Pasang Iklan di Sini

Monday, March 8, 2010

Lintas klasemen

Klasmen Wilayah Barat

No Kesebelasan Main M S K M-K Nilai
1 Arema 21 14 3 4 27-9 45
2 Persiba 22 12 4 6 28-16 40
3 Persipura 22 10 9 3 37-36 39
4 Persema 21 10 4 7 29-26 34
..........
silakan klik baca selengkapnya untuk melihat klasemen secara utuh.

5 SriwijayaFC 22 10 4 7 29-28 34
6 PERSIB 20 10 3 7 31-21 33
7 Persija 20 8 8 4 24-17 32
8 Persiwa 22 9 4 9 42-38 31
9 Persela 22 8 4 10 26-29 28
10 Persijap 21 7 5 9 21-21 26
11 Persebaya 22 7 5 10 32-36 26
12 PSPS 21 7 4 9 22-26 26
13 Bontang FC 20 6 7 7 28-27 25
14 Persik 22 6 7 9 25-32 25
15 Persisam 21 6 5 10 17-26 25
16 PSM 22 6 6 10 15-29 24
17 Persitara 21 5 4 12 19-33 19
18 PelitaJaya 21 3 8 10 16-27 17

ALBERTO GONCALVES DA COSTA ( PERSIPURA ) 15 Gol
ERICK WEEKS LEWIS ( PERSIWA ) 12 Gol
EDDIE FODAY BOAKAY ( PERSIWA ) 11 Gol
JULIO GABRIEL LOPEZ VENEGAS ( PERSIBA BALIKPAPAN ) 10 Gol
FRANCISCO ALDO BARRETO MIRANDA ( BONTANG FC ) 9 Gol
HILTON MORIERA ( PERSIB ) 8 Gol
CHRISTIAN GONZALES ( PERSIB ) 8 Gol
M. ISNAINI ( PSPS ) 8 Gol
ANDI ODDANG ( PERSEBAYA ) 8 Gol
MOHD. NOH ALAM SHAH BIN KAMAREZAMAN ( AREMA ) 8 Gol
HERMAN DZUMAFO EPANDI ( PSPS ) 8 Gol
< HERMAN DZUMAFO EPANDI ( PSPS ) 6 Gol
KEITH JEROME KAYAMBA GUMBS ( SRIWIJAYA FC ) 6 Gol
EDDIE FODAY BOAKAY ( PERSIWA ) 6 Gol
EDISON PIETER ROMAROPEN ( PERSIWA ) 6 Gol
KORINUS FINKREUW ( PERSEBAYA ) 5 Gol
LEONARDO "ZADA" MARTINS DINELLI ( PERSELA ) 4 Gol
SAKTIAWAN SINAGA ( PERSIK ) 4 Gol
CRISTIAN EDUARDO CARRASCO GONZALES ( PSM ) 4 Gol
EKA RAMDANI( PERSIB ) 3 Gol
NOOR HADI ( PERSIJAP ) 3 Gol
SOCHAM NUTNUM ( PERSIB ) 3 Gol
NOVA ARIANTO ( PERSIB ) 3 Gol
BUDI SUDARSONO ( PERSIB ) 2 Gol
ROBERT MARK GASPAR ( PERSEMA ) 2 Gol
JOSH JAMES MAGUIRE ( PERSEBAYA ) 2 Gol
BOAZ T. ERWIN SALOSSA ( PERSIPURA ) 2 Gol
RONALD DAIAN FAGUNDEZ OLIVERA ( PERSISAM ) 2 Gol
JOHAN YOGA UTAMA ( PERSIBA BALIKPAPAN ) 2 Gol
AIRLANGGA ( PERSIB ) 1 Gol
CUCU HIDAYAT ( PERSIB ) 1 Gol
ATEP ( PERSIB ) 1 Gol
CHRISTIAN RENE ( PERSIB ) 1 Gol
FERY ARIAWAN ( PERSIBA BALIKPAPAN ) 1 Gol
ANDERSON DA SILVA ( PERSEBAYA ) 1 Gol
FIRMAN UTINA ( PELITA JAYA ) 1 Gol
MOCH. FAHKRUDIN ( AREMA ) 1 Gol
ROBERTINO GABRIEL PUGLIARA ( PERSIBA BALIKPAPAN ) 1 Gol
ZAH RAHAN KRANGAR ( SRIWIJAYA FC ) 1 Gol
HANDI HAMZAH ( PSM ) 1 Gol

Source: Fifa.com

Mantan Persib berkumpul himpun Dana buat Tenjolaya

Mantan Persib Berkumpul Himpun Dana buat Tenjolaya

Para mantan pemain Persib Bandung yang berhasil memboyong gelar juara pada Liga Indonesia 1994/1995 bersama bobotoh mengumpulkan dana untuk korban bencana longsor Desa Tenjolaya, Kec. Pasirjambu, Ciwidey, Kab. Bandung, Minggu (7/3). Mereka mengumpulkan dana melalui laga amal futsal di Soccer Coop Kiracacondong.



Sejumlah mantan pemain Persib yang hadir dan ikut bermain di antaranya Yusuf Bachtiar, Robby Darwis, Sutiono, Anwar Sanusi, Gatot Prasetyo, Yadi Mulyadi, Asep Sumantri, dan Yaya Sunarya. Pada laga amal futsal ini, mantan pemain Persib menjadi juara setelah mengalahkan tim bobotoh, 12-9.

Salah seorang mantan pemain Persib, Yusuf Bachtiar mengatakan, bersama pemain lainnya ia memang diundang untuk mengikuti laga amal ini. Hampir seluruh pemain yang membawa Persib juara datang pada acara ini.

"Kita memang ingin membantu para korban bencana. Meskipun jumlahnya sedikit, mudah-mudahan tetap dapat membantu, " katanya.

Hal serupa diungkapkan Robby Darwis. "Kita (para mantan pemain Persib, red) memang sudah lama tidak kumpul-kumpul. Senang rasanya bisa berkumpul kembali. Apalagi sekaligus membantu mengumpulkan dana bagi para korban bencana longsor," kata mantan kapten Persib ini.

Robby pun mendukung jika ada kegiatan serupa yang dapat membantu korban bencana lainnya. "Ya Persib ini 'kan milik Jabar. Jadi kita juga harus menunjukkan kepedulian kita kepada saudara kita yang terkena bencana," tuturnya.

Sementara itu, menurut panitia penyelenggara, Wawan Hanura, acara ini memang digelar untuk menggalang dana bagi para korban bencana longsor di Ciwidey. Jumlah dana yang terkumpul memang tidak terlalu besar. Namun perhatian para pemain Persib tersebut lebih besar dari sekadar jumlah dana yang terkumpul.

"Rencananya kita juga akan menggelar aksi pengumpulan dana menjelang laga Persib melawan Arema Indonesia, Minggu (14/3) mendatang. Jika dana sudah terkumpul cukup banyak, kita akan berikan kepada mereka. Bahkan ada rencana, para pemain Persib akan menghibur secara langsung di lokasi bencana dengan bermain futsal," ujarnya.

"Jika terwujud, kehadiran para pemain Persib tentu dapat membangkitkan kembali semangat para korban bencana," lanjutnya.

Selain pengumpulan dana, pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan lifetime achievement award kepada Emen "Guru" Suwarna. Penghargaan tersebut diberikan karena Emen dinilai telah menjadi legenda hidup Persib. Sebagai pemain Persib dan timnas Indonesia, ia sempat dijuluki "Macan Asia"

Sumber: Simamaung

Bobotoh siap cium kaki obar

Minggu, 7 Maret 2010 | 17:53 WIB

BANDUNG, TRIBUN - Dua komunitas bobotoh terbesar, yaitu Viking Persib Fans Club dan Bobotoh Maung Bersatu (Bomber), siap melakukan segala hal agar home Persib tetap di Stadion Si Jalak Harupat.

Kedua organisasi bobotoh ini siap mengordinasi anggota-anggotanya untuk mendesak Pemkab Bandung memberikan izin. Sampai saat ini Pemkab baru mengizinkan pertandingan melawan Bontang FC (11/3), sementara tujuh partai kandang lainnya belum diizinkan.



"Stadion tersebut milik masyarakat Kabupaten Bandung, sedangkan bobotoh asal kabupaten jumlahnya puluhan ribu. Atas dasar itulah kami berharap Bupati bisa terketuk hatinya. Kalau perlu, saya dan bobotoh siap mencium kaki Pak Obar agar mengizinkan Persib memakai Stadion Si Jalak Harupat sampai putaran kedua berakhir," kata Ketua Umum Viking, Heru Joko, Minggu (7/3).

Dikatakan Heru, Persib bukan hanya milik Kota Bandung, melainkan milik seluruh warga Jawa Barat, termasuk di dalamnya warga Kabupaten Bandung. Persib telah menjadi ikon dan ciri khas Jabar sehingga semua pihak harus ikut mendukung perjuangan Persib mengharumkan nama Jabar.

Sekjen Bomber, Nefi Effendi, mengatakan, sebuah kerugian besar jika Persib harus memindahkan home base-nya ke stadion yang lebih kecil atau stadion yang berada jauh di luar Kota Bandung. "Yang paling dirugikan bukanlah Persib atau PT PBB, tapi bobotoh. Kami sangat dirugikan jika harus dipindahkan. Bobotoh banyak yang berasal dari Kabupaten Bandung. Sebagai pemilik stadion, mereka pasti menginginkan Persib tetap berlaga di Stadion Si Jalak Harupat," ujarnya. (tor)

Sumber: Tribun

Ambisi Satoshi

Gelandang anyar Persib Bandung, Satoshi Otomo siap menjawab keraguan banyak pihak. Itu akan dilakukannya saat "Maung Bandung" bentrok dengan Bontang FC, Kamis (11/3) mendatang.

Gelandang asal Negeri Sakura ini mengaku, karakter permainan Maung Bandung adalah permainan cepat satu-dua sentuhan dari sayap dan langsung menusuk ke jantung pertahanan lawan.




Hal itu bisa melalui umpan lambung ataupun umpan terobosan ke mulut gawang.

"Saya lihat pemain sayap Persib punya pergerakan yang cepat. Serangan yang dimulai dari sayap ini banyak yang efektif. Ini yang saya pelajari sebagai bekal," jelasnya.

Pemain asal FC Gifu ini menyatakan akan tampil sesuai kebutuhan Persib. Artinya, dia siap merangsek di sektor tengah hingga membantu sayap. "Saya juga siap mencetak gol jika ada kesempatan," pungkasnya.

Persib Bandung memang tidak akan berdiam diri. Mesti tanpa tambahan pemain baru, namun arsitek Jaya Hartono terus memutar otaknya. Menghadapi Bontang FC nanti, kemampuan Eka Ramdani akan digenjotnya.

Ini tentu tidak lain adalah demi meraih poin absolut. Jaya memberikan bocoran bahwa Eka akan dijadikannya seperti striker bayangan. Sebab selama ini Eka sudah menyumbang tiga gol bagi kemenangan Maung Bandung. "Saya nilai, Eka punya pergerakan yang lincah. Bahkan, dia punya naluri mencetak gol yang bagus," ungkapnya.

Peran Eka

Sementara Eka menjadi striker pelapis, peran Satoshi Otomo ada di ring kedua di belakang Eka. Jaya berharap, pergerakan gelandang asal Jepang tersebut bisa maksimal mengobrak-abrik lini tengah hingga belakang lawan.

"Jadi, kesempatan kita mencetak gol akan terbuka lebih lebar. Sebab selain minimalnya dua striker di depan, ada juga Eka yang siap dengan peran yang sama," jelasnya.

Sumber: Net

Latihan fisik berat, Rene absen lagi

Christian Rene Martinez kembali absen dalam sesi latihan pagi Persib Bandung, Senin (8/03) pagi, di stadion Siliwangi, Bandung. Rene tidak mengikuti latihan karena kembali terserang penyakit diare. Sebelumnya ia juga terserang penyakit yang sama ketika latihan hari jum’at, selanjutnya, kemarin ia harus menginap sehari di rumah sakit karena penyakitnya ini kembali kambuh. “Rene absen karena terserang kembali diare, ia mungkin tidak mengontrol makannya dengan baik,” kata dokter tim, dr Rafi Ghani di Siliwangi.



Namun dr Ghani telah menghubungi Rene dan pemain itu menyatakan sudah berangsur pulih serta siap berlatih kembali bersama Maman Abdurahman cs pada sesi latihan sore nanti.

Karena absennya satu pemain ini, maka pada latihan yang berdasar pada sistem man to man marking, Gilang Angga terpaksa harus berduel dengan salah satu penjaga gawang. Pada kesempatan ini, Dedi berusaha mengimbangi Gilang, namun karena terlalu primanya fisik Gilang, Dedi lalu menyerah dan meminta diganti oleh Cecep. Hanya kuat dua kali sprint melawan Gilang, Cecep yang tahun ini berusia 35 tahun, juga tidak sanggup melayaninya. Akhirnya Gilang bergerak sendiri tanpa kawalan.

Selain Gilang, pemain lain yang dipuji fisiknya oleh pelatih fisik, Entang Hermanu, adalah pemain asal negeri Oshin, Satoshi Otomo. “Pemain-pemain asal jepang memang terkenal dengan mental dan disiplinnya, maka tidak heran Satoshi mempunyai fisik prima walaupun ia bermain di negara beriklam tropis. Pemain kita harusnya bisa seperti itu,” katanya.

Airlangga Sucipto ditempel ketat Maman Abdurahman pada sesi latihan pagi Persib Bandung di stadion Siliwangi, Senin (8/3).

Pada latihan sesi pagi yang dimulai pada pukul 8 ini, materi pertama yang diberikan oleh pelatih kepala Jaya Hartono, terbilang berat. Seluruh pemain non kiper dibagi menjadi dua tim dan diinstruksikan untuk bermain dengan bola tanpa gawang dengan kawalan ketat pemain lainnya. Materi latihan ini menggunakan satu lapangan penuh.

Materi kedua berisi latihan game yang dibagi menjadi dua tim.

Pada materi latihan ketiga, seluruh pemain kecuali penjaga gawang, dibawah arahan pelatih fisik Entang Hermanu, mengikuti sesi latihan fisik yang ditujukan pada kekuatan otot kaki. Sedangkan ketiga penjaga gawang menjalani latihan refleks dengan dipimpin oleh pelatih kiper, Anwar Sanusi.

Rentetan latihan berat ini dijalankan oleh para pemain Persib untuk menghadapi 3 partai kandang berturut-turut dalam 6 hari. Diawali dengan melawan Bontang FC pada tanggal 11, lalu menghadapi Arema Indonesia tanggal 14, dan meladeni tantangan Persema malang pada tanggal 17 maret ini.

Sejauh ini, baru partai tanggal 11 nanti saja yang sudah dipastikan digelar di stadion si Jalak Harupat. Sedangkan dua laga kandang selanjutnya belum dapat dipastikan, apakah akan bisa kembali digelar di soreang, ataukah harus berpindah home ke stadion Siliwangi.

Sumber: Simamaung

Sunday, March 7, 2010

Hilton: Indonesia itu aneh

BANDUNG-Siapa menyangka striker Persib Bandung Hilton Moreira ternyata mempunyai penilaian tersendiri tentang Indonesia. Menurutnya, Indonesia dalam banyak hal tidak banyak terdapat perbedaan dengan negaranya Brazil. Sama-sama merupakan negara dunia ketiga atau negara berkembang, akan tetapi Indonesia merupakan negara yang penuh keanehan.


Keanehan itu dikarenakan di Indonesia setiap warga negara ditarik pajak. Akan tetapi infrastruktur yang dimiliki negeri ini masih jauh ketinggalan dibandingkan negaranya. Hal itu karena di Brazil, tidak bisa atau nyaris tidak ada sama sekali infrastruktur seperti jalan yang rusak dan berbagai hak warga masyarakat akan mudah terpenuhi tanpa harus mengeluarkan kembali biaya.
“Kalau di Brazil itu setiap warga negaranya ditarik pajak dengan harga yang sangat mahal sekali. Tapi, di sana tidak ada jalan yang rusak seperti di Indonesia dan sekolah gratis. Begitu juga bagi masyarakat yang sakit akan dengan mudah diobati rumah sakit pemerintah tanpa harus bayar,” kata Hilton kepada Bandung Ekspres (Grup Pasundan Ekspres), kemarin.
Dijelaskannya, secara struktur sosial masyarakat Brazil antara si kaya dan si miskin tidak terlalu kelihatan jomplang perbedaaanya. Bahkan masyarakat Brazil secara angka lebih banyak dihuni oleh orang yang kelas menengah.
Lebih lanjut ketika ditanya apakah di negaranya juga terjadi banjir seperti di Baleendah? Pemain berjuluk El Samba ini menjawab bahwa banjir akan terjadi di semua negara tanpa terkecuali. Karena banjir dan bencana alam lainnya telah menjadi masalah global bukan lokal lagi.
“Kalau di sini musim hujan pasti banyak daerah yang terkena banjir. Tapi, kalau di Brazil mungkin tidak sebanyak di Indonesia,” ujar pemain yang telah lima tahun tinggal di Indonesia ini.
Sementara itu, pada saat kunjungan Persib Bandung ke posko banjir di Baleendah Kabupaten Bandung, kemarin, Hilton menjadi pemain yang paling antusias dalam mengikuti acara bertema sosial tersebut. Hilton seolah tengah berada di tengah-tengah saudaranya sendiri. Tanpa canggung ia berbaur bersama korban lainnya dan melayani berbagai permintaan para korban banjir yang meminta tanda tangan dan foto bersamanya.
Bahkan sesekali, tampak Hilton dengan senang hati menggandeng seorang anak kecil korban banjir Cieunteung dan mengajaknya bercanda untuk ikut bersamanya ke Brazil. Tak berhenti di situ, jiwa low profile ditunjukkannya dengan tidak ragu untuk mencium anak korban banjir tersebut.
Ketika Bandung Ekspres menanyakan kenapa ia begitu akrab dengan anak kecil, Hilton berseloroh setiap kali melihat anak kecil ia selalu teringat anaknya yang baru berusia 7 bulan.
“Saya ingat anak saya yang masih kecil juga. Semoga dia saya tinggalkan dalam keadaan baik-baik saja di sana dan banyak orang yang mencintainya,” pungkasnya.(hed)


Persib pernah melakoni 41 laga Internasional

41 pertandingan internasional pernah di lalui PERSIB
Penulis: uknowwho

Tahukah anda bahwa dalam masa 1973 hingga 1995, Persib telah melakukan tidak kurang dari 41 pertandingan persahabatan internasional? Pertandingan-pertandingan tersebut tidak termasuk pertandingan Persib di King’s Cup 1978, Queen’s Cup 1978, Piala Marah Halim, Piala Jusuf, Piala Tugu Muda, dan Piala Sultan Hassanal Bolkiah 1986. Apalagi, data itu belum termasuk..............

pertandingan pada masa sebelum 1973 dan setelah 1995. Melawan Selangor, Hyundai, dan Kelantan yang terjadi dalam 2-3 tahun terakhir ini misalnya. Inilah lawan-lawan Persib dari tim asing.

Sao Paulo (Brasil, 2 kali), Levsky Spartak (Bulgaria, 2 kali), Western Suburb Soccer Club (Australia), Tatung (Taiwan), Esbjerg (Denmark), Uni Soviet U-23, BRNO (Ceko), Yugoslavia U-23, Atletico Mineiro (Brasil), Legia Warsawa (Polandia), Italia U-21, B-1903 (Denmark), Go Ahead Eagles (Belanda), Selangor (Malaysia), Melayu (Singapura), Kelantan (Malaysia), SGSFL (Singapura), Muenchen University (Jerman), Korea Selatan, Vigilante (Singapura), Khairat Alma Ata/Lokomotif (Uni Soviet), Malacca (Malaysia), DNEPR/Deniver (Uni Soviet), Croatia Sydney (Australia), Tze Chiang (Taiwan), Freiburg (Jerman), Diraja (Malaysia), Torpedo Kutaisi (Uni Soviet), America (Brasil), FC IQ (Belanda), PSV Eindhoven (Belanda), Hallelujah (Korea Selatan), Juventus (Brasil), KNVB (Belanda), Kuala Lumpur (Malaysia), Yanmar (Jepang), Pakhtakor (Uzbekistan), FC Sarajevo (Yugoslavia), dan AC Milan (Italia).

Sumber: Net. Penulis: Nonename

Persib keukeuh di Jalak

BANDUNG, TRIBUN-Meskipun belum ada kepastian mengenai stadion yang akan dipakai untuk menjamu Bontang FC pada Kamis (11/3), namun skuad Persib sudah mempersiapkan diri untuk berlaga di Stadion Siliwangi. Para pemain sudah mulai beradaptasi dengan kondisi lapangan Stadion Siliwangi yang kualitasnya jauh di bawah kondisi lapangan Stadion Si Jalak Harupat.



"Kita inginnya tetap bermain di Stadion Si Jalak Harupat karena kondisi lapangan sangat bagus, berbeda jauh dengan lapangan Stadion Siliwangi. Lapangan Stadion Siliwangi kurang bagus sehingga anak-anak tidak bisa bermain maksimal," kata pelatih Persib Jaya Hartono, Rabu (3/3).

Walau tetap berambisi main di Si Jalak Harupat, Jaya telah mengantisipasi jika akhirnya tim asuhannya harus kembali merumput di Stadion Siliwangi.

Selain itu Jaya juga sudah merancang skema serangan dan organisasi permainan yang dinilai pas untuk bermain di Stadion Siliwangi yang sebelumnya identik dengan tim Maung Bandung. Jaya sudah mulai membiasakan para pemain untuk bermain di lapangan Stadion Siliwangi.

"Kami sudah mulai beradaptasi dengan kondisi Stadion Siliwangi. Anak-anak harus mulai terbiasa bermain di lapangan yang kualitasnya di bawah Stadion Si Jalak Harupat. Saya sengaja membuat program latihan di Stadion Siliwangi. Mudah-mudahan bila memang tidak bisa main di Si Jalak Harupat, mereka (pemain Persib, Red) sudah terbiasa bermain di stadion Siliwangi," ujar Jaya. (tor)

Sumber: Tribun

Jaya nilai Siliwangi tak rata

BANDUNG, TRIBUN - Pelatih Persib Jaya Hartono menilai permukaan lapangan Stadion Siliwangi tidak rata. Banyak lubang-lubang kecil di dalam lapangan. Selain itu rumputnya tebal sehingga menghambat pemain untuk mengolah bola. Ditambah lagi dengan kondisi lapangan yang licin sehingga pemain sangat kesulitan dalam mendribling bola.



"Kondisi lapangannya kurang baik untuk memainkan bola. Pemain jadi kurang maksimal dalam menyerang dan bermain cepat karena lapangannya yang sangat licin. Kalau dipakai untuk pertandingan Liga Super saya kira tidak akan maksimal," kata Jaya, Rabu (3/3).

Jaya mengkhawatirkan kondisi stadion yang tidak mampu menampung bobotoh sebanyak di Si Jalak Harupat. Kapasitas stadion Siliwangi yang hanya bisa menampung 15 ribu penonton, dipastikan bisa menyebabkan penonton membludak.

"Saya khawatir hal ini bisa merugikan Persib di pertandingan-pertandingan selanjutnya karena hukuman sudah menanti jika penonton tidak tertib," ujarnya.

Mewakili pemain, Atep menilai dia dan rekan-rekannya berharap bisa mendapat izin bermain di Si Jalak Harupat saat menjamu Bontang FC.(tor)

Sumber: tribun

Atep siap dimainkan di posisi manapun

http://www.djarum-super.com/watermarked/video/08_atep_ins_1.jpg
BANDUNG, TRIBUN - Demi membawa Persib Bandung menjadi yang terbaik, sayap kiri Persib Atep siap dimainkan di posisi mana pun. Terutama di posisi untuk membantu Maung Bandung bermain menyerang.

Kepada wartawan Jumat (5/3), Atep menyatakan kesiapannya bermain di posisi yang lain. Selain sayap kiri Atep sempat dipasang menjadi striker oleh tim pelatih Persib.



Atep dipasang menjadi striker ketika Pangeran Biru menjamu Persitara Jakarta Utara. Meski tak sering berperan sebagai penyerang saat itu Atep bermain gemilang. Bahkan pemain asal Cianjur ini berhasil mencetak satu gol. Atep bisa memanfaatkan umpan datar Budi Sudarsono.

"Sebagai pemain saya siap dimainkan di posisi mana pun. Baik itu di sayap kiri, gelandang atau penyerang," tuturnya.

Jadwal pertandingan yang cukup padat akan dilakoni oleh Maung Bandung. Untuk menyiasati pemain yang turun dalam kondisi fit, tim pelatih Persib tidak menutup kemungkinan akan melakukan rotasi pemain.

"Untuk saat ini memang saya enjoy main di sayap kiri. Tapi saya juga tahu jadwal pertandingan sangat padat. Jika pelatih melakukan rotasi saya siap. Dimainkan sebagai gelandang atau penyerang saya siap," ujarnya.

Persib Bandung kini memang dihadapkan pada jadwal pertandingan yang padat. Setelah menjamu Bontang FC Kamis pekan depan, mereka dihadapkan dengan dua pertandingan kandang lainnya dalam jangka waktu satu minggu. Setelahnya enam pertandingan tandang wajib dilakoni skuad Maung Bandung. (tis/tor)

Sumber: Trebun

Yusuf: Kuras stamina lawan !!

BANDUNG, TRIBUN - Untuk bisa meraih kemenangan atas Bontang FC, Arema Malang, dan Persema Malang, Persib akan memanfaatkan faktor kekelahan fisik yang kemungkinan besar akan dialami ketiga tim tamu tersebut. Persib akan menjamu Bontang FC pada Kamis (11/3), menjamu Arema pada Minggu (14/3), dan menjamu Arema pada Rabu (17/3).



"Jadwal memang sangat padat tapi kita diuntungkan karena main di kandang sendiri. Semua tim sama akan terkuras staminanya karena bermain tiga kali dalam seminggu. Namun kita main di kandang sementara tim lawan harus menempuh perjalanan jauh ke sini (Bandung, Red)," kata Asisten Pelatih Persib Yusuf Bahtiar, Jumat (5/3).

Dikatakan Yusuf, Persib memang harus bisa memanfaatkan faktor kekelahan lawan untuk bisa menuai poin penuh di tiga pertandingan. "Kita harus bisa memanfaatkan kondisi fisik lawan yang kelelahan tapi jangan sampai menganggap enteng lawan," ujar Yusuf.

Yusuf meminta Maman Abdurahman dkk untuk tidak kehilangan konsentrasi saat menghadapi tiga tim yang akan dijamu Persib pada bulan Maret ini.

"Meski diuntungkan tapi kita harus tetap bermain normal. Kita harus bisa menguras stamina lawan sejak kick off,," kata Yusuf.

Yusuf Juga mengharapkan pemain Persib bisa bermain cepat sejak menit pertama untuk membongkar pertahanan lawan. Yusuf juga menyatakan, sebagai tuan rumah Persib harus bisa mendominasi penyerangan. Selebihnya Yusuf meminta Maman cs bermain jeli, cerdik sekaligus sabar menghadapi tim tamu yang diramalkan akan bermain defensif.

"Tim lawan pasti akan berusaha bertahan dan sekali-kali melakukan serangan balik. Jadi kita harus pintar-pintar dalam menyerang dan harus sigap ketika mendapat serangan balik," tambah asisten pelatih yang mantan gelandang Persib ini.(tor/tis)

Sumber: Tribun

Koordinasi Markus dan bek harus diperbaiki

BANDUNG, TRIBUN - Asisten pelatih Persib, Robby Darwis, menilai kordinasi lini belakang Persib dengan penjaga gawang anyar, Markus Horison, harus diperbaiki jelang lawan Bontang FC. Hal ini diungkapkan Robby seusai melihat siaran langsung timnas PSSI melawan Australia beberapa waktu lalu.

"Saya melihat kordinasi antara Maman, Nova dan Markus Horison harus diperbaiki. Saya masih melihat kordinasi antara ketiganya masih kurang," jelas Robby.

Dikatakan Robby, satu gol yang terjadi ke gawang timnas saat dikalahkan Australia 0-1, sama persis dengan titik kelemahan Persib selama ini yaitu melalui proses umpan krosing ke jantung pertahanan.

"Di luar kualitas Australia yang memang di atas timnas, namun saya melihat gol terjadi akibat kurangnya kordinasi di lini belakang. Di sana ada tiga pemain Persib, Markus, Nova dan Maman, maka dari itu, kordinasi ketiganya saat memperkuat Persib nanti harus ditingkatkan," kata Robby.

Gol tersebut, kata Robby, disebabkan dari adanya miss-komunikasi antara Markus, Maman dan Nova dalam menutup pergerakan lawan sehingga striker Australia mudah dalam menyundul bola sehingga terjadi gol.

"Sebelum melawan Bontang FC, tim pelatih akan memberikan porsi khusus kepada Markus dan bek Persib untuk melatih kordinasi dalam mengantisipasi umpan-umpan krosing. Datangnya Markus diharapkan bisa menutup kelemahan Persib," kata Robby. (tor)

Sumber: Tribun

We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.