib," kata Pieter.

Rasa senang juga diungkapkan Umuh. "Semoga kunjungan ini akan akan menambah motivasi para pemain untuk mengarungi sisa kompetisi. Kita juga berharap, kerjasama akan terus berlanjut dan menguntungkan kedua belah pihak," katanya.

Source: GM

El Locco Buru Gelar Topskor

Striker Persib Bandung Cristian 'El Loco' Gonzales menyimpan ambisi pribadi pada musim ini. El Loco ingin mendapatkan gelar top skorer tidak hanya di Superliga Indonesia 2009/10 saja, melainkan juga di Piala Indonesia2010.

El Loco saat ini menempati posisi kedua pencetak gol terbanyak di Superliga dengan mengemas 15 gol, tertinggal tiga gol dari ujung tombak Persipura Jayapura Alberto 'Beto' Goncalves.

Sementara di ajang Piala Indonesia 2010, El Loco untuk sementara menempati posisi teratas. Hat-trick ke gawang Persipasi Bekasi ketika mengalahkan tim Divisi Utama Liga Indonesia itu 4-0 membuat El Loco sudah mengemas tujuh gol.

Raihan gol El Loco hanya berselisih satu dengan penyerang Persisam Samarinda, Zaenal Arif, yang berada di posisi kedua. Zaenal sehari sebelumnya mencetakquat-trick ke gawang Persemalra Maluku Tenggara.

“Saya awalnya tidak tahu kalau dia [Gonzales] berambisi menjadi top skorer. Tapi setelah saya mendengar dari beberapa pemain, ternyata dia memang sangat menginginkan gelar top skorer. Saya pikir itu sangat bagus, selama ia bisa bekerja sama dengan tim,” ujar pelatih sementara Persib Robby Darwis.

Sumber: Goal Indonesia

Cecep Tampil Gemilang

BANDUNG, TRIBUN-Cecep Supriatna dipilih Robby Darwis untuk mengawal gawang Persib pada pertandingan lanjutan Piala Indonesia 2010 melawan Persipasi di Stadion Singaperbangsa, Rabu (21/4).

Pada pertandingan yang dimenangkan Persib 4-0 ini, menjadi ajang pembuktian Cecep sebagai kiper yang memiliki kemampuan bagus walaupun usianya tidak muda lagi.

Kiper berusia 33 tahun ini tampil brilian dengan beberapa kali melakukan aksi penyelamatan. Berkat permainan gemilang Cecep, bebera peluang Persipasi Patriot Bekasi yang sebenarnya sudah 90 persen gol bisa digagalkan.

Kiper bernomor punggung 20 ini berharap aksi-aksinya saat melawan Persipasi menjadi catatan buat pelatih anyar Persib, Robby Darwis.

"Apa yang saya lakukan saat melawan Persipasi, mudah-mudahan dijadikan catatan tersendiri bagi pelatih. Saya masih sanggup bermain maksimal di bawah gawang Persib," kata Cecep yang pada pertandingan kemarin dipercaya jadi kapten tim Persib.

Kunci penampilan gemilangnya itu, kata pemain yang membela Persib sejak tahun 2004 ini, adalah main enjoy dan tanpa beban

."Dengan tampil enjoy dan tanpa beban, konsentrasi saya bisa terjaga sepanjang pertandingan. Alhamdulillah seluruh tendangan lawan ke arah gawang bisa saya atasi dengan maksimal," kata pemain kelahiran 6 November 1975 ini.

Sumber: Tribun

Pertandingan Perdana untuk Chandra

KARAWANG, TRIBUN-Kemenangan besar Persib 4-0 atas Persipasi Patriot Bekasi di penyisihan Piala Indonesia 2010, Rabu (21/4), menjadi awal positif bagi karier pemain muda Persib, Chandra Yusuf Ahmad. Inilah pertandingan perdana Chandra bersama Persib di kompetisi resmi PSSI.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Singaperbangsa, Rabu sore kemarin, Chandra yang lahir di Panjalu 27 Agustus 1986, masuk pada menit ke-75 menggantikan Gilang Angga. Selama dua musim memperkuat Persib, pemain bernomor punggung 77 ini tidak pernah diberi kesempatan main di kompetisi resmi oleh mantan pelatih Persib, Jaya Hartono. Chandra hanya diturunkan saat Persib malakoni pertandingan uji coba.

"Alhamdulillah akhirnya saya bisa bermain juga di kompetisi resmi PSSI. Sudah hampir dua musim saya menunggu kesempatan ini, akhirnya pelatih mempercayai saya untuk bermain," ujar Chandra.

Hanya tampil di lima belas menit akhir pertandingan, Chandra yang memang belum menunjukkan permainan terbaiknya. "Saya masih membutuhkan banyak jam terbang di kompetisi resmi. Tapi pertandingan tadi (melawan Persipasi, Red), menjadi awal positif bagi karier profesional saya," kata pemain yang merintis karier sepak bola di POR UNI dan Saint Prima.

Chandra berharap pelatih anyar Persib Robby Darwis, bisa memberikan kesempatan yang lebih banyak kepada dirinya untuk tampil memperkuat Persib di kompetisi resmi.

"Saya sangat berharap kesempatan bermain seperti ini bisa saya dapatkan lagi," ujar pemuda yang tahun ini genap berusia 23 tahun.

Sumber: Tribun

Raih Nilai Sempurna

Persib Bandung berhasil mengalahkan Persipasi bekasi 4-0 dalam lanjutan pertandingan Piala Indonesia (PI) 2010 hari Rabu 21 April 2010 di Stadion Singaperbangsa Karawang. Dengan kemenangan ini, Persib menjadi juara di Grup C dengan meraih nilai sempurna 9.

Gol kemenangan Persib pada pertandingan ini dibuka Gonzales pada menit 7. Gonzales menggiring bola sendirian dari tengah lapang dan dibantu oleh Budi Sudarsono.

Gol kedua Gonzales kali ini dihasilkan lewat umpan Otomo di menit 30. Gonzales bahkan berhasil melewati penjaga gawang sebelum mencploskan si kulit bundar ke gawang yang kosong.

Pada menit 42, Gonzales berhasil meraih hattrik setelah berhasil mengeksekusi tendangan penalti. Penalti diberikan oleh wasit Armando Pribadi karena Budi diganjal Erick Sanaen didalam kotak penalti.

Gol keempat persib dihasilkan oleh Budi Sudarsono di menit 47. Umpan silang Edi Hafid, diterima Gonzalez lalu diselesaikan Budi dari kemelut di depan gawang.

Dengan kemenangan ini, Persib menajdi juara Grup C PI 2010 dengan nilai 9 dari 3 kali kemenangannya. Sementara itu, Persipasi otomatis tersingkir karena hanya meraup 1 poin dari 3 kali penampilannya.

Sumber: Abu Fauzan/SM

Kedua Pelatih: Jadwal PI Terlalu Padat

Dalam konferensi pers pasca pertandingan Piala Indonesia (PI) 2010 antara Persib Bandung melawan persipasi Bekasi, kedua pelatih menyoroti padatnya jadwal PI musim ini. Dalam konfrensi pers sesudah laga, masing-masing pelatih mengharapkan PT Liga Indonesia (PT LI) sebagai penyelenggara dapat lebih baik lagi dalam menyusun jadwal.

“Pemain kami terlalu kelelahan karena padatnya jadwal, sehingga mereka seperti tidak mempunyai motivasi,” kata pelatih Persipasi, Warta Kusuma.

Warta yang juga mantan pemain tim nasional Indonesia ini mengatakan bahwa perbedaan kelas antara timnya dengan Persib juga merupakan faktor lain penyebab kekalahan timnya kali ini.

Robby Darwis Persib Bandung

Sementara itu, dikubu lawan, pelatih Robby Darwis juga tidak terlalu puas dengan permainan timnya yang disebutnya sedikit monoton.

“Kelelahan akibat padatnya jadwal menyebabkan permainan Persib monoton,” katanya.

Namun Robby Darwis juga mengaku senang dengan perkembangan para pemain pelapis. Beliau mengatakan para pemain yang jarang diturunkan ternyata mampu memberikan hasil yang positif.

“Para pemain yang jarang diberi kesempatan ternyata dapat membuktikan diri pada pertandingan ini. Saya cukup puas karena artinya rotasi ini bisa dinilai berjalan dengan baik,” kata legenda hidup Persib tersebut.

Sumber: Abu Fauzan/SM

Cecep dan (Satoshi) Otomo Paling Menonjol

Bertempat di ruang media stadion Singaperbangsa, Kabupaten Karawang, Pelatih Persib Bandung, Robby Darwis menyebut beberapa pemain yang menurutnya bermain cukup baik dalam pertandingan Persib melawan Persipasi kali ini. Kedua nama yang menonjol adalah penjaga gawang Cecep Supriatna dan gelandang asal Jepang, Satoshi Otomo.

Robby menilai bahwa penampilan penjaga gawang kedua Persib, Cecep Supriatna, bisa dibilang cemerlang dalam pertandingan ini. Cecep sedikitnya berhasil menahan 3 peluang emas Persipasi. Termasuk ketika mampu menangkap dengan lengket tendangan keras Arief Kurniawan yang saat itu sudah bebas didalam kotak penalti Persib.

Gelandang Satoshi Otomo juga mendapatkan pujian kang Robby. Grafik penampilan Otomo dinilai mengalami peningkatan sejak pertama kalinya ia datang ke Bandung.

“Satoshi memperlihatkan penampilan yang terus meningkat. Bisa dilihat dari pertama ia datang sampai pada piala indonesia ini, penampilannya terus membaik,” kata Bima.

Otomo juga merupakan salah satu pemain yang fit. Hal ini terbukti bahwa ia selalu bermain penuh di 3 pertandingan terakhir Persib di stadion Singaperbangsa. Pemain dengan nomor punggung 11 ini bermain penuh semangat dan tidak pernah absen dalam memberikan umpan-umpan berbahaya.

Ketika ditanya, Otomo sendiri hanya hanya tersenyum sebari mengacungkan jari jempolnya kepada para wartawan.

Sumber: Abu Fauzan/SM


Wednesday, April 21, 2010

Menit ke Menit: Pelita Vs Persib

PELITA JAYA KARAWANG vs PERSIB BANDUNG
Piala Indonesia 2010
Senin, 19 April 2010, 15.30 WIB
Stadion Singaperbangsa Karawang
Live on RCTI
(Berdasarkan jadwal yang kami terima dari PT Liga Indonesia dan bisa berubah secara mendadak tanpa pemberitahuan).
Wasit: Armando Pribadi
Gol: Gonzalez 25, Airlangga 37, Marwan 50.

Line Up Persib : Markus Haris, Maman Abdurahman (C), Edi Hafid, Rene Martinez, Gilang Angga, Wildansyah, Hariono, Eka Ramdani, Satoshi Otomo, Airlangga, Christian Gonzales

Line Up Pelita Jaya: Ali Barkah, Gilang Ginarsa, A Jufrianto, Tri Rahmat, Supardi (C), Egi Melgiansyah, Kusnul Yakin, Ardan Arras, Joko. S, Jajang Mulyana, R. Barkaoui

(lineup pemain berdasarkan daftar susunan pemain yang diterima oleh para jurnalis sebelum pertandingan. Perubahan pemain tetap tergantung keputusan akhir pelatih)

0: Cuaca cerah dan panas. Penonton hanya berjumlah sekitar 5000 orang.

0: Pelita memakai kostum biru-biru-putih sedangkan Persib memakai kostum putih-putih-putih.

0: Pelita di lapangan sebelah selatan, Persib di utara.

1: Gilang diganjal, bukan pelanggaran.

3: Joko melakukan tembakan jauh dari sasaran.

4: Umpan Airlangga di mulut gawang tidak menjangkau Gonzalez.

5: Tembakan Jajang di blok Rene

6: Tembakan Gonzalez di blok Tri Rahmat, Sundulan Wildansyah menyambut tendangan sudut Eka tepat ke arah penjaga gawang Ali Barkah.

7: Tembakan Airlangga melambung

8: Gonzalez diganjal, bukan pelanggaran

10 : Pelanggaran Kusnul Yakin terhadap Gilang Angga.

11: Tembakan Barkaoui dari dalam kotak penalti masih jauh dari sasaran.

12 : Eka terjatuh, bukan pelanggaran

14 : Kusnul Yakin melakukan pelanggaran didaerah kiri pertahanan Pelita, tembakan bebas Eka dihalau bek Pelita

18: Tri Rahmat harus mendapatkan perawatan medis setelah berbenturan dengan Airlangga Sucipto

20 : Sundulan Kusnul Yakin menyamping dari gawang Markus

24 : Umpan Barkaoui kepada Kusnul Yakin gagal dikonversi menjadi gol

25 : Gol Gonzalez!!! 0-1

25: Dari umpan tembakan bebas Eka Ramdani disundul Rene ketiang jauh ada Satoshi lalu umpan lagi ketengah dan diselesaikan oleh Gonzalez. Bola sudah melewati garis gawang sebelum ditendang bek Pelita.

28: Tembakan Gonzalez menyamping tipis di sisi kanan gawang Ali Barkah.

28: Wildansyah sundulannya meleset tidak mengenai bola didepan gawang Ali.

30: Pelanggaran Barkaoui. Marwan masuk menggantikan Joko S di kubu Pelita.

32 : Hampir saja blunder dilakukan oleh Edi Hafid. Untung saja tembakan Marwan jauh dari sasaran.

33 : Tembakan Jajang M masih dapat ditangkap Markus.

34 : Sundulan Jajang menyamping.

34 : Handsball Supardi di sisi kiri pertahanan Pelita. Umpan Eka ditangkap Kiper

37: Gol Airlangga Sucipto, sebelumnya bermain satu-dua dengan Eka Ramdani, bola deras menghujam pojok kiri gawang Ali Barkah. 0-2.

42 : Tembakan jarak jauh Maman Abdurahman jauh menyamping di sisi kiri tiang gawang Ali.

45 : tambahan waktu 2 menit.

46 : Airlangga offside.

47: Sundulan Jajang Mulyana melambung, babak pertama usai Persib unggul dua gol.

2nd Half

45 : Supporter dari kedua kesebelasan sudah mulai berdatangan dan mengisi 3/4 kapasitas penonton.

47 : Gonzalez offside

50 : Gol Pelita lewat kaki S Marwan setelah melawati Rene dan Maman. 1-2.

52 : Tembakan keras Eka Ramdani dari dalam kotak penalti keras namun tidak masuk gawang.

53 : Pelanggaran Tri Rahmat kepada Gonzalez. Offside Airlangga Sucipto.

57 : Pelanggaran Gilang Angga. Tendangan bebas dihadapi oleh Barkaoui. Gagal.

59 : Dengan masuknya Marwan, Pelita menerapkan 3 striker dan berhasil merepotkan barisan pertahanan Persib .

60 : Barkaoui lolos dari jebakan offside namun tendangannya terlalu lemah.

61 : Hariono mendapat perawatan medis. Pergantian pemain Pelita, Jajang keluar, masuk Feriansyah.

63 : Edi Hafid ditarik Robby dan memasukan Irwan Wijasmara.

67 : Umpan direct Supardi kepada Marwan berhasil dipotong Markus Haris.

68 : Tembakan jarak jauh Barkaoui tipis diatas mistar Markus.

69 : Pelanggaran Hariono kepada Feriansyah dedekat kotak penalti Persib.

71 : Kembali tembakan jarak jauh dilakukan oleh Pelita lewat kaki Marwan namun kembali melambung.

72 : Salto Ronggo meleset.

73 : Offside Marwan.

74 : Satoshi kartu kuning. Cucu masuk Eka keluar.

78 : Supardi ditarik digantikan oleh I Made Wirahadi

80 : Airlangga Offside

81 : Tembakan bebas diperoleh Persib dari jarak sekitar 23 meter didepan gawang Ali. Airlangga gagal memanfaatkannya.

84 : Sundulan A Jufrianto tidak menemui sasaran.

86 : Pelanggaran dilakukan oleh Irwan terhadap Marwan di sisi kiri pertahanan Persib.

88 : Peluang emas Gonzalez masih dapat diblok bek Pelita

89: Pelanggaran Marwan kepada Gilang Kartu kuning dihadiahi wasit. Gonzalez dan Gilang mendapat perawatan medis disisi lapang.

Sumber: Sima Maung

Robby Mendapat Penghargaan PSSI

Usai memimpin pasukannya mengalahkan Pelita Jaya Karawang 2-1, pada pertandingan lanjutan Grup C Piala Indonesia 2010, di Stadion Singaperbangsa Karawang, Senin (19/4), caretaker pelatih Persib Bandung, Robby Darwis langsung bertolak ke Jakarta untuk menghadiri puncak perayaan HUT ke-80 PSSI. Acara diadakan di Hall D-2 Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.

Kepada wartawan "GM", Endan Suhendra dan Imam Cahyadi, sebelum bertolak ke Jakarta, Robby mengatakan akan menerima penghargaan mewakili rekan-rekannya yang berhasil merebut medali emas SEA Games 1987 dan 1991. "Saya datang ke Jakarta untuk menerima penghargaan atas prestasi dua kali merebut emas SEA Games 1987 dan 1991," katanya.

Sementara itu, Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, seperti dirilis situs resmi PSSI mengatakan, Robby akan menerima penghargaan mewakili timnas yang sukses merebut medali emas SEA Games 1991. Sedangkan untuk timnas SEA Games 1987 diwakili Ricky Yakobi.

Selain Robby, dua keluarga sepak bola yang pernah mengharumkan nama Persib, Timisela dan Soendoro juga akan mendapatkan penghargaan PSSI pada malam puncak perayaan HUT PSSI ini. Seperti diketahui keluarga Timisela melahirkan para pemain sepak bola seperti Freddy Timisela, Hengky Timisela, Piece Timisela, dan Max Timisela. Sedangkan keluarga Soendoro terdiri atas Soenarto Soendoro, Soenaryono Soendoro, Risnandar Soendoro, Giantoro Soendoro, dan Hari Susanto. Keluarga sepak bola lain yang mendapat penghargaan adalah keluarga Darmadi (Didik Darmadi dan Adityo Darmadi).

"Mereka keluarga-keluarga sepak bola yang kita harapkan bisa memotivasi keluarga lainnya untuk mencintai sepak bola," jelas Nugraha. **


Source: GM


We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.