Pasang Iklan di Sini

Showing posts with label berita suporter persib. Show all posts
Showing posts with label berita suporter persib. Show all posts

Wednesday, June 9, 2010

Cecep Belum Mau Gantung Sepatu

Kiper senior Persib, Cecep Supriatna, menyatakan tak akan gantung sepatu dalam waktu dekat ini. Menurutnya, dirinya masih ingin berkarier di dunia sepak bola profesional yang sudah membesarkan namanya itu.

Wednesday, May 19, 2010

Persib Kecam Oknum Suporter

::Khrisna Prasetya::


Manajemen Persib Bandung mengecam keras ulah anarkis oknum suporternya yang melakukan tindakan pengrusakan. Termasuk, oknum bobotoh yang merusak mobil pribadi Pelatih Sriwijaya FC Rahmad "RD" Darmawan, pasca tampil di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Senin (17/5/2010) sore.

Thursday, April 22, 2010

Il Capitano Persib

SETELAH sekian lama duduk manis di bangku cadangan, penjaga gawang Cecep Supriyatna (34) akhirnya mendapatkan kesempatan kembali tampil sebagai starter. Momentum itu terjadi pada saat Persib Bandung menghadapi Persipasi Kab. Bekasi pada laga pamungkas Grup C Piala Indonesia 2010 di Stadion Singaperbangsa Karawang, Rabu (21/4).

Bukan hanya sebagai starter, dalam pertandingan tersebut, Cepi --sapaan akrab Cecep-- juga diberi kepercayaan untuk menyandang ban kapten. Cecep merupakan kapten keempat Persib pada musim ini. Seperti sebuah arisan, sebelumnya kapten Persib sempat digilir dari mulai Eka Ramdani, Maman Abdurahman, kemudian Nova Arianto.

Bagi Cecep, kepercayaan menjadi kapten ini bukan merupakan yang pertama. Karena itu, ia tidak merasa kikuk, apalagi sampai terbebani. "Soal jabatan kapten, mungkin pelatih berpikir saya pemain tertua yang ada di lapangan," katanya sambil tertawa.

Kendati dimainkan dalam pertandingan yang tidak menentukan, Cecep mengaku cukup puas dengan kemenangan yang diraih Persib. "Alhamdulillah Persib akhirnya bisa meraih hasil sempurna di Grup C. Itu cukup berarti buat saya," kata kiper yang sempat hijrah ke Persijatim Solo FC pada Liga Indonesia (LI) IX/2003 ini.

Selain hasil sempurna, ada kebanggaan lain yang dirasakan Cecep pada pertandingan ini. Apa itu? "Gawang saya tidak kebobolan. Itu yang membanggakan," jawabnya sambil tersenyum.

Sebagai catatan, meski menang, dalam dua laga sebelumnya melawan Persita Tangerang dan Pelita Jaya Karawang, gawang Persib yang dikawal Markus Horison Rihihina selalu kebobolan.

Sumber: Gala

Tuesday, April 13, 2010

jaya dan bobotoh berdamai

Pelatih Persib Jaya Hartono
telah berdamai dengan Agus
Fajar, bobotoh yang sempat
menjadi korban penamparan
Jaya seusai pertandingan
Persijap melawan Persib di
Jepara, Sabtu (10/4). Semua itu
karena salah paham, akibat
Jaya Hartono tidak paham
bahasa Sunda yang
dilontarkan Agus.
"Secara pribadi saya meminta
maaf yang sebesar-besarnya
kepada semua bobotoh Persib,
termasuk tim atas tindakan
kasar dan emosional saya
kepada bobotoh," kata Jaya
dalam konferensi pers di Mes
Persib Jln. A. Yani Kota
Bandung, Senin (12/4).
Acara konferensi pers ini
disaksikan oleh Wakil Direktur
PT Persib Bandung
Bermartabat (PBB),
Muhammad Farhan, Asisten
Manajer Persib Dedy
Firmansyah, Agus Fajar, Ketua
Umum Viking Herru Djoko,
dan sejumlah ofisial Persib.
Sebelum acara ini digelar,
Jaya dan Agus telah bertemu
setelah difasilitasi Herru
Djoko.
Jaya mengakui tindakan
kasarnya yang menampar
seorang bobotoh itu didasari
karena tidak tahan lagi
mendengar pemain Persib dan
dirinya diejek-ejek selama di
Jepara. Sejak Persib berlatih
dan uji coba lapangan di
Stadion Gelora Bumi Kartini,
para pendukung Persijap
sudah mengejek dirinya dan
tim serta membuat situasi
panas dan penuh tekanan.
Ia menceritakan saat
pertandingan pun, pendukung
Persijap yang berada di
belakang bench terus-
menerus meneriakkan ejekan
yang membuat panas. Padahal
menurut dia, bench pemain
seharusnya tenang. Selain itu
kualitas wasit yang memimpin
juga banyak merugikan Persib
selaku tim tamu.
"Saya tidak mau menyalahkan
wasit, tetapi saat itu situasi
yang ada membuat saya
sangat panas dan emosional
termasuk manajer juga dan
kondisi itu berlanjut hingga
tim naik ke bus," kata Jaya.
Saat rombongan sudah di bus,
Jaya yang sebelumnya tidak
menghiraukan teriakan
penonton Persijap dan
bobotoh mengaku dirinya
tidak tahan lagi saat
mendengar Markus dan
pemain lainnya dihina. "Saya
tak tahan lagi mendengar
hinaan, dan melindungi
pemain. Makanya saya turun
dan melihat Agus (salah
seorang bobotoh) memaki-
maki saya dan pemain. Secara
spontan saya yang sedang
emosional melayangkan
tangan ke mukanya," ucap
Jaya.
Atas tindakan emosionalnya
itu Jaya yang dalam latihan
Persib Senin (12/4) tugasnya
digantikan oleh Asisten Pelatih
Robby Darwis kembali
memohon maaf kepada semua
bobotoh.
Sementara bobotoh yang
menjadi korban, Agus Fajar
(39) juga mengaku merasa
bersalah dan meminta maaf
karena membuat Jaya dan
bobotoh bersitegang.
Ia menceritakan, saat itu
sebenarnya dirinya sedang
memarahi dan membalas
ejekan pendukung Persijap.
Ketika Jaya turun dari bus,
posisi dia paling depan. Agus
sempat menirukan ucapan
suporter Persijap yang
menghina Markus dengan
bahasa Sunda kepada Jaya.
Namun, dikira Jaya, Agus yang
menghina Markus, sehingga
marah dan berusaha
menampar dirinya. "Saya
memang refleks menghindar
tamparan pelatih dan balik
menendang dia. Akan tetapi
setelahnya saya menyesal
kenapa saya melakukan hal
itu. Padahal saya adalah
bobotoh setia, tetapi Pelatih
Jaya keburu naik bus,"
katanya.
Agus yang selalu setia
mendukung Persib mengaku
tidak bisa tidur karena
anaknya yang ikut menonton
di Jepara terus-menerus
memarahi dirinya. "Saya
digoblok-goblok sama anak
saya, karena memberi contoh
yang buruk kepadanya,"
ujarnya.
Diakui Agus, dirinya tidak
kapok menjadi bobotoh persib.
"Saya pendukung setia Persib,
menang atau kalah saya tetap
dukung Persib," ujarnya
menjelaskan.
Sementara itu di lapangan
Persib, Robby Darwis
memimpin anak-anak "Maung
Bandung" melakukan latihan
dari awal hingga selesai.
Sejumlah bobotoh yang tidak
melihat Jaya Hartono hadir di
lapangan sempat
membentangkan spanduk
yang bertuliskan "Robby &
Yusuf for Persib" sebagai
tanda kekecewaan kepada
Jaya Hartono dan dukungan
kepada Asisten Pelatih Persib
Robby Darwis dan Yusuf
Bachtiar.
Source: PR

Monday, April 12, 2010

Bobotoh Demo

Kecaman terhadap Jaya Hartono yang disinyalir telah melayangkan kelima jarinya kepada pipi salah seorang bobotoh terus mengalir. Hal itu datang dari kubu pendukung Persib Bomber dan Viking. Hingga dorongan untuk mendemo sang pelatih muncul dari kalangan bobotoh pada saat Persib akan menjalani latihan pertama di Stadion Siliwangi, Senin sore ini.

Sekretaris Jenderal Bomber Nevi Effendi mengakui rencana aksi sempat akan diwujudkan oleh bobotoh yang kecewa atas kendali Jaya di Persib selama ini. Hal itu ditambah dengan penamparan yang diterima oleh salah seorang anggota Viking.

"Saya sendiri sudah berkoordinasi dengan Viking mengenai hal itu. Akan tetapi, dari Viking sendiri meminta untuk meredakan keinginan tersebut dengan alasan ada pihak yang akan mengambil keuntungan dari memanasnya kondisi internal Persib saat ini. Misalnya kubu pendukung tim lain yang akan puas melihat kondisi Persib sekarang," tuturnya.

Nevi yang mengetahui sedikit insiden tersebut mengungkapkan, Jaya sudah tidak mampu membina mental pemain Persib. Hal itu mustahil terjadi karena mantan Pelatih Persik Kediri itu belum bisa memanajemen emosinya sendiri.

"Dulu pelatih Indra Thohir mendapatkan tekanan dari bobotoh enggak seperti ini reaksinya. Akan tetapi, Jaya kok sama bobotoh yang telah membesarkan namanya tega berbuat seperti itu," katanya.

Sementara itu, Panglima Viking, Ayi Beutik menilai Jaya kurang profesional dalam memerankan posisinya sebagai pelatih. Sebagaimana mestinya, pelatih harus siap mengahadapi tekanan apalagi dalam menangani tim besar seperti Persib. "Saya serahkan pada manajemen soal Jaya, yang pasti kami kecewa terhadap Jaya yang sudah melenceng dari target Persib juara DSLI tahun 2008-2009 dan tahun ini juga Copa atau Piala Indonesia," katanya.

Sementara itu, Jaya belum bisa dihubungi. Jaya langsung bertolak ke mess di Jln. Bali tanpa turun terlebih dahulu dari bus Persib. Wartawan yang menyambanginya ke lokasi penginapan hingga pukul 12.00 WIB, tidak melihat Jaya keluar kamar. Begitu pula ketika ditelefon dan dikirimi pesan singkat, tak ada jawaban dari Jaya

Source: PR

Saturday, April 10, 2010

Preview dan ulasan Persijap Vs Persib (3): Tetap Incar 3 Poin

Persib Bandung akan bertandang ke markas Persijap, Sabtu, 10 April 2010 dengan kondisi yang kurang menguntungkan. Meski demikian, Maung Bandung tetap memasang target tiga poin terhadap lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 ini.

Menurut Asisten Pelatih Persib, Robbi Darwis, pada pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, malam ini, timnya tidak akan diperkuat oleh bek tangguh Maman Abdurahman. Bek timnas tersebut harus absen karena akumulasi kartu.

Selain Maman, striker Budi Sudarsono juga menambah derita Persib di lini depan setelah ditinggal Hilton Moreira yang kembali ke Brasil karena cedera. Budi tidak diboyong ke Jepara karena harus memulihkan luka paksa operasi jari kaki yang dilakoninya baru-baru ini.

"Beberapa pemain juga masih terus kami pantau kondisi terakhirnya. Antara lain, Airllangg Sucipto dan Christian Gonzales," kata Robbi saat dihubungi VIVAnews, Jumat, 9 April 2010.

Menurut Robbi, Airlangga sempat mengalami menderita cedera. Namun kondisi mantan pemain Deltras Sidoarjo itu sudah mulai membaik dan sudah mampu mengikuti sesi game saat latihan.

Sementara itu, sang bomber, Christian 'El Loco' Gonzales juga sempat demam. Namun sama halnya dengan Airlangga, kondisi pemain asal Uruguay itu juga sudah membaik dan sudah mulai berlatih bersama rekan-rekannya.

"Kami berharap keduanya bisa tampil maksimal pada pertandingan ini," kata Robbi.

Persib sampai saat ini masih berada di peringkat ke-4 klasemen sementara dengan koleksi 43 poin dari 26 laga. Untuk mengejar Arema Indonesia yang kini bercokol di posisi puncak, Maung Bandung akan berusaha merebut poin di kandang Persijap.

"Kami sudah kehilangan banyak poin pada pertandingan-pertandingan sebelumnya. Karena itu, kami akan berusaha sekuat mungkin untuk memenangkan pertandingan lawan Persijap," pungkas Robbi.

Sumber: Viva

Friday, April 9, 2010

Sutiono, "Masih ada pemain egois"

Persib Bandung harus tampil percaya diri saat menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Sabtu (10/4) nanti. Tanpa hal itu, maka Persib diperkirakan akan kembali menelan kekalahan seperti saat menghadapi Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Minggu (4/4) lalu.

"Sejak ditinggal Hilton Moreira, sepertinya rasa percaya diri para pemain menurun. Bahkan cenderung terus menurun sejak menelan kekalahan 0-3 dari PSPS Pekanbaru. Itu tidak boleh terjadi," ujar mantan penyerang Persib Bandung, Sutiono Lamso di sela-sela Kompetisi Intern Pengcab PSSI Kota Bandung KU-15 di Lapangan Tegallega, Kamis (8/4).

Menurutnya, kehilangan sejumlah pemain kunci memang membuat kepercayaan diri sebuah tim menjadi terganggu. Hal itu merupakan hal yang wajar terjadi termasuk juga Persib. Namun tidak boleh berlarut-larut. Karena sepak bola merupakan permainan kerja sama tim.

"Ternyata itu yang terjadi di Persib. Kalau percaya diri tidak bisa bangkit maka Persijap akan dengan mudah mengalahkan Persib. Apalagi mereka akan bermain di kandang sendiri dan menganggap akan melawan tim besar. Itu akan memunculkan motivasi tinggi bagi mereka," kata penyerang yang membawa Persib menjuarai Liga Indonesia I.

Kendati demikian, Sutiono mengingatkan agar para pemain tidak terlampau percaya diri. Rasa percaya diri yang terlalu besar juga akan berakibat buruk bagi tim. "Sudah beberapa kali Persib tergelincir hanya gara-gara terlalu percaya diri," tuturnya.

Selain itu, Sutiono juga menyoroti egosime sejumlah pemain yang dinilainya telah membawa bencana bagi Persib. Sikap egois terutama ditunjukkan sejumlah pemain berlabel timnas.

Menurutnya, seharusnya para pemain bekerja dengan tim. Selama berada di Persib, para pemain timnas seharusnya bekerja bahu membahu untuk membawa kemenangan Persib. Namun nyatanya, sejumlah pemain timnas tersebut tidak bisa menunjukkan kelasnya sebagai pemain timnas.

"Ada beberapa pemain yang berlabel timnas tetapi tidak menunjukkan kelasnya. Bahkan bisa disebut bermain sangat buruk. Hal yang kurang pantas ditunjukkan pemain sekelas timnas," katanya.

Jika hal itu terus berlanjut, Sutiono memperkirakan, Persib akan sulit menerobos peringkat dua klasemen akhir Liga Super Indonesia musim 2009/2010 ini. "Kalau seperti itu terus, hancur Persib," tegasnya. (B.98)**


Sumber: Gala

Wednesday, April 7, 2010

Budi Luka di Kulit Jarinya. Gatal ingin bermain.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhO1G4-pZ5SmKInjy_WMkrU57bI2R2Cn9NWAqrE-8LSoyUrDRNs1RrWTzKcRzgfk2lz0f97heeji2xZZrnMCq-uB1ZiTXDvQFJf-G1cm0ec3KHmw8gAy5fqc3CF95NAyUAMj0PY_Yi_RuEI/s400/20091222_080950_budisudarB22-antara.jpg

Budi Sudarsono, Gatal ingin main

Striker Persib Bandung, Budi Sudarsono mengaku sudah gatal merumput bersama Persib Bandung. Budigol ingin segera berlarian di atas rumput lapangan dan mencetak gol.

Sayangnya, kondisi Budi belum memungkinkan. Alhasil, striker tim nasional Indonesia ini masih harus memanaskan bangku cadangan Maung Bandung.

Cedera abses yang dialami Budi sebenarnya sudah berlangsung selama setahun kemarin. Budi menuturkan bahwa luka di kulit jari kakinya memang sangat mengganggu. Namun, selama ini ia hanya menggunakan salep penghilang rasa sakit sebelum bertanding.

Parahnya, salep yang digunakan selama ini ternyata sudah tidak ampuh lagi. Budi merasakan sakit sewaktu bertanding melawan PSPS Pekanbaru pada 21 Maret lalu.

“Biasanya kalau saya menggunakan salep itu langsung mati rasa. Namun waktu lawan PSPS kemarin, salepnya tidak mempan lagi,” ujar Budi Sudarsono kepada wartawan di Stadion Siliwangi, Bandung.

Budi pun terpaksa maju ke meja operasi pada 26 Maret lalu. Dokter telah mengoperasi nanah yang terkumpul di jari kakinya. Menurut dokter, Budi diperkirakan sembuh tiga hari seusai operasi.

“Namun, ini sudah tiga hari lukanya belum kering-kering,” ujarnya.

Menanggapi rumor yang mengatakan bahwa dirinya mangkir dari latihan, Budi mengaku tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. Ia sudah memberitahukan kepada tim dokter untuk menjelaskan cederanya kepada manajemen.

Budi mengaku belum dapat tampil melawan tuan rumah Persijap Jepara, Sabtu 10 April 2010. Striker 30 tahun ini mengaku tidak butuh istirahat karena cederanya. Ia hanya butuh sembuh karena sudah gatal merumput bersama Persib.

“Saya tak butuh istirahat, saya butuh sembuh,” tutup Budi.

Sumber: Viva

Sunday, April 4, 2010

Bobotoh belum koordinasi dengan LA Mania

Ratusan bobotoh berdatangan ke Surabaya untuk mendukung Persib Bandung yang akan berlaga melawan tuan rumah Persela Lamongan di Stadion Surajaya Lomongan, Minggu (4/4). Mereka bergabung dengan Bonekmania mendukung Persebaya Surabaya yang menjamu Persija Jakarta, Sabtu (3/4) kemarin.



Sebagian besar bobotoh tersebut datang ke Surabaya dengan menggunakan KA Pasundan. Mereka tiba di Stasiun Gubeng, Jumat (2/4) sekitar pukul 23.30 WIB. Setibanya di Stasiun Gubeng disambut ratusan Bonekmania yang ternyata sengaja menunggu dan menyambut kedatangan bobotoh dengan nyanyian dan teriakan yang membuat gaduh Stasiun Gubeng.

"Kami sengaja ke Surabaya dulu agar bisa menyaksikan dua pertandingan menarik," kata Hamdan (21) bobotoh asal Ciroyom Bandung.

Menurut dia, kedatangan lebih awal memang dilakukan sejumlah bobotoh untuk menunjukkan persaudaraan yang telah terbangun selama ini dengan Bonekmania. Selain itu, sekaligus untuk menonton pertandingan Persebaya-Persija.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ramdhan (21). Menurut dia, dia memang sering menyempatkan menonton laga tandang Persib di Pulau Jawa. Ia sudah merencanakan datang bersama teman-temannya untuk menyaksikan dua pertandingan yaitu Persib melawan Persela dan Persebaya bertemu Persija.

"Kami memang sengaja datang lebih awal, untuk dukung Persebaya menghadapai persija dulu. Teman-teman bobotoh yang lain juga masih banyak yang akan menyusul, mungkin kami akan ke Lamongan secara terpisah-pisah," ujarnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua LA Mania (kelompok suporter Persela Lamongan), A. Hidayat mengatakan, sejauh ini memang belum ada koordinasi antara Bobotoh dan LA Mania. Karena biasanya, pendukung tamu yang akan datang ke Lamongan sudah melayangkan surat atau pemberitahuan sejak H-3.

"Kita tidak ada masalah dengan bobotoh, tetapi karena bobotoh belum berkoordinasi untuk datang ke Lamongan, kami belum bisa menyiapkan tempat khusus untuk mereka," kata Hidayat.

Ia mengatakan, LA Mania sangat terbuka dengan pendukung tim tamu, termasuk bobotoh. Namun begitu, pihaknya khawatir kedatangan bobotoh disusupi para Bonekmania.

"Kami ada pergesekan dengan Bonek, jadi kami khawatir bobotoh disusupi Bonek dan malah terjadi hal yang tidak diinginkan. Selain itu, pendukung Persija Jakarta, Jakmania juga akan hadir ke Lamongan pada laga Persela melawan Persib. Mereka datang untuk berkoordinasi dengan kami mengenai kesiapan untuk kompetisi Piala Indonesia karena Persija dan Persela berada di grup yang sama," ujarnya.

Meski begitu, Hidayat selaku ketua LA mania bisa memastikan, bobotoh tetap dapat hadir ke stadion dengan syarat dapat tertib dan tidak disusupi pendukung tim lainnya. "Kami terbuka pada bobotoh, jadi silakan saja datang asal tetap tertib," katanya
Sumber: Pkr R

We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.