Nova Arianto (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 4 November 1978; umur 31 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia yang bermain untuk Persib Bandung pada posisi Stoper dan Bek (kanan/kiri). Ia pun dipilih menjadi pemain timnas dan menjadi kapten Persib Bandung.
Biographi Nova Arianto
Pria beragama Katolik ini merupakan bek yang tangguh dan merupakan benteng yang kuat sehingga sulit untuk ditembus lawan. Ia kerap mencetak gol dari tendangan pojok. Ia dijuluki Nova suster ngesot Arianto karena selalu melakukan selebrasi ngesot-ngesotan sesudah mencetak gol. Ia adalah pemain Timnas Indonesia dan kapten Persib.
Airlangga Sutjipto yang dipanggil "Angga" (lahir di Jakarta, 22 November 1985; umur 24 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Ia berposisi sebagai penyerang. Saat ini ia memperkuat club Persib Bandung. Ia memiliki tinggi badan 167 sentimeter dan bermassa 67 kilogram. Ia pernah membela timnas Indonesia U-20 dan timnas Indonesia di SEA Games XXIV di Thailand. Ayahnya bernama Bambang Sutjipto dan Ibunya benama Yati Sumaryati. Mantan pemain Deltras Sidoarjo pada tahun 2008
Karir
Deltras Sidoarjo
Ia memulai karir profesional nya bersama Deltras. Disini ia mendapat panggilan pertamanya untuk membela Timnas U-20 dan U-23.
Persib Bandung
Pada awal musim 2008/2009, Persib Bandung mengontrak Airlangga dari Deltras setelah Persib di tangani oleh Jaya Hartono. Ia memulai debut starter nya di Liga Super Indonesia bersama Persib ketika Persib bermain tandang ke Persiwa. Ia mencetak gol pertamanya di Liga Super bersama Persib ketika Persib menang melawan PKT Bontang di Bontang.
Profile Box
Airlangga Sutjipto
Informasi pribadi
Nama lengkap
Airlangga Sutjipto
Nama panggilan
Angga
Tanggal lahir
22 November 1985 (umur 24)
Tempat lahir
Jakarta, Indonesia
Tinggi
170 cm
Posisi bermain
Striker
Informasi klub
Klub saat ini
Persib Bandung
Nomor
9
Klub senior1
Tahun
Klub
Tampil (Gol)
2004 2005-2008 2005 2008-sekarang
PS Trisakti Deltras → Persiba (pinjaman) Persib
? (?) 23 (1) ? (?) 29 (3)
Tim nasional
2005 2006
Indonesia U-20 Indonesia U-23
? (?) ? (?)
1 Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik.
Ia mulai bermain di Indonesia pada tahun 2003, bergabung dengan PSM Makassar. Pada musim tersebut ia mencetak 27 gol dan PSM di antarnya menjadi juara kedua liga. Tahun berikutnya ia diskorsPSSI selama semusim dan didenda Rp 20 juta karena memukul salah seorang ofisial Persita saat PSM bertandang ke Tangerang.
Persik Kediri
Bebas dari skorsing, ia bergabung dengan Persik Kediri dan mengantar Persik menjadi juara Liga Indonesia pada tahun 2006. Pada tahun 2008 ia dijatuhi skorsing dari Komdis setelah melakukan tindakan yang tidak sportif. Krisis finansial yang dialami Persik Kediri membuat manajemen Persik harus melakukan rasionalisasi gaji. Christian merupakan salah satu dari beberapa pemain Persik yang tidak setuju atas keputusan tersebut.
Persib Bandung (pinjaman)
Pada 30 Januari 2009, manajemen Persib Bandung mengumumkan bahwa mereka telah merekrut Christian yang mendapat remisi dari Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Christian dikontrak dalam status sebagai pemain pinjaman dari Persik Kediri dan akan digaji 60 juta rupiah per bulan oleh Persib Bandung.
Ia memulai debut sebagai starter di Liga Super Indonesia ketika Persib menjamu Persipura di pertandingan yang berakhir 1-1 berkat gol yang juga dicetak oleh Christian. Ia bermain sebanyak 16 kali di Liga dan mencetak 14 gol, menjadikan Christian sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Super bersama Boaz Solossa dengan 28 gol.
Persib Bandung
Setelah masa pinjamannya di Persib Bandung dan kontraknya di Persik Kediri habis, Ia langsung dikontrak oleh Persib Bandung sebagai pemain tetap. Di pra musim 2009-10, Ia mencetak gol untuk Persib di Piala Gubernur Jatim.
Kontroversi
Christian Gonzalez dikenal dengan sikapnya yang temparamental. Sejak pertama kali merumput di Indonesia tahun 2003, dia sudah mendapat hukuman dari Komisi Disiplin PSSI sebanyak lima kali karena perilaku kekerasan terhadap lawan dan pelecehan terhadap wasit. Akan tetapi hukumannya hampir tidak pernah dilaksanakan secara efektif karena ketua umum PSSI Nurdin Halid yang terkesan melindunginya. Bahkan untuk kasusnya yang ke-5, Badan Liga Indonesia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa ketika hukuman larangan bermain yang seharusnya 12 bulan dibatalkan oleh Nurdin Halid ketika hukuman baru berjalan 3 bulan.[1][2] Hal ini dipertanyakan beberapa pihak, termasuk PSMS Medan yang menyatakan bahwa PSSI telah menghilangkan unsur pembelajaran dan Nurdin Halid sangat pilih kasih dalam memberi ampunan.
Satoshi Otomo (lahir di Distrik Inba, Chiba, Jepang, 1 Oktober 1981; umur 28 tahun) adalah seorang pesepakbola asal Jepang yang berdarah Filipina. Ia saat ini bermain untuk Persib Bandung di kompetisi Liga Super Indonesia. Sebelumnya Ia bermain bersama FC Gifu di Divisi 2 Liga Jepang.
Markus Haris Maulana (lahir di Pangkalan Brandan, 14 Maret 1981; umur 29 tahun; sebelumnya dikenal sebagai Markus Horison Ririhina) adalah seorang pemain sepak bola asal Indonesia. Posisinya adalah penjaga gawang dan tinggi badannya 186 cm. Di tingkat klub ia memperkuat Persib Bandung yang bermain di Liga Super Indonesia. Sebelumnya ia pernah pula memperkuat Persiraja Banda Aceh dan Arema Indonesia. Horison dikenal memiliki kelebihan dalam menghadapi umpan lambung. Ia pernah terpilih sebagai pemain terbaik turnamen Piala Emas Bang Yos pada tahun 2006.
Di tingkat daerah, Markus pernah memperkuat tim Sumatera Utara pada PON XV 2000 di Jawa Timur dan PON XVI 2004 di Palembang. Di tim nasional sepak bola Indonesia, Markus mengawali debutnya di turnamen internasional resmi dengan penampilan yang cemerlang saat Indonesia kalah 0-1 melawan Korea Selatan di Piala Asia 2007.
Sebelum Persib
Sebelum bergabung bersama persib, ia sempat bergabung membela klub PSL Langkat, PS Batam, PSKB Binjai, PSMS Medan, Persik Kediri, PSMS Medan danArema Indonesia.
Persib Bandung
Ia dikontrak persib di pertengahan musim 2009-2010 Liga Super Indonesia. Penampilan pertamanya adalah ketika menggantikan Sintaweechai Hathairatanakool di menit 84 ketika bermain melawan Persisam Samarinda.
ARTIKEL MENARIK:
Ramah dan mudah akrab dengan siapa saja, membuat ia menjadi salah satu pemain yang banyak diserbu fans di setiap kesempatan. Maklum saja, karena ia dipastikan akan menyambut permintaan foto bersama atau sekedar membubuhkan tanda tangan, meski dalam kondisi apa pun.
Hal itu berbeda dengan sejumlah pemain nasional lainnya yang tak jarang menolak permintaan dari penggemarnya dengan berbagai alasan. Begitulah sikap kiper timnas Indonesia Markus Horison Ririhina dalam menyambut penggemarnya.
Senyumnya akan terus mewarnai permintaan kepada setiap orang yang menyapanya. Tapi jangan tanya jika kiper kelahiran Pangkalan Brandan, Medan, 14 Maret 1981, ini berada di bawah mistar gawang. Entah itu membela klubnya maupun timnas Indonesia.
Wajah seram laksana Harimau yang siap menerkam mangsanya, menjadi ciri khas tersendiri bagi kiper bertinggi badan 186 cm dan berat 75 kg. Ia sangat berani berjibaku tanpa mengenal risiko dan bahaya. Itu pula yang membuat kiper berkepala plontos ini menjadi penjaga gawang nomor wahid di tanah air saat ini.
Ia bahkan tak tergantikan untuk mengawal gawang Merah Putih sejak Piala Asia 2007 silam. Masih banyak hal menarik seputar kiper berdarah Ambon binaan PSMS Medan ini. Sepuluh di antaranya:
10. Mengawali karir bermain sepakbolanya dari diklat PPLP Sumatra Selatan sejak 1998. Selama tiga tahun menempa diri di diklat tersebut, ia mulai menapaki klub sepakbola senior dengan bergabung di PSL Langkat, Sumatera Utara.
9. Hanya dua musim di PSL Langkat, ia hengkang ke PS Batam sebelum akhirnya kembali ke Medan dan bergabung dengan PSKB Binjai. Saat tampil bersama tim inilah ia direkrut PSMS Medan, yang menjadi favorit para pemain sepakbola di Sumatera Utara.
8. Sebagai pemain yang baru bergabung dengan klub besar, Markus tidak secara otomatis mendapat tempat di tim inti, meski penampilannya terus menunjukkan progres meningkat. Apalagi, pelatih Ayam Kinantan kala itu, Sutan Harhara, belum berani memberikan kepercayaan kepadanya. Tak ayal, Markus pun menjadi kiper cadangan M Halim.
7. Menjadi kiper kedua tidak membuat ia patah arang. Setelah pelatih Sutan Harhara lengser dan digantikan asistennya M Khaidir, Markus pun mendapat kepercayaan menjadi kiper utama. Piala Emas Bang Yos kedua pada 2005 menjadi ajang resmi pertamanya menjadi kiper utama PSMS.
6. Keputusan M Khaidir memberikan kepercayaan kepadanya sebagai kiper utama tampaknya tidak salah. Sebab, Markus mampu menjawabnya dengan tampil gemilang dan mengantar PSMS meraih juara untuk kedua kalinya, pada ajang yang digelar sebagai pemanasan jelang bergulirnya kompetisi divisi utama Liga Indonesia. Tidak cukup sampai di situ, Markus kembali menunjukan keperkasaanya pada ajang Piala Emas Bang Yos ketiga. Selain kembali mengantar PSMS meraih juara untuk ketiga kalinya, ia pun terpilih sebagai pemain terbaik, setelah sepanjang turnamen itu ia mampu tampil luar biasa.
5. Sejak saat itu, posisi kiper utama PSMS Medan menjadi miliknya dan tidak tergantikan. Karena itu pula, Markus mampu mencuri perhatian manajemen timnas yang membuat ia dipanggil untuk membela Merah Putih. Kala itu, ia pun harus bersaing dengan kiper Persipura Jayapura Yandri Pitoy. Pelan namun pasti, ia pun mampu menggusur kiper asal Manado itu.
4. Penampilan luar biasa kembali ia tunjukkan di Piala Asia 2007 silam, meski tidak mampu mengantar Indonesia menjadi juara. Tapi, atas aksinya menahan gempuran tim lawan seperti Korea Selatan dan Arab Saudi, membuat ia mendapat banyak pujian. Salah satunya datang dari Wapres Jusuf Kalla. Sayang, ia gagal menujukkan penampilan terbaiknya di ajang Piala AFF 2008 yang membuat Indonesia hanya mampu menembus babak semi-final.
3. Meski berposisi sebagai penjaga gawang, tapi Markus tercatat tiga kali mencetak gol sepanjang karirnya. Baik dari titik putih maupun dari tandukan umpan sepak pojok. Sayang, kebiasaannya yang sering naik membantu penyerangan berakibat fatal saat timnya PSMS Medan menghadapi Sriwijaya Football Club (SFC) di babak final divisi utama Liga Indonesia 2007 silam. Gawangnya di bobol tiga kali setelah ia meninggalkan posisi dan naik membatu penyerangan. Akibatnya, PSMS Medan hanya menjadi runner-up setelah kalah 3-1.
2. Merupakan pemain binaan PSMS Medan, tapi krisis keuangan yang membelit klubnya membuat ia menerima tawaran klub kaya Persik Kediri kala itu. Tapi hanya bertahan setengah musim di klub tersebut, ia kembali merapat ke PSMS menyusul krisis finansial yang juga melanda Persik. Beruntung, manajemen PSMS masih menerimanya karena memang masih membutuhkan sosok penjaga gawang handal.
1. Saat bersama Persik, ia membuat keputusan luar biasa dengan menjadi mualaf dan memeluk agama Islam. Sayang, tidak diketahui alasan pasti kenapa ia berpindah kepercayaan dan memeluk agama Islam sekaligus berganti nama dengan Muhammad Haris. Meski demikian, ia tetap menggunakan nama aslinya, Markus Horison yang memang lebih populer ketimbang dengan nama barunya itu.