Pasang Iklan di Sini

Monday, April 26, 2010

Persib Kembali Ke Siliwangi

Harga tiket masuk laga kandang Persib Bandung dipastikan akan mengalami kenaikan. Hal itu terkait dengan rencana digelarnya 5 laga kandang di Stadion Siliwangi Bandung setelah Stadion Si Jalak Harupat direnovasi untuk keperluan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010 mendatang.

Kenaikan harga tiket tersebut merupakan salah satu upaya yang ditempuh Panitia Pelaksana (Panpl) Persib untuk mengontrol jumlah penonton yang hadir di stadion. Karena seperti diketahui, kapasitas Stadion Siliwangi hanya mampu menampung kurang dari 20.000 penonton.

”Kami bukan ingin mengambil keuntungan dari kenaikan harga tiket tersebut. Tetapi kami ingin membatasi jumlah bobotoh yang hadir di stadion. Namun kami belum memutuskan kenaikan harga tiket tersebut. Tetapi diperkirakan kenaikannya tidak akan terlalu tinggi,” ujar Sekretaris Panpel Persib, Budi Bram kepada ”GM”, Minggu (25/4).

Menurut Budi, setelah memperoleh lampu hijau atas diperbolehkannya Persib menggunakan Stadion Siliwangi dari Polwiltabes Bandung, Panpel Persib langsung melayangkan surat izin secara resmi. Saat ini pun Panpel masih menunggu keluarnya surat izin tersebut. Diharapkan, surat tersebut dapat keluar pada pekan ini.

”Karena kita memang akan memberitahukan perpindahan stadion yang akan digunakan kepada PT Liga Indonesia. Nantinya mereka yang akan memberitahukan kepada tim yang akan berlaga melawan Persib,” kata Budi.

Kenaikan harga tiket tersebut pun, lanjut Budi, masih terkait dengan persyaratan yang diajukan Polwiltabes Bandung agar dapat membatasi jumlah penonton.

Namun dengan naiknya harga tiket tersebut, Panpel Persib juga telah menganggupi untuk menyediakan layar lebar untuk nonton bareng (nobar) bagi bobotoh yang tidak bisa masuk ke dalam stadion.

”Kita memang akan menggelar nonbar dengan layar lebar sesuai perintaan Polwiltabes Bandung. Tetapi untuk lokasinya kita juga belum memutuskannya,” aku Budi.

Hal itu dikarenakan sejumlah gelanggang olahraga (GOR), seperti GOR Saparua dan GOR Pajajaran yang diminta Polwiltabes untuk dijadikan lokasi nonbar tengah dipersiapkan untuk menggelar Porda. Namun Budi tetap memastikan layar lebar akan disediakan oleh Panpel Persib.

Disinggung tentang adanya kekhawatiran rusuh di Karawang akan berdampak pada izin yang akan diberikan Polwiltabes Bandung, Budi berharap hal itu tidak terjadi. Karena menurutnya, kondisi di Karawang sangat berbeda dengan di Bandung. Fasilitas keamanan Stadion Siliwangi pun lebih baik dibandingkan dengan Stadion Singaperbangsa Karawang.

”Mudah-mudahan Polwiltabes Bandung bisa memahami hal itu. Sebelumnya, Panpel Persib pun mengucapkan terima kasih kepada Kapolwiltabes Bandung yang sudah memberikan izin untuk menggelar pertandingan Persib di Stadion Siliwangi,” tukasnya.

(Khrisna) Sumber Galamedia

Kepolisian Minta Panpel Agar Menyediakan Fasilitas Nonton Bareng

Kepolisian meminta pihak Panitia Pelaksana (Panpel) Persib untuk menyediakan tempat nonton bareng pada laga Persib melawan Persipura di Liga Super Indonesia yang kemungkinan digelar di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (2/5).

Kapolwiltabes Bandung Komisaris Besar Imam Budi Supeno memberikan beberapa masukan kepada panpel terkait penyelenggaraan pertandingan di Stadion Siliwangi itu. Pihaknya mengingatkan panpel Persib agar menyediakan fasilitas nonton bareng (nonbar) di luar Stadion Siliwangi. Hal itu untuk menampung bobotoh yang tidak bisa masuk stadion menyaksikan pertandingan. Pasalnya, kapasitas Stadion Siliwangi tidak mampu menampung penonton yang membeludak setiap pertandingan digelar.

"Kita siap mengawal pelaksanaan pertandingan Persib di Stadion Siliwangi. Tapi dengan catatan, panpel wajib menggelar nonton bareng di luar Stadion Siliwangi," ujar Imam seusai melakukan MOU kesepakatan moral di jajaran reserse wilayah hukum Polwiltabes Bandung, di aula Mapolwiltabes Bandung, Jumat (23/4).

Ia menyarankan tempat pelaksanaan nonton bareng antara lain di GOR Pajajaran atau Lapangan Saparua. Hal itu agar penonton tertampung dan terpusat di beberapa titik. Dengan begitu, pengawasan oleh pihak kepolisian bakal lebih terkontrol. "Dengan demikian, bobotoh yang tidak bisa masuk stadion bisa ditampung di situ. Itu harus dilakukan," katanya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ujar Imam, pihaknya bakal melakukan razia sebelum bobotoh memasuki stadion. Hal itu untuk mencegah bobotoh membawa barang terlarang dan membahayakan.

Sekretaris panpel, Budhi Bram Rachman mengatakan akan memenuhi permintaan polisi agar laga Persib berlangsung tertib dan lancar.

(Khrisna) Sumber PR

Trauma Jelang Lawan Persitara

USAI dikerjai wasit Najamudin Aspiran di Karawang,Sabtu (24/4). Persib kembali akan bertandang ke kandang Persitara Jakarta Utara, Rabu (28/4) mendatang pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010.

Ada pengalaman pahit saat Persibberhadapa dengan "Laskar Si Pitung" tersebut. Tahun lalu tepatnya pada 2 Juni 2009, saat menjamu Persib di Stadion Surajaya Lamongan, Persitara dinilai telah mengganggu netralitas wasit. Saat itu, wasit Setiono dianggap terlalu memihak pada Persitara. Tujuannya jelas, ingin memenangkan Persitara sehingga dapat lolos dari jurang degradasi. Pada pertandingan No. 254 itu, Persitara menang 4-1 atas Persib.

Atas kepemimpinan wasit Setiono, para pemain yang berada di tengah lapangan melakukan aksi mogok main. Waktu itu, para pemain dengan sengaja membiarkan pemain Persitara, Prince Kabir Bello mencetak gol keempat sekitar lima menit menjelang pertandingan berakhir. Dan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pun menilai para pemain Persib tidak bertindak sportif. Komdis PSSI menjatuhkan hukuman larangan bermain di satu pertandingan kepada 11 pemain Persib Bandung.

Para pemain yang mendapat hukuman itu adalah Tema Mursadat (kiper), Maman Abdurrahman, Nyeck Nyobe, Waluyo, Eka Ramdani, Hariono, Cristian Gonzales, Gilang Angga Kusumah, Siswanto, Hilton Moriera, dan Rafael Bastos. Mereka dilarang bermain sebanyak satu kali pertandingan di kancah sepak bola yang ada di bawah naungan PSSI.

Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar pun secara tegas telah memasukkan Setiono pada daftar hitam wasit Indonesia. Secara tegas menolak bermain jika wasit Setiono memimpin laga Persib.

(Khrisna)
Sumber: Galamedia

"Tahan Emosi!", Max, "Lawan Senang Jika Persib Hilang Konsentrasi"

Para pemain Persib Bandung diminta untuk segera bangkit dan melupakan kasus yang menimpa di Stadion Singaperbangsa Karawang, Sabtu (24/4) lalu. Persib harus tetap fokus untuk menghadapi laga-laga berikutnya termasuk melawan Persitara Jakarta Utara di Jakarta, Rabu (28/4) mendatang.

"Sudah lupakan kasus di Karawang lalu. Persib harus fokus kembali untuk pertandingan berikutnya. Kalau terus terlena pada trauma, Persib akan sulit untuk meraih kemenangan," ujar salah seorang legenda Persib Bandung, Max Timisela di Stadion Persib, Jln. Ahamd Yani, Minggu (25/4).

Menurut Max, para pemain Persib harus menghilangkan prasangka buruk terhadap kepemimpinan wasit. Sebelum pertandingan berjalan, para pemain harus sudah siap terhadap segala keputusan wasit. Apalagi jika berlaga di kandang lawan.

Setiap keputusan wasit di pertandingan, lanjutnya, para pemain harus dapat menerimanya dengan kepala dingin. Karena jika ditanggapi dengan emosi, hanya akan menguntungkan lawan.

"Kalau emosi, justru itu yang diharapkan lawan. Mereka akan senang jika Persib kehilangan konsentrasi. Jadi pemain harus bisa mengatur emosi," katanya.

Max menambahkan, kejadian berpihaknya wasit memang bukan pertama kali diterima oleh Persib. Bahkan saat ia masih bermain pun, wasit sering berpihak pada lawan. Dengan demikian, harus diketahui oleh para pemain, kualitas wasit di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan.

"Karena itu, pandai-pandai pemain membawa emosi. Bukan tidak mungkin, wasit bahkan akan berpihak pada Persib meski pun bermain di kandang lawan," ujarnya.

Hal senada diungkapkan pemain Persib Bandung, Cristian Gonzales. Meski mengaku masih jengkel dengan kejadian di Karawang, "El Loco" memilih untuk fokus pada laga melawan Persitara nanti.

"Saya kecewa Persib kalah karena tidak diperlakukan adil oleh wasit. Tetapi liga belum selesai. Persib pun masih butuh kemenangan. Seharusnya kita mulai melupakan kekecewaan agar tidak menjadi bumerang saat bertanding di laga selanjutnya," kata Gonzales, kepada wartawan,

Gonzales khawatir jika timnya masih terkekang rasa trauma. Ia mengimbau Eka Ramdani cs. agar secepatnya memulihkan mental bertanding sehingga mampu menuai poin sempurna di sisa 6 laga LSI musim ini. Dan khusus untuk pertandingan kontra Persitara, Gonzales berharap wasit yang memimpin jalannya laga bisa bertindak netral.

"Kejadian di pertandingan melawan Pelita jangan sampi diulangi lagi. Kita berharap wasit bisa adil di pertandingan berikutnya. Saya tidak ingin, kejadian musim lalu saat kita mogok main di kandang Persitara kembali terulang," tegasnya.

Apalagi, El Loco masih berharap Persib bisa finis di urutan kedua LSI tahun ini.

(Khrisna)
Sumber: Galamedia

Persib "gugat" PSSI. Umuh: "Sebaiknya Liga dihentikan saja"



Buntut rusuhnya laga melawan Pelita Jaya di Stadion Singaperbangsa Karawang, Sabtu (24/4) lalu, kubu Persib Bandung akan melayangkan surat protes dan "menggugat" PSSI. Surat itu rencananya akan dibawa langsung Sekretaris Persib, Yudhiana ke Jakarta hari ini, Senin (26/4).


Salah satu butir isi surat yang akan dilayangkan Persib tersebut, yaitu perilaku wasit Najamudin Aspiran yang dianggap merugikan Persib. Persib pun akan meminta keadilan atas kejadian tersebut.

"Kita meminta wasit benar-benar ditindak tegas karena sangat jelas memihak tim tuan rumah. Saya rasa akan sangat keterlaluan jika PSSI tidak menindak wasit," ujar Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar kepada wartawan, Minggu (25/4).

Umuh berharap PSSI bisa memegang teguh komitmen tentang pemberantasan mafia wasit di persepakbolaan Indonesia. Karena kasus seperti yang menimpa di Karawang, bukan kali pertama diterima Persib. Pada beberapa kasus, Persib sering "dikalahkan" wasit yang lebih memihak tuan rumah.

"Lebih baik liga dihentikan saja kalau masih banyak wasit yang tidak becus memimpin pertandingan. Terus terang kita sangat sakit hati dengan insiden yang terjadi di Singaperbangsa kemarin," ujar Umuh.

"PSSI harus bisa memegang komitmennya sendiri tentang pemberantasan mafia wasit. Saya pun memegang teguh pertemuan manajer tim, wasit, dan BLI beberapa waktu lalu, terkait kesepakatan menjunjung tinggi sportivitas. Olahraga sepak bola itu hiburan, tetapi kalau masih ada wasit yang enggak bener, ya ngapain kompetisi ini diteruskan, karena hanya akan menyudutkan tim-tim yang tidak berdaya saja," lanjutnya.

Umuh mengakui, dampak dari kasus tersebut, timnya dilanda trauma cukup hebat. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengembalikan kepercayaan diri para pemain. Mental bertanding para pemain memang menurun akibat kasus memalukan tersebut. "Kami berharap peristiwa di Stadion Singaperbangsa itu tidak terjadi lagi," tegas Umuh.

"Maung Bandung" sendiri dijadwalkan bakal kembali melakoni laga tandang pada Rabu (28/4) mendatang. Dan kembali Umuh berharap agar laga tersebut dapat berjalan secara fair.

"Ya mudah-mudahan saja kejadian tahun lalu saat kita dijamu Persitara di Lamongan tidak kembali terulang. Secara pribadi saya sudah sangat capek terus-menerus dikerjain wasit. Saya berani mengatakan, Persib punya kualitas permainan sangat baik dan jika wasit netral, kita akan benar-benar merasa berterima kasih," tukasnya. (B.98)**


(Khrisna)
sumber: Galamedia

Sunday, April 25, 2010

Telah Dibuat Situs Piala Dunia BB

Berita Bobotoh (BB) Kini membuat situs khusus piala dunia.
beralamat www.pialadunia-BB.blogspot.com

Silakan membuka untuk berita terpanas piala dunia dan jadwal lengkap Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Persib Curiga Dicurangi



Manajemen Persib Bandung merasa curiga adanya kecurangan secara sistematis yang dialami Pangeran Biru pada pertandingan melawan Pelita Jaya Karawang di Stadion Singaperbangsa dalam lanjutan Superliga Indonesia 2009/10.

Manajer tim Persib Umuh Muchtar mengatakan, dirinya melihat sejumlah kejanggalan di pertandingan ini. Ia merasa heran ketika laga ini batal disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi nasional.

“Saya merasa ada kecurangan secara sistematis yang dialami Persib Bandung. Mulai dari pertandingan yang seharusnya siaran langsung, tetapi tidak jadi, dan adanya wasit yang kurang netral dalam memimpin pertandingan,” cetus Umuh.

Karena itu, Umuh meminta pertandingan melawan Pelita Jaya diulang dari awal di tempat netral untuk mengetahui siapa pemenang sesungguhnya di laga ini. Umuh juga berharap pengawas pertandingan [PP] bisa memberikan laporan yang sesuai dengan kenyataan di atas lapangan mengenai kepemimpinan wasit.

“Kami merasa dijahili, dan kami kecewa kepada wasit. Karena itu, saya akan meminta pertandingan ini diulang di tempat yang netral. Saya pikir pengawas pertandingan juga sudah tahu kalau wasit tidak benar memimpin pertandingan. Mudah-mudahan dia membuat laporan berdasar realitas sesungguhnya,” tutur Umuh.

(Khrisna)
Sumber: Goal

Persib Siapkan Surat Protes

Manajemen Persib tidak mau di sisa laga LSI dan Piala Indonesia pertandingan Persib dipimpin wasit Najamudin Aspiran. Wasit asal Balikpapan ini dinilai sangat merugikan Persib saat dikalahkan Pelita Jaya, Sabtu (24/4).

Menurut manajer Persib, H Umuh Muhtar, tim Persib trauma atas keputusan-keputusan Najamudin yang kontroversial, termasuk tidak memberikan penalti kepada Persib atas dua pelanggaran yang terjadi di dalam kotak penalti Pelita.

Umuh mengatakan, wasit malah memberikan tendangan bebas untuk Pelita tanpa dasar yang jelas, padahal pemain Persib yang dilanggar oleh pemain belakang Pelita. Umuh mengaku, pihaknya kini bingung harus bersikap seperti apa jika persoalan wasit ini tidak pernah diselesaikan PSSI.

"Kenapa selalu Persib yang jadi korban? Ini jelas-jelas mencoreng muka sepak bola Indonesia. Kami kapok dipimpin oleh wasit seperti Najamudin atau Setiyono," kata Umuh ketika dihubungi Minggu (25/4) sore.

Sejak insiden di Singaperbangsa, Karawang, Sabtu lalu, kubu Maung Bandung dipastikan tidak lagi rela pertandingannya dipimpin Najamudin. Surat protes dan surat keberatan sudah dibuat oleh manajemen dan siap diserahkan kepada PT Liga Indonesia.

"Kami sudah siapkan suratnya dan baru Senin ini dikirimkan kepada PT Liga Indonesia. Kami berharap surat protes ini bisa ditanggapi dengan serius oleh PT Liga Indonesia," kata Umuh.

Pria yang juga menjabat Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) ini mengaku kasihan terhadap para pemain yang sudah tampil habis-habisan. Sebab, kerja para skuad menjadi sia-sia karena dinodai keputusan wasit yang tidak profesional.

"Jadinya percuma saja kualitas para pemain bagus kalau akhirnya wasit-wasit juga yang mencederai pertandingan. Saya kira tim lain juga pasti akan protes kalau dikerjai seperti ini," katanya. (tor)

(Khrisna)
Sumber: Tribun

Gonzalez Siap Fokus Lawan Persitara

Striker Persib Cristian Gonzalez berharap semua pemain sudah mulai fokus menghadapi Persitara dalam lanjutan ISL, Rabu (28/4). Pemain berjuluk El Loco ini meminta rekan-rekannya untuk segera menghilangkan trauma demi menatap kemenangan di pertandingan selanjutnya.

Hingga kemarin, kekecewaan dan trauma memang masih dirasakan seluruh skuad Persib. Namun Gonzalez memilih fokus untuk laga berat di kandang Persitara, yang di akhir pekan kemarin sukses membantai tim kuat Sriwijaya dengan skor telak 5-1.

"Saya kecewa kita kalah dan diperlakukan tidak adil oleh wasit. Seharusnya kita mulai melupakan kekecewaan," ujar Gonzalez kepada Tribun, Minggu (25/4).

El Loco mengaku masih menyimpan motivasi besar mengenai peluang timnya menduduki posisi dua besar di klasemen akhir Liga Super Indonesia (LSI). "Kita harus sudah bisa fokus lagi agar kekecewaan kemarin tidak menjadi bumerang saat bertanding di laga selanjutnya," tambah topskorer Persib ini.

Berbicara soal teknis, Gonzalez optimistis timnya berpotensi menuai tiga poin terlepas dari siapa pun yang menjadi lawan Persib di sisa laga. Namun, lanjutnya, kadang sepak bola di Indonesia tak hanya mengandalkan kemampuan saja.

"Contoh lawan Pelita, kita dikalahkan bukan lawan, melainkan oleh wasit. Kita sudah bermain bagus dan Pelita juga main bagus. Di lapangan kita sportif, ketika ada pemain yang terjatuh, lawan langsung menolongnya. Tetapi sekali lagi wasit yang merusak pertandingan," kata mantan penyerang Persik Kediri ini.

(Khrisna)
Sumber: Tribun

Bungkap Persiba, Persija Naik Satu Peringkat

Persija Jakarta sukses menggulung tamunya Persiba Balikpapan 3-0, dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (25/4/2010).

Pada laga sore ini, Macan Kemayoran -julukan Persija- mengandalkan Bambang Pamungkas (Bepe), Emalue Serge, dan Aliyudin di barisan penyerang. Strategi yang diterapkan pelatih Benny Dolo terbilang cukup ampuh.

Terbukti, saat laga baru berjalan enam menit, teriakan seluruh Jakmania -sebutan pendukung Persija- yang memadati stadion sontak bergemuruh usai Emalue Serge menyarangkan bola ke gawang Persiba, yang dikawal I Made Wirawan.1-0 Persija memimpin.

Hanya dua menit berselang, giliran Aliyudin yang memaksa Made Wirawan memungut bola dari gawangnya sendiri. Usai memanfaatkan umpan Bepe, punggawa Timnas Merah Putih membawa Persija unggul 2-0.

Belum puas dengan dua gol, Macan Kemayoran terus menggempur pertahanan tim tamu. Aliyudin sempat menciptakan peluang emas di menit 27 dan 34. Sayang, Made Wirawan sigap menyelamatkan gawang Persiba.

Hingga jelang turun minum, gawang Persiba kembali bergetar. Tepat di menit 40, Serge mencetak gol keduanya sore ini dan membawa Persija jauh meninggalkan tamunya 3-0.

Meski berat, Persiba enggan lempar handuk sebelum wasit meniup peluit panjang. Babak kedua, Anak-anak asuh Hariadi sempat memberi tekanan bagi pertahanan Persija.

Beberapa kali mengancam, namun gawang M. Yasir urung kebobolan. Justru Macan Kemayoran nyaris memperbesar keunggulan, lewat peluang emas Bepe yang diciptakannya melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti.

Alhasil, hingga akhir laga, tiga gol Persija tak mampu terbalaskan. Praktis, Persiba harus pulang dengan tangan hampa. Atas kemenangan ini, Persija naik satu strip ke peringkat 10 klasemen sementara LSI, dengan torehan 28 poin. Sementara Persiba, tetap menduduki peringkat tiga dengan raihan 50 poin.
(Khrisna)
Sumber: Okezone

Versus Pelita, Laga Terburuk Persib

Bagi Persib Bandung, laga kontra Pelita Jaya Karawang di stadion Singaperbangsa, Karawang, Sabtu (24/4/2010) sore, menjadi laga terburuk pada Liga Super Indonesia (LSI) musim ini. Tragedi seharusnya tidak terjadi jika wasit adil dalam memimpin.

Bomber asal Uruguay Christian Gonzales mengaku kecewa atas laga yang harus berakhir ricuh. Pemain berjuluk El Loco tersebut mengaku, laga kemarin sore menjadi laga terburuk pada LSI musim ini.

“Situasinya benar-benar kacau. Saya prihatin harus jadi seperti ini,” kata Gonzales, Minggu (25/4/2010).

Pemain bernomor punggung 99 ini menambahkan, dirinya dan para pemain Maung Bandung akan sulit menang jika kondisi wasit terus seperti ini. Bahkan, dia menyatakan, liga tidak akan berjalan baik jika selalu saja ada pihak yang dirugikan.

“Percuma saja kita main habis-habisan dan fair kalau ternyata wasit jadi biang keladi. Semua bisa lihat kinerja wasit seperti apa. Ini benar-benar memalukan,” tandasnya.

Mengenai sikap para pemain, bobotoh dan ofisial tim yang begitu emosi, El Loco menyatakan, mereka adalah manusia yang juga bisa marah jika diperlakukan tidak adil. Bomber yang sudah mengoleksi 15 gol pada musim ini pun menegaskan, jika tidak ada pemicunya, maka tidak mungkin para bobotoh dan ofisial tim akan melakukan tindakan yang tidak terpuji.

“Kalau kita terus dirugikan, kita pasti marah. Wajar saja, jadi jangan salahkan mereka. Lihat pemicunya siapa,” tegasnya.
(Khrisna)
Sumber: Okezone

Persib Khawatir Insiden Karawang Terulang

Foto: Para punggawa Persib Bandung / Irfan Al-Faritsi (SI)

BANDUNG - Kubu Persib Bandung sangat mengkhawati


Kubu Persib Bandung sangat mengkhawatirkan insiden seperti di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Sabtu (24/4/2010) sore, kala melawan Pelita Jaya terulang. Persib menuding wasit akan selalu menjadi biang kerok laga menjadi ricuh.

"Ini sudah permainan tim yang akan degradasi. Kita tentu sangat khawatir akan terulang saat kita melawan Persitara Jakarta Utara nanti," tegas Asisten Pelatih Yusuf Bachtiar, Minggu (25/4/2010).

Pada Rabu (28/4/2010) nanti, Maung Bandung -julukan Persib- akan dijamu Persitara. Seperti diketahui, Persitara dan Pelita adalah dua tim yang berada di level terbawah klasemen Liga Super Indonesia (LSI) sementara.

Yusuf mengaku, berbagai cara biasanya akan dilakukan oleh tim yang terancam degradasi dan turun ke tahta Divisi Utama. Dia hanya berharap, tim-tim lain tetap bermain adil dan tidak terjadi insiden seperti di Karawang.

"Ini sudah rahasia umum. Kalau sampai kinerja wasit terulang di Persitara nanti, maka ini benar-benar menjijikan. Kami harap tidak terulang lagi," tegasnya.
(Khrisna)
Sumber: Okezone

We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.