Pasang Iklan di Sini

Saturday, February 20, 2010

Happy Ending?

Happy Ending?

UNTUK yang kedua kalinya laga Persib Bandung menjadi aksi pamungkas punggawa "Pangeran Biru". Sucaho Nutnum yang menutup pertandingan putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 dengan keberhasilan Persib mempermalukan Persik Kediri 6-1, Rabu (26/1). Kini giliran Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool penjaga gawang pinjaman Persib dari Chonbury FC menutup masa kontraknya dengan menghadapi si "Elang Borneo" Persisam Samarinda, di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (20/2) malam ini.

Bagi lelaki kelahiran Sakon Nakhon, 23 Maret 1982 itu, lakon terakhirnya melawan Persisam cukup membuatnya penasaran. Pasalnya, imbas cedera yang dia derita waktu itu menjadikan dia hanya duduk sebagai penonton di Samarinda, 19 Januari lalu. "Saya siap bekerja keras menjaga gawang Persib, jangan sampai kemasukan lawan," ucap penggemar Gianuluigi Buffon itu yang ditemui di penginapannya, Jln. Bali, Bandung, Jumat (19/2).

Pemain Chonbury FC itu tidak ingin menambah koleksi kemasukan dia setelah enam belas kali berlaga. Selama ini dia kebobolan 15 gol, 12 gol di putaran pertama dan 3 gol di putaran kedua ketika melawan Persik Kediri dan Persebaya. "Mudahan-mudahan itu tidak terjadi lagi. Saya ingin menutup kebersamaan ini happy ending," kata penggemar Juventus itu.

Dalam latihan terakhirnya dia konsentrasikan bagaimana menghalau serangan pemain depan dan tengah Persisam. Di lini depan misalnya, ditempati Hamka Hamzah dan Pipat Thonkanya. Kosin menilai rekan senegaranya, Pipat perlu diwaspadai ketika dia menyuguhkan bola-bola menyilang.

Di lini tengah, Fegundez dan Danillo perlu dijaga ketat. Menurut dia, Fegundez memiliki keunggulan dalam memberikan umpan silang tepat ke arah penyerang. "Umpan silang yang mereka tampilkan sangat berbahaya," tutur pria dengan tinggi badan 179 cm itu. Akan tetapi, yang namanya pertandingan, menurut dia, kesempatan menang dan kalah itu terbuka lebar untuk kedua kubu.

Menurut punggawa Persib yang sempat eksis di tahun 2006 itu, dia harus meningkatkan kerja sama di antarlini. Absennya Nova Arianto dan Hariono cukup membuat dia kehilangan. Kelihaian Nova menyundul bola-bola tinggi pada pertandingan Sabtu ini mungkin tidak akan dia temukan. Begitu pula dengan kejelian dan kelincahan Hariono di lapangan. Meski demikian, hal itu bukan berarti dia tidak percaya dengan pengganti kedua pemain inti Persib itu. Penggantinya kelak, diharapkan tetap menyolidkan kerja sama tim saat itu.

"Bagaimanapun saya harus menampilkan permainan saya yang terbaik untuk Persib dan bobotoh. Suatu saat nanti saya akan kembali lagi ke Indonesia dan berharap diterima di Persib," ucap Kosin yang akan bertolak ke Thailand, Minggu (21/2) besok.

Sebagai pesan terakhirnya, dia menyimpan harapan kepada pengantinya Markus Horison agar bisa berlaga jauh lebih baik daripada dirinya. Dia yakin, Markus mampu mengantarkan Persib menjadi juara.

Sumber:Pkr R

Dukung Tim mu!!!

Dukung tim kamu di http://www.voteyourteam.com/Asia/Indonesia.aspx

Persib jadi nomor satu loh di voting Klub Indonesia, Ni Urutannya:

Tapi belum masuk 80 besar dunia, makanya bobotoh, cepat vote tim kesayangan kamu ini !!!
GO PERSIB GO!!!

Divisi Utama - Indonesia, Divisi Utama Top Teams

1. Persib Bandung Football Club
Persib Bandung - Republik Indonesia
Click here vote for Persib Bandung
2350
2. Arema Malang Football Club
Arema Malang - Republik Indonesia
Click here vote for Arema Malang
331
3. Persija Jakarta Football Club
Persija Jakarta - Republik Indonesia
Click here vote for Persija Jakarta
205
4. Sriwijaya FC Football Club
Sriwijaya FC - Republik Indonesia
Click here vote for Sriwijaya FC
146
5. Persela Football Club
Persela - Republik Indonesia
Click here vote for Persela
33
6. Persiba Football Club
Persiba - Republik Indonesia
Click here vote for Persiba
27
7. PSS Sleman Football Club
PSS Sleman - Republik Indonesia
Click here vote for PSS Sleman
26
8. Persita Tangerang Football Club
Persita Tangerang - Republik Indonesia
Click here vote for Persita Tangerang
22
9. Persipura Jayapura Football Club
Persipura Jayapura - Republik Indonesia
Click here vote for Persipura Jayapura
19
10. PSM Makassar Football Club
PSM Makassar - Republik Indonesia
Click here vote for PSM Makassar
12
11. PSIS Semarang Football Club
PSIS Semarang - Republik Indonesia
Click here vote for PSIS Semarang
9
12. PSMS Medan Football Club
PSMS Medan - Republik Indonesia
Click here vote for PSMS Medan
8
13. PSIM Yogyakarta Football Club
PSIM Yogyakarta - Republik Indonesia
Click here vote for PSIM Yogyakarta
8
14. Persijap Football Club
Persijap - Republik Indonesia
Click here vote for Persijap
6
15. Persik Kediri Football Club
Persik Kediri - Republik Indonesia
Click here vote for Persik Kediri
6
16. Deltras Sidoarjo Football Club
Deltras Sidoarjo - Republik Indonesia
Click here vote for Deltras Sidoarjo
5
17. PKT Bontang Football Club
PKT Bontang - Republik Indonesia
Click here vote for PKT Bontang
5
18. Persikota Tangerang Football Club
Persikota Tangerang - Republik Indonesia
Click here vote for Persikota Tangerang
5
19. Persitara Jakarta Football Club
Persitara Jakarta - Republik Indonesia
Click here vote for Persitara Jakarta
5
20. Persmin Football Club
Persmin - Republik Indonesia
Click here vote for Persmin
4
21. Persiter Football Club
Persiter - Republik Indonesia
Click here vote for Persiter
3
22. Persema Football Club
Persema - Republik Indonesia
Click here vote for Persema
2
23. Persiwa Football Club
Persiwa - Republik Indonesia
Click here vote for Persiwa
2
24. Persibom Football Club
Persibom - Republik Indonesia
Click here vote for Persibom
2
25. PSDS Lubuk Football Club
PSDS Lubuk - Republik Indonesia
Click here vote for PSDS Lubuk
2
26. Persegi Football Club
Persegi - Republik Indonesia
Click here vote for Persegi
1
27. Semen Football Club
Semen - Republik Indonesia
Click here vote for Semen
1
28. Persekabpas Football Club
Persekabpas - Republik Indonesia
Click here vote for Persekabpas
1

Today's Top Teams

1. Persib Bandung
7
2. Arema Malang
2
3. Persija Jakarta
1
4. PSIS Semarang
0
5. Persekabpas
0
6. PSMS Medan
0
7. Sriwijaya FC
0
8. Persikota Tangerang
0
9. Persitara Jakarta
0
10. Persijap
0
11. Persita Tangerang
0
12. Semen
0
13. Persmin
0
14. Persik Kediri
0
15. PSM Makassar
0
16. Persiba
0
17. Persiwa
0
18. Persela
0
19. Persema
0
20. Persipura Jayapura
0
21. Persiter
0
22. PKT Bontang
0
23. Persibom
0
24. Deltras Sidoarjo
0
25. PSS Sleman
0
26. Persegi
0
27. PSDS Lubuk
0
28. PSIM Yogyakarta
0

(Khris/self Writing)

Data Super Lengkap Ac Milan Vs Persib

Saya mengucapkan terima kasih kepada para bobotoh (masyarakat pencinta Persib) yang selama ini masih tetap setia untuk mengunjungi blog Persibf. Namun, dalam masa-masa tidak aktif ini, ternyata masih ada saja kata kunci yang selalu hidup tiap hari. Jumlahnya pun sangat dominan.

Sampai saat ini (Sabtu, 28 November 2009), kata kunci “Persib vs AC Milan” masih menjadi favorit bagi bobotoh. Karena itu, Persib mencoba untuk menelusuri berita (artikel) tentang cerita lengkap pertandingan persahabatan internasional tersebut. Apalagi, saya selaku pengelola blog ini menjadi saksi mata di Senayan yang kebagian tiket murah meriah Rp 5 ribu perak :) Inilah artikel (diterbitkan Galamedia, 27 Maret 2009) karya Sdr. Endan Suhendra (wartawan Galamedia). Endan Suhendra adalah penulis buku “Persib Aing” bersama Dani Wihara (wartawan Media GO). Selamat menikmati!

*****

PESTA kemenangan dan euforia keberhasilan menjadi juara Kompetisi Perserikatan 1993/1994 belum usai. Acara bagi-bagi bonus pun masih terus berlangsung. Nah, di tengah banjir bonus itu, Persib mendapatkan bonus tambahan dari PSSI, yaitu diberikan kesempatan untuk menjajal klub raksasa Italia, AC Milan, yang akan berkunjung ke Indonesia. Pertandingan juara kompetisi amatir Indonesia 1993/1994 dengan juara Seri A Liga Italia musim yang sama itu dijadwalkan pada 4 Juni 1994 di Stadion Utama Senayan, Jakarta.

Bagi Persib, kesempatan menjajal klub besar Eropa itu merupakan yang kedua. Sebelumnya, pada 11 Juni 1987, Persib juga berkesempatan menjajal PSV Eindhoven yang saat itu diperkuat Ruud Gullit, Eric Gerets, dan Ronald Koeman. Saat itu, dengan formasi Wawan Hermawan/Erick Ibrahim (kiper), Dede Iskandar, Ade Mulyono, Ujang Mulyana, Adeng Hudaya, Bambang Sukowiyono, Uut Kuswendi, Iwan Sunarya/Dadang Kurnia, Adjat Sudradjat, Yudi Guntara, dan Dede Rosadi/Sarjono, Persib dihajar PSV 0-6.

Seperti yang sudah diagendakan, akhir Mei, rombongan Milan tiba di Jakarta. Selama lima hari di Jakarta, para pemain dan ofisial Milan menginap di Hotel Horison, Ancol.

Di antara daftar pemain Milan yang diboyong pelatih Fabio Capello tidak terdapat nama Franco Baressi dan Paolo Maldini yang tengah berkonsentrasi membela timnas Italia di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Dua bintang Belanda, Ruud Gullit dan Marco Van Basten juga tidak turut ke Indonesia. Gullit sedang dipinjamkan ke Sampdoria, sedangkan Basten dibekap cedera. Sedangkan Jean Piere Papin memang ada dalam rombongan, tapi ia tidak bisa dimainkan karena kontraknya sudah habis per 31 Mei 1994 dan sudah memilih hijrah ke Bayern Munich.

Tanpa Baressi, Maldini, Basten, Gullit, dan Papin, tidak lantas kekuatan Milan dan Persib menjadi berimbang. Sebab, dalam rombongan yang datang ke Jakarta masih ada pemain-pemain ternama lainnya macam Marcel Dessailly, Zvonimir Boban, Dejan Savicevic, Gianluigi Lentini, Filippo Galli, Mauro Tassoti, Christian Panucci, Stefano Eranio, Fernando Di Napoli, Enzo Francescoli, Brian Laudrup, dan penjaga gawang Sebastiano Rossi. Di antara mereka, ada sederet nama pemain muda yang tengah dimatangkan Capello macam Paolo Baldieri, Christian Antigori, dan Stefano Desideri.

Empat gol sebabak

Pada Sabtu, 4 Juni 1994, pertandingan Persib kontra Milan tiba. Sebelas pemain Milan masuk ke lapangan dengan penuh kepercayaan diri tinggi. Di sisi lain, para pemain Persib harus sudah berjuang melawan rasa “kekurangpedeannya”, terutama melihat postur besar Lentini dan kawan-kawan. “Bayangkan, saya saja hanya sepundak mereka,” kata Yusuf Bachtiar.

Beberapa pemain Persib yang diturunkan pelatih Indra M. Thohir dalam pertandingan itu adalah Aries Rinaldi (kiper), Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Mulyana, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara, Kekey Zakaria, dan Sutiono Lamso.

Saat pertandingan dimulai, para pemain Milan tampil santai. Tapi, karena perbedaan kualitas pemain yang jomplang, Persib praktis hanya mampu bermain selama 15 menit pertama. Seperti diakui Yusuf Bachtiar, selanjutnya Persib keteteran. “Selebihnya, kita digubag-gabig,” kata Yusuf sambil tersenyum.

Yusuf benar, Milan hanya memberikan angin di 15 menit pertama. Setelah itu, Dejan Savicevic unjuk gigi dengan mencetak dua gol cepat pada menit 17 dan 18. Delapan menit berselang, giliran Lentini yang menjebol gawang Aries Rinaldi untuk ketiga kalinya. Satu menit kemudian, Baldieri mengakhiri “penderitaan” Persib di babak pertama.

Sudah unggul empat gol di babak pertama, tidak membuat para pemain Milan puas. Apalagi, yang tampil di babak kedua kebanyakan pemain muda yang masih dalam tahap pemantauan Capello. Baldieri memastikan mencetak hattrick berkat dua gol tambahannya pada menit 48 dan 58. Dua gol tambahan Milan yang menggenapkan kemenangannya menjadi 8-0 dilengkapi Christian Antigori menit ke-68 dan Stefano Desideri menit ke-78.

Sumber: Buku Persib
Terimakasih buat Buku Persib dan Wartawan Galamedia ENdan Suhendra !!!

Persib turun ke posisi delapan


Persib Bandung harus turun ke posisi 8 klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010, setelah dua pesaingnya, Persiwa Wamena dan Persija Jakarta, berhasil menggeser tim Maung Bandung dengan memenangkan pertandingan hari Jumat, 19 Februari 2010 ini.

Persib disalip oleh wakil Papua, Persiwa Wamena yang berhasil mengalahkan tamunya, Pelita Jaya Karawang, 1-0 lewat gol Yeyasa Desnam menit 66.

Dengan kemenangan ini, Persiwa naik ke posisi 6 klasemen dengan nilai 31 dari 21 kali bertanding. Sementara Pelita Jaya, semakin terbenam di zona degradasi di urutan 17, dengan nilai 16.

Tim lain yang menggeser posisi Persib adalah Persija Jakarta. Tim Macan Kemayoran ini berhasil mengalahkan tamunya, Sriwijaya FC (SFC) 1-0 di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Satu-satunya gol Persija dicetak oleh pemain barunya, Firman Utina di menit 33.

Persija naik ke posisi 5 dengan nilai 32 dari 20 kali bertanding. Sementara itu, SFC tertahan di posisi 4, dengan nilai 34 dari 21 kali bertanding.

Persib masih mempunyai kesempatan kembali menyalip keduanya, jika memenangkan pertandingan melawan Persisam besok.

Sementara itu, kejutan terjadi di stadion Mandala Jayapura. Juara bertahan LSI musim lalu, Persipura Jayapura gagal mendekati Arema setelah ditahan imbang tim juru kunci, Persitara Jakarta Utara 2-2.

Gol yang dicetak Persipura tercipta pada babak I melalui Stevie Bonapasia menit ke-30 dan Boaz Solossa pada menit ke-42. Di babak II, Persitara berhasil membalas dan menyamakan kedudukan lewat penyerangnya, Tantan di menit 65 dan 80.

Dari hasil ini, Persipura tertahan di posisi 2 klasemen dengan mengumpulkan nilai 36 dari 21 kali bertanding. Sementara itu, Persitara masih berada di dasar klasemen dengan nilai 16.

Berusaha tidak kebobolan

http://simamaung.com/wp-content/uploads/2009/11/031109-kosin13.jpg
Sintaweechai Hathairatanakool ( Kosin ), Berusaha agar gawangnya tak bobol.
(Gambar: Dokumen BB)

Penjaga gawang utama Persib, Sintaweechai Kosin Hathairattanakool mengaku akan berusaha bermain sebaik mungkin supaya pada pertandingan terakhirnya besok bersama Persib tidak kebobolan.

Pertandingan melawan Persisam Samarinda, Sabtu 20 Februari 2010 merupakan pertandingan terakhir bagi Kosin bermain untuk Persib Bandung. Rencananya, pemain yang berstatus pinjaman ini, akan pulang ke Thailand bersama pemain Persisam asal Thailand lainnya, Pipat Tonkaya pada hari Minggu 21 Februari untuk bergabung bersama timnas Thailand yang akan menghadapi Iran.

Ditanyai tentang tim Persisam, Kosin mengatakan kepada

wartawanbahwahwa Perrsisam meisam

erupakan tim yang bermaterikan pemain yang bagus. Salah satu pemain yang bagus menurut Kosin adalah Fagundez.

“Dia (Fagundez) mempunyai visi bermain yang bagus. Umpannya sangat baik dan crossing-nya sulit untuk diantisipasi,” kata Kosin.

Penjaga gawang yang tahun lalu pernah berlatih selama 3 minggu di tim Manchester City ini tetap yakin dan optimis bahwa Persib akan dapat memenangkan pertandingan. Kosin yakin, walau kehilangan Nova dan Hariono akan sedikit mengurangi kekuatan di lini belakang Persib, namun Persib mempunyai banyak pemain pelapis yg bagus.

Sumber: SM

Pelatik Khawatirkan Kondisi Satoshi

Karena hingga dua hari menjelang laga melawan Persisam Putra Samarinda belum juga bergabung dalam sesi latihan, tim pelatih Persib Bandung mengaku cukup mengkhawatirkan kondisi fisik Satoshi Otomo. Pemain asing Persib asal Jepang tersebut hingga sesi latihan sore Kamis (18/2) belum bergabung dengan Maman Abdurahman dan kawan-kawan.

http://www.fc-gifu.com/news/images0205x/fcgifu_30.jpg
Satoshi Otomo

Sejak sesi latihan pertama sekembalinya dari Surabaya, Satoshi terpaksa absen lantaran harus mengurus izin tinggalnya di Indonesia ke Singapura. Berdasarkan informasi yang didapatkan "GM" dari aspsten Pelatih Persib, Robby Darwis, Satoshi baru akan bergabung dalam sesi latihan Jumat (19/2) pagi ini.

"Ya, kita memang agak mengkhawatirkan kondisi fisik Satoshi. Dengan tidak mengikuti latihan dalam tiga hari terakhir, kondisi fisiknya pasti agak ketinggalan dari rekan-rekannya yang lain," kata Robby.

Untuk memastikan sejauh mana kondisi fisiknya menjelang pertandingan melawan Persisam Putra, Robby mengatakan, tim pelatih akan melihatnya pada sesi latihan Jumat (19/2) pagi ini. "Kita akan lihat kondisi terakhirnya besok pagi (hari ini, red) di lapangan," tegasnya.

Sementara itu, Manajer Persib, H. Umuh Muchtar membenarkan, Satoshi masih mengurus izin tinggalnya di Singapura. "Kita berharap tidak ada masalah. Dia akan siap pada pertandingan nanti," kata Umuh, usai acara pisah-sambut Sinthaveechai "Kosin" Hathairattanakool dan Markus Horison Rihihina di salah satu kafe di Jln. Lengkong Besar Bandung.

Cuhi berlatih


Cucu Hidayat ( Cuhi, Kiri )

Berbeda dengan Satoshi, gelandang Persib lainnya, Cucu Hidayat yang baru saja dirawat di RS Al-Islam karena serangan demam berdarah sudah bergabung dalam sesi latihan sore Persib kemarin. Pada saat acara pisah-sambut Kosin dan Markus, Cuhi --sapaan akrabnya-- terlihat sudah cukup bugar.

"Saya tidak terlalu khawatir dengan kondisi Cuhi. Meski baru sakit, dia pasti akan siap menjalani latihan dan bertanding lagi. Saya tahu persis karakternya sejak junior," kata asisten pelatih Persib lainnya, Yusuf Bachtiar.

Kehadiran kembali Cuhi sangat diharapkan karena mantan kapten Persita Tangerang ini diproyeksikan menggantikan peran Hariono yang harus absen lantaran hukuman akumulasi kartu kuning.

Sumber: Gla

Persamaan Kosin Markus

USAI menghadapi Persisam Putra Samarinda di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Sabtu (20/2), Sinthaveechai "Kosin" Hathairattanakool dipastikan bakal meninggalkan Persib Bandung untuk kembali ke klub yang meminjamkannya, Chonburi FC. Sebagai penggantinya, Persib sudah mendatangkan Markus Horison Rihihina.

Karakter kedua kiper ini pasti berbeda. Tapi, tahukah Anda kalau Kosin dan Markus punya banyak kesamaan?

Kesamaan pertama yang mudah terdeteksi adalah Kosin dan Markus saat ini sama-sama merupakan penjaga gawang utama tim nasional negaranya masing-masing. Kosin memiliki caps (jumlah pertandingan internasional, red) 50, sedangkan Markus 20.

Di luar itu, baik Kosin maupun Markus sama-sama pernah mengganti namanya. Kosin mengganti nama menjadi Sinthaveechai atas saran ibunya, sedangkan Markus Horison Rihihina menjadi Markus Haris Maulana karena menjadi mualaf.

Kesamaan lain antara kedua kiper ini adalah sama-sama dilahirkan pada bulan Maret. Kosin lahir pada 23 Maret 1982, sedangkan Markus pada 14 Maret 1981. Soal nomor punggung yang dipilih di Persib, angka yang menjadi pilihan Kosin dan Markus juga sama, yaitu 1 dan 8. Kosin memilih pakai nomor punggung 18, sedangkan Markus membalikkannya menjadi 81. "Itu nomor pilihan saya. Angka 81 adalah tahun kelahiran saya," kata Markus.

Persamaan antara Kosin & Markus :
# kadua kiper ieu gaduh nami nu sami2 berbau sundanisme nyaeta : mang ng'kos (kosin) jeung mang ng'kus (markus )

# tapi aya hal anu bertolakbelakang nyaeta nomor punggung 18 jeung 81 terus gondrong jeung botak ..( mudah2han ieu pertanda alus jang persib amien..)

tah kumaha ceuk baraya bobotoh sadaya kinten2 aya deui teu persamaanna ?

Sumber: Gla & Net

Menepogra penasaran ingin saksikan Persib

http://www.primaironline.com/images_content/20091022Andi%20Malarangeng.jpeg
Andi Malarrangeng


PERSIB Bandung kembali akan memperoleh tamu istimewa. Pada laga melawan Persisam Samarinda di Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung, Sabtu (20/2) malam ini, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Malarangeng berencana hadir di tengah bobotoh. Kehadiran Andi merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya di Jabar.

Rencana kehadiran Mennegpora tersebut diungkapkan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Jabar, Amung Ma'mun. "Pak Menteri rencananya akan menyaksikan laga Persib melawan Persisam. Ia ingin melihat secara langsung kondisi pertandingan Liga Super Indonesia," ungkapnya.

Untuk itu, Amung mengimbau para bobotoh agar bersikap tertib. Karena ketertiban bobotoh akan menjadi cermin masyarakat Jabar.

"Kalau bisa hilangkan nyanyian rasis yang menghina tim atau pendukung lainnya. Bobotoh harus bisa menjadi contoh bagi pendukung tim lainnya," harap Amung.

Andi juga hadir untuk melihat kondisi stadion dan fasilitas penunjang lainnya. Apalagi Stadion Si Jalak Harupat merupakan salah satu stadion kebanggaan Jabar, bahkan Indonesia. "Beliau ingin melihat kondisi riil Stadion Si Jalak Harupat," katanya.

Sebelumnya Mennegpora akan bersepeda ontel Bekasi - Karawang. Setelah itu, berdialog dengan insan olahraga Jabar di Redaksi HU Pikiran Rakyat, Jln. Soekarno-Hatta.

Sumber: Gla

Thursday, February 18, 2010

Arema kokohkan posisi

[fullteam.jpg]
Arema Malang ( Arema Indonesia ) Menang 3-0

Arema Malang berhasil mengalahkan Persik Kediri 3-0 dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL), Kamis 18 Februari 2010. Bertanding di Stadion Kanjuruhan, gol Arema disumbang Noh Alam Shah di menit 23, Roman Chmelo menit 83, dan Pierre Njanka di injury time.

Padahal dibanding babak pertama, Persik terlihat lebih bermain terbuka. Mahyadi Panggabean dan kawan-kawan tidak lagi menunggu serangan dan melakukan counter attack, tapi sudah berani menyerang lebih dulu.

Ini pula yang membuat peluang di menit 50 oleh striker Persik, Patricio 'Pato' Morales bisa terjadi. Pato nyaris saja menyamakan kedudukan ketika bola sontekannya hampir melewati garis gawang Arema.

Meski bola terlihat sudah melewati garis, defender Arema masih sempat membuang bola sehingga gol itu tidak disahkan oleh wasit.

Menit 61, kembali Macan Putih merepotkan pertahanan Singo Edan. Serangan itu menghasilkan tendangan bebas di luar kotak penalti dan dieksekusi Pato. Tendangan cungkil keras itu juga nyaris menggetarkan jala Kurnia Meiga bila tidak membentur tiang gawang.

Namun, Arema sebagai tuan rumah juga tidak mengurangi tekanan. Di paruh kedua ini, pasukan Singo Edan lebih sering melepaskan bola-bola panjang yang langsung mengarah ke jala kiper Persik, Fauzi Toldo.

Tekanan pertandingan sampai membuat ketegangan antara gelandang Persik, Harianto, dan striker Arema, Roman Chmelo. Harianto dengan sengaja menutup muka Roman menggunakan kedua tangannya. Roman yang kesal langsung memukul punggung Harianto.

Beruntung ketegangan tak berlanjut buruk. Wasit bisa mendamaikan kedua pemain dan memberi Harianto kartu kuning.

Roman akhirnya bisa 'membalas' Harianto dengan golnya di menit 82. Berawal dari tendangan bebas dari luar kotak penalti, Roman menyontek bola hingga masuk ke kanan jala Persik. Gol itu langsung disambut gempita oleh para pendukung tuan rumah yang memenuhi stadion Kanjuruhan.

Belum cukup dengan dua gol, Arema kembali menambah satu gol di masa injury time lewat titik penalti saat M Fahrudin dilanggar di kotak terlarang. Tampil sebagai eksekutor adalah kapten Pierre Njanka. Hingga peluit panjang, skor tiga gol tanpa balas jadi hasil akhir.

Kemenangan ini membuat Arema makin perkasa di puncak klasemen ISL. Dalam 20 pertandingan, Roman Chmello cs mengumpulkan 42 poin. Sedangkan Persik makin terpuruk di papan bawah klasemen dan terancam masuk zona degradasi.

Skuat kedua tim
Arema Malang: Kurnia Meiga; Zulkifli, Pierre Njanka, Irfan Raditya, Benny Wahyudi Juan Revi, Ahmad Bustomi, M Ridhuan, Roman Chmelo, M Fahrudin, Noh Alam Shah, Waluyo, Esteban, Roni Firmansyah, Tommy Pranata, Dendy Santoso, Rahmat Afandi.

Persik Kediri: Fauzi Toldo, Khusnul Yuli, OK John, Gunawan Dwi Cahyo, Mahyadi Panggabean, Wawan Widiantoro, Jefri Dwi Hadi, Suswanto, Amarildo Souza, Mekan Nasyrov, Patricio Morales, Wahyudi, Tito Purnomo, Harianto, Chaoirul Anam, Imam Maulana, Sulis Budi Prasetyo, Yongky Aribowo

Sumber: VN

Butuh Pelapis Gilang



Kekalahan Persib dari Persebaya lewat 11 pemain yang bekerja 90 menit tanpa adanya pergantian pemain. Membuat Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, H. Umuh Muhtar memikirkan opsi memboyong satu sampai dua pemain tambahan pada transfer window kedua musim ini. Beliau percaya bahwa Persib tidak mempunyai lagi pemain yang setara kualitasnya di bench pemain cadangan.

Pada partai melawan tuan rumah Persebaya Surabaya, Persib Bandung menurunkan 11 pemain inti yaitu, Kosin, Maman, Nova, Rene, Hariono, Gilang, Atep, Otomo, Eka, Hilton, dan Gonzales. kesebelas pemain ini

Gilang Angga Kusuma

bermain selama 90 menit, tanpa adanya pergantian pemain. Padahal

hanya ada beberapa pemain saja yang bermain lumayan seperti Hariono yang layak bermain sepenuh itu.

Penilaian bahwa tidak ada pemain pengganti yang bisa memberikan solusi terhadap permainan Persib itu tampaknya menjadi dorongan untuk membuka opini bahwa Persib mempunyai keharusan untuk membeli pemain baru. Sebagai Direktur Utama sekaligus Manajer tim, H. Umuh Muhtar menyerahkan sepenuhnya kebutuhan materi pemain kepada pelatih.

“Untuk pemain asing, kita mempunyai satu slot pemain karena Kosin akan pulang. Kalau diijinkan oleh konsorsium, kita akan tambah pemain pada posisi wing back, karena Gilang Angga selalu kelelahan,” kata beliau.

Manajemen mengakui tentang penambahan pemain ini, mereka sudah siap, namun untuk kelanjutannya, mereka harus membicarakannya dengan konsorsium. H Umuh muhtar mengisyaratkan bahwa Persib membutuhkan pemain pelapis yang setara kualitasnya dengan para pemain inti.

“Mudah-mudahan kita bisa menambah pemain,” tutupnya.

Untuk mengingatkan, Persib saat ini mempunyai 22 pemain, yaitu:

Sintaweechai Hathairatanakool
Cecep Supriatna
Dedi Heryanto
Maman Abdurahman
Nova Arianto
Christian Rene
Edi Hafid
Aji Nurpijal
Gilang Angga
Chandra Yusuf
Wildansyah
Irwan Wijasmara
Munadi
Atep
Hariono
Cucu Hidayat
Satoshi Otomo
Eka Ramdani
Hilton Moreira
Christian Gonzalez
Airlangga Sucipto
Budi Sudarsono


Source: SM

Markus dan Aris Rinaldi

Penjaga Gawang Persib, Markus Harison

Bergabungnya penjaga gawang utama Timnas Indonesia, Markus Haris Maulana mengingatkan penulis pada sosok penjaga gawang Persib Bandung di era 90-an, Aris Rinaldi. Aris merupakan penjaga gawang asal sumatera utara yang bergabung dengan Persib, setelah berkarir di PSMS Medan dan PSDS Deli Serdang.

Aris merupakan satu-satunya penjaga gawang Persib yang mampu membawa Persib meraih 2 kejuaraan tertinggi Indonesia, Perserikatan 93/94 dan Liga Indonesia 94/95.

Di tahun 1994, Aris membawa Persib Bandung meraih juara Perserikatan, setelah di partai final mengalahkan PSM Makassar 2-0, hari Minggu, 17 April 1994. Perserikatan tahun tersebut merupakan kejuaraan terakhir yang dihelat PSSI, sehingga piala Presiden pun akan terus bersemayam di kota kembang Bandung.

Di tahun 1994/1995, Aris Rinaldi kembali dipercaya menggawangi Persib Bandung. Pada pembukaan Liga Indonesia pertama yang bersejarah bagi pesepakbolaan Indonesia, selain kiper Pelita Jaya yang menjadi lawan Persib, Aris menjadi penjaga gawang pertama yang tampil di Liga Indonesia. Sayangnya, pada pertandingan perdana tanggal 27 November 1994 itu, Aris harus kebobolan. Sebuah tandukan Dejan Glusevic yang menerima umpan dari sayap kanan, tidak mampu ditahan Aris. Dan Persib kalah 1-0.

Namun kekalahan itu tidak mengendorkan semangat Aris dan tim Persib lainnya. Ujungnya, 30 Juli 1995, Persib berhasil menjadi juara Liga Indonesia pertama, setelah mengalahkan Petrokimia Putra 1-0 di Senayan Jakarta.

Selain itu, Aris Rinaldi juga merupakan penjaga gawang Persib Bandung ketika menghadapi tim raksasa Italia, AC Milan pada 4 Juni 1994.

Deretan prestasi penjaga gawang asal Sumatera Utara tersebut mudah-mudahan juga menular kepada Markus Haris Maulana. Seperti halnya Aris yg pernah memperkuat PSMS dan meraih sukses di Persib, mudah-mudahan Markus juga dapat membawa Persib menjadi juara Liga Super Indonesia dan mengarungi pentas Asia.

Stop Menghujat, Nyanyikan Lagu Penyemangat

http://www.bandung.go.id/images/download/galpersib12.jpg
Suporter Persib, Bobotoh

MELIHAT pertandingan sepak bola tanpa suporter di pinggir lapangan rasanya bagai sayur tanpa garam. Semua terasa hambar dan mungkin bagi kesebelasan yang bertanding akan merasa asing dan menyakitkan menghadapi kenyataan bermain tanpa dukungan.

Namun kenyataannya, itu sering terjadi akibat ulah penonton yang berujung pada tindakan rasisme dan akibatnya klublah yang menjadi korban. Dalam aturan sepak bola yang diakui seluruh dunia menyebutkan bahwa klub harus bertanggung jawab atas segala tindakan suporternya.

Dukungan penonton berupa nyanyian, tulisan, yel-yel atau gerakan tubuh adalah hal yang lazim. Nyanyian penyemangat dari suporter dijamin akan membuat semangat pemain meledak-ledak. Namun, nyanyian itu bisa berubah menjadi petaka ketika syairnya berubah menjadi hujatan.

Entah dari mana, kapan, dan siapa yang mengubah lagu-lagu penyemangat itu berubah menjadi cacian yang penuh kebencian. Yang jelas, hampir pada setiap pertandingan dalam kompetisi sepak bola nasional lebih sering terdengar nyanyian ejekan kepada lawan daripada nyanyian penyemangat.

"Rasisme bukan hanya soal pelecehan terhadap suku atau warna kulit. Setiap tindakan, kata-kata, lagu, atau upaya lain yang mengandung unsur rasisme atau upaya penghasutan yang menimbulkan kebencian, sekecil apa pun, itu bisa digolongkan tindakan rasisme," kata Ketua Komisi Disiplin PSSI Hinca Panjaitan pada diskusi mengenai rasisme sepak bola di Cafe Persib Jln. Sulanjana Kota Bandung, Selasa (16/2)

Menurut dia lagu-lagu dan tindakan yang mengejek itu dianggap sudah menodai citra sepak bola, yang secara global sudah menyatakan perang terhadap aksi rasisme. Berdasarkan aturan FIFA bahkan menyebutkan wasit berhak menghentikan pertandingan jika lagu berisi ejekan terdengar saat pertandingan berlangsung.

"Lagu biasanya terdengar karena dinyanyikan beramai-ramai oleh penonton. Walaupun misalkan tindakan rasisme lolos dari wasit, pengawas pertandingan yang harus membuat laporan dan akan ditindaklanjuti oleh Komisi Disiplin," kata Hinca

Nyanyian ejekan pernah menjadi senjata makan tuan bagi tim kebanggaan warga Jawa Barat, Persib harus menerima hukuman percobaan berupa denda sebesar Rp 250 juta karena ulah bobotoh saat Persib menjamu Persebaya di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, 23 Januari lalu.

Berkaca dari sana, masih relakah suporter menyanyikan rasisme dan klubnya menghadapi sanksi terus-menerus. Mungkin sudah saatnya suporter sepak bola nasional bersikap dewasa dan menunjukkan sikap sebagai warga Indonesia yang ramah dan santun.

Bagi bobotoh yang notabene adalah warga Jabar yang terkenal kreatif mungkin sudah waktunya menghilangkan nyanyian hujatan dan mengembalikan nyanyian penyemangat bergema di stadion. Lagu penyemangat Persib ciptaan sendiri atau lagu penyemangat lain seperti "Halo-Halo Bandung" haruslah menjadi pengiring Maung Bandung menuju takhta juara.

We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.