Pasang Iklan di Sini

Tuesday, March 2, 2010

Berjanji kawal Stadion Gedebage


Stadion gedebage


SAAT ini, Persib Bandung masih dipusingkan dengan belum menentunya markas yang akan digunakan untuk menyelesaikan Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 ini. Pasalnya Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung yang biasa digunakan Persib rencananya akan direnovasi. Sehingga Persib pun terancam hengkang dari stadion tersebut.


Masalah ini seharusnya tidak boleh terjadi bagi klub sebesar Persib. Persib sudah sepatutnya memiliki stadion sendiri yang representatif. Pemkot Bandung memang tidak tinggal diam. Pemkot Bandung kini tengah membangun stadion di Gedebage.

Pembangunan stadion tersebut bahkan sudah didengungkan sejak lama Wali Kota Bandung, H. Dada Rosada. Namun tampaknya baru tahun ini pembangunannya dimulai.

Hal ini juga yang menjadi prioritas pengawasan DPRD Kota Bandung. Ketua DPRD Kota Bandung, Erwan Setiawan pun berjanji akan mengawal pembangunan stadion agar selesai tepat waktu.

"Stadion Gedebage memang harus dikawal serius. Kita tidak ingin pembangunan stadion molor," tegasnya.

Erwan mengatakan, tidak memiliki stadion yang representatif sebenarnya sebuah kerugian bagi Persib. Terlebih Persib harus menumpang ke tim lain seperti saat ini.

Salah satu contohnya, Persib terpaksa bermain tanpa penonton saat menghadapi Persija Jakarta beberapa waktu lalu. Hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi jika Persib memiliki stadion sendiri di Kota Bandung. Karena larangan tanpa penonton bukan berasal dari PT Liga Indonesia, melainkan dari muspida setempat.

"Kita semua bertekad agar Persib bisa bermain di Stadion Gedebage. Tentu bukan hanya untuk kepentingan Persib, melainkan juga untuk kemajuan olahraga di Kota Bandung dan Jabar," tuturnya.

Terlepas dari semua kendala yang dihadapi pada pembangunan stadion tersebut, Erwan meminta agar Pemkot Bandung serius dalam melaksanakan pembangunannya.

"Kita semua mendukung. Jadi Pemkot Bandung pun harus bekerja sesuai rencana yang telah ditetapkannya. Mudah-mudahan saja stadion tersebut selesai sesuai jadwal dan bisa segera digunakan Persib," tukasnya. (brilliant awal/"GM")

El locco undang 99 anak yatim

STRIKER Persib Bandung, Cristian Gonzales tampaknya patut menjadi contoh bagi para pemain "Maung Bandung" lainnya. Pada setiap momen yang dianggap penting dalam hidupnya, ia selalu berbagi kebahagiaan dengan para anak yatim.


Hal itu juga yang ia lakukan saat anaknya Vanesa Siregar Gonzales merayakan ulang tahunnya yang ke-2 dan syukuran khitanan Querrido Michael Gonzales, Minggu (28/2). Pada acara syukuran tersebut, "El Loco" mengundang 99 anak yatim dari Panti Insan Harapan Kota Bandung.

Anak-anak tersebut dihibur dengan sejumlah permainan yang dipandu beberapa badut yang sengaja didatangkan. Selain itu, mereka pun diberi kenang-kenangan dan uang saku dari keluarga Gonzales.

"Ini bukan pertama kali kami lakukan. Sejak dulu saya berusaha berbagi kebahagiaan dengan anak yatim. Saat bermain di Persik Kediri, saya mengundang 10 anak yatim. Karena saat itu, nomor punggung saya, 10. Kini 99 anak karena nomor punggung saya, 99," aku striker asal Uruguay ini.

Gonzales pun mengaku senang dengan acara ini. Karena pada acara tersebut, para anak yatim tersebut mendoakan dirinya agar tetap sehat dan selalu bisa bermain di Persib hingga akhir musim.

"Semoga saja doa mereka bisa menjadi kekuatan bagi saya," tuturnya.

Pengurus Panti Insan Harapan, Muhammad Gunawan mengaku salut dengan apa yang dilakukan Gonzales. Bahkan menurutnya, hal itu harus ditiru para pemain yang lain.

"Saya memang selalu mendoakan agar Persib bisa menang. Tetapi kali ini kami juga mendoakan agar Gonzales bisa sehat dan tidak cedera agar bisa membawa Persib juara," katanya.

Sedangkan Robby, salah seorang anak yatim, mengaku sangat senang dengan undangan ini. Apalagi yang mengundangnya idolanya di Persib.

"Ya senang karena bisa bertemu langsung dengan Gonzales. Apalagi banyak juga pemain Persib yang lain," katanya.

Pada acara tersebut memang hadir beberapa pemain Persib, seperti penjaga gawang Cecep Supriatna, Aji Nurpijal, Hilton Moreira, Airlangga Sucipto, Manajer Umuh Muchtar, dan pelatih Jaya Hartono.

Ya semoga saja doa para anak yatim tersebut dikabulkan Sang Pencipta sehingga Persib bisa menjadi juara tahun ini. Amin. (brilliant awal/"GM")

Artikel-Penonton tanpa tiket JELAS merugikan Persib

"BAGIMU Persib Jiwa Raga Kami" adalah lirik dari lagu nasional "Bagimu Negeri" yang digubah oleh bobotoh untuk mendukung prestasi dan kemajuan Persib. Gubahan lagu yang mencerminkan totalitas kecintaan terhadap tanah air tersebut sering terlihat di spanduk dan kaus. Tak jarang, juga menggema di stadion lewat nyanyian penonton ketika Persib bermain.

Namun, apakah rasa kecintaan bobotoh kepada Persib yang sudah menyerupai kecintaan membela tanah air? Bila melihat masih ada oknum bobotoh yang masuk stadion tanpa tiket dan bertindak anarkistis di dalam stadion, rasanya hal itu masih jauh dari harapan.

Persib Bandung yang tidak lagi mendapat dukungan dana dari APBD di musim ini, tentu kehilangan sumber pendanaannya dan membutuhkan dukungan dari bobotoh atau sponsor. Penjualan tiket dan dukungan sponsor mungkin satu-satunya cara bagi "Pangeran Biru" untuk bisa berlaga di Liga Super Indonesia (LSI).

Di sisi bisnis, antusiasme bobotoh memang berkontribusi mendatangkan sponsor yang banyak, dan itu sudah terjadi. Namun, antusiasme bobotoh dan kontribusinya pada pendapatan Persib mungkin bisa dikatakan masih jauh panggang daripada api.

Masih banyaknya penonton tanpa tiket yang bisa masuk ke stadion adalah bukti minimnya pendapatan Persib dari tiket. Bila sudah begitu, siapa yang salah? Kesalahan mungkin ada di pihak panitia pertandingan yang masih membiarkan penonton tanpa tiket masuk ke stadion. Selain itu, oknum bobotoh yang mengaku mendukung Persib tetapi tidak mau membeli tiket, juga menjadi penyebab minimnya pendapatan Persib dari penjualan tiket.

"Sudah sering nonton dan kadang tidak beli tiket. Biasanya juga bila sudah banyak penonton yang tidak bisa masuk, suka dimasukkin oleh petugasnya," kata Adi, penonton Persib asal Ciranjang Kab. Cianjur yang ditemui di Stadion Si Jalak Harupat saat Persib menjamu Persisam, baru-baru ini.

Hal senada diakui penonton Persib asal Cipatik Kab. Bandung, Riki. Ia mengaku, sering menonton Persib tanpa membeli tiket. "Saya tidak punya uang cukup, tetapi ingin nonton di stadion karena nonton di televisi tidak ramai," kata remaja tersebut. "Saya sering lolos pengawasan dan bisa masuk dengan ikut ke bapak-bapak yang punya tiket," katanya.

Menurut salah seorang panpel, Rukandi, biasanya anggota panpel memang memiliki jatah untuk memasukkan dua orang dari keluarganya.

Selain itu, mungkin saja praktik menyuap petugas tiket atau menjual kembali tiket yang tidak dipotong, yang sering diistilahkan sebagai tiket keriting.

Bisa masuk stadion tanpa tiket seperti itu, bisa dipastikan akan memberikan contoh buat ratusan atau ribuan penonton untuk melakukan hal serupa. Kondisi itu terbukti karena kita sering melihat Stadion Si jalak Harupat dipadati penonton di luar stadion. Padahal, stadion sudah penuh dan pertandingan sudah dimulai.

Belum ada rilis resmi berapa pendapatan Persib dari tiket. Namun, bila kita melihat padatnya penonton di setiap pertandingan Persib di Stadion Si Jalak Harupat yang memiliki kapasitas sekitar 32.000 penonton, rasanya pendapatan Persib dari tiket bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Dengan catatan, semua penonton membeli tiket.

Bila penonton terus masuk tanpa tiket dan panpel tidak disiplin, bukan tidak mungkin dukungan 100 persen terhadap Persib yang selalu dielu-elukan oleh bobotoh tidak bisa membuat "Pangeran Biru" menjadi maju. (Krishna Ahadiyat/"PR")

Persib kesulitan lapangan, latihan di Lapangan Indoor ( Versi 2 )

Selain kehilangan 6 pemain pilarnya yang tengah bergabung dengan tim nasional, Persib Bandung yuang akan menghadapi Bontang FC pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 menghadapi kendala lain. Tim pelatih kesulitan mencari lapangan untuk tempat berlatih.


"Apalagi, saat musim hujan seperti sekarang, banyak lapangan yang tidak bisa digunakan," kata pelatih Persib, Jaya Hartono, usai memimpin sesi latihan sore di Kiaracondong Center, Jln. Ibrahim Adjie Bandung, Senin (1/3).

Dikatakan Jaya, program latihan di ruang tertutup seperti yang dilakukan sore kemarin merupakan bentuk antisipasi tidak adanya lapangan besar yang bisa dipakai pada saat turun hujan.

"Untuk beberapa tujuan latihan, di sini (ruangan tertutup, red) bisa tercapai. Tapi, kita tetap membutuhkan latihan di lapangan besar untuk sasaran latihan yang lain," kata Jaya.

Dijelaskannya, beberapa sasaran latihan yang tetap bisa didapatkan di lapangan tertutup, antara lain soal mengasah teknik, kecepatan, penyelesaian akhir, naluri gol, dan kekompakan. "Tapi untuk urusan taktik dan strategi tetap membutuhkan lapangan besar," ujarnya.

Kendati menghadapi kesulitan lapangan, Jaya tetap berusaha agar program latihan tidak terlalu terganggu. "Mau bagaimana lagi? Sekarang, saya hanya bisa mencoba terus berlatih di tempat-tempat yang masih bisa dipakai," ujarnya.

Kubangan

Kesulitan Persib mencari tempat latihan berawal dari semakin parahnya kondisi lapangan di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung. Selain rumputnya mulai gundul, lapangan pun berubah menjadi kubangan saat turun hujan.

"Jangankan untuk game, hanya untuk latihan pun, saya kira sudah tidak layak. Lapangan sudah menjadi kubangan pada saat hujan turun," kata mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini.

Kendati demikian, Jaya tetap memprogram beberapa sesi latihan, terutama untuk latihan fisik di stadion yang baru direnovasi dua tahun silam itu. "Sedangkan untuk program latihan taktik dan strategi, kita pakai Stadion Siliwangi, jika tidak hujan," tegasnya.

Sumber: Galamedia

Persib kesulitan lapangan, latihan di Lapangan Indoor ( Versi 1 )

Untuk kesekian kalinya, para pemain Persib terpaksa berlatih di lapangan indoor di daerah Kiaracondong. Hal ini diputuskan tim pelatih karena melihat lapangan Persib di stadion Sidolig, jalan Ahmad Yani, yang sudah tidak mungkin lagi digunakan karena kondisinya sangat buruk.

Selain banjir, lapangan di stadion sidolig pun sudah tidak layak untuk dijadikan tempat berlatih tim sekelas Persib. Pada saat kering juga hanya beberapa bagian lapangan saja yang kondisinya masih dapat dijadikan tempat berlatih.

Sedangkan lapangan alternatif lainnya, yaitu lapangan di stadion Siliwangi tidak dapat digunakan ketika dan sesudah keadaan hujan. Begitu pula lapangan-lapangan lainnya di Bandung, misalnya lapangan sepakbola milik Pusdikpom di cimahi. Keadaan ini mengkhawatirkan pelatih kepala Jaya Hartono yang tidak bisa memaksimalkan program latihan kepada anak asuhnya.

“Lapangan di mess Persib banjir. Begitu pula lapangan-lapangan lainnya di Bandung yang tidak dapat di gunakan pada saat hujan begini. Mau bagaimana lagi, kita terpaksa berlatih disini dulu,” kata Jaya Hartono di Soccer Coop.

Berlatih di lapangan indoor sebenarnya tidak seefektif berlatih di lapangan besar. Namun Jaya mengatakan bahwa setidaknya berlatih di lapangan kecil juga dapat dimanfaatkan untuk mengasah agility, penguasaan bola, naluri gol, dan kecepatan gerak para pemain. Kerugiannya adalah para pemain tidak bisa dilatih dengan materi taktik dan strategi, yang menurutnya sangat penting untuk mempertajam kerjasama antar pemain.

“Dengan permainan lima lawan lima, tidak mungkin kita berlatih dengan materi mengasah kerjasama tim. Paling kita akan memaksimalkan sesi latihan pagi untuk mengasah taktik dan strategi tim,” ujarnya.

Untuk latihan besok, Persib rencananya akan melakukan latihan kebugaran Gym di batununggal pada pagi hari, sedangkan untuk sore, belum ditentukan lagi, apakah akan berlatih di lapangan besar atau kembali di indoor.

Sumber: Simamaung

Sunday, February 28, 2010

Jaya akan Efektifkan Rotasi Pemain

Tanpa melakukan penambahan pemain pelapis di posisi sayap, pelatih Jaya Hartono percaya skuad Persib yang ada sekarang mampu mengangkat prestasi tim pada putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010. Jaya akan memanfaatkan materi yang ada dan mengefektifkan rotasi pemain.


Kesimpulan itu ditegaskan Jaya setelah melihat laga yang ditujukan para pemain Persib untuk mengetes kemampuan. Jaya akan memaksimalkan potensi anak asuhnya mulai dari sepuluh hari menjelang pertandingan kandang melawan Bontang FC, Kamis (11/3). Salah satunya dengan memantapkan taktik permainan.

"Sekarang tidak ada waktu lagi untuk menambah pemain, waktunya sudah habis dan saya tidak mau memaksakan adanya pemain apabila tidak terlalu istimewa. Dan setelah melihat uji coba lawan U-21 yang saya tujukan untuk mengetes Lee, hasilnya dia tidak sesuai dengan kebutuhan Persib," katanya.

Jaya tak ingin memaksakan tambahan amunisi apabila pemain baru tidak memenuhi kebutuhan Persib, apalagi ditambah waktu transfer yang sudah habis. Dengan demikian, dia kembali ke pakem semula dengan menjalani pergantian pemain seperti yang terjadi pada pertandingan sebelumnya.

Selama ini, apabila Gilang kelelahan atau terkena akumulasi kartu kuning, Wildansyah yang dipercaya menggantikan posisinya. Namun, tim pelatih menilai Wildansyah tidak mempunyai karakter yang sama dengan Gilang. Wildan berkarakter sebagai gelandang bertahan bukan penyerang, sedangkan Persib membutuhkan bantuan gelandang penyerang apabila ingin
meraih poin.

Sumber: PR

Umuh berharap teleponnya kembali

H Umuh Muhtar masih berharap, ada seseorang yang mengembalikan telefon genggamnya yang hilang dari saku baju beliau pada hari pertandingan dimana menjadi pertandingan terakhir Kosin membela Persib, hari sabtu, tanggal 20 Februari lalu, di stadion si Jalak Harupat, Soreang.

H Umuh memperkirakan telefon genggamnya hilang disaat setelah pertandingan berakhir. Saat itu, keadaan memang sedikit ricuh ketika Kosin, yang akan diarak mengelilingi stadion dikerubuti oleh para bobotoh sehingga, H Umuh yang berada didalam kerumunan tidak merasakan bahwa ada seseorang yang mengambil telefon genggamnya dari saku dalam jaketnya.

“Yang saya ingat, ketika itu banyak bobotoh mengerubungi saya, sehingga saya tidak bisa merasakan ada yang mengambil telefon genggam tersebut”, ujar H Umuh di stadion siliwangi pagi ini.

Beliau berjanji tidak akan marah ataupun mencurigai kepada siapa saja yang bisa mengembalikan telefon genggamnya. Bukan karena faktor telefonnya yang beliau resahkan, namun data-data yang tersimpan pada memori dan kartu SIM-nya yang sangat dibutuhkan oleh beliau.

“Saya sampai ngahuleung duduk di dalam bus Persib sewaktu pulang. Mikirin data-data penting yang ikut terbawa hilang. Saya sedih, itu bobotoh yang mengambil meni tega. Saya masih berharap ada seseorang yang mengembalikan data-data tersebut”, harapnya.

Sumber: SIMAMAUNG

Saturday, February 27, 2010

Hot! Jaya: Irwan jelek mentalnya, coba lihat wildansyah.

Tidak berhasilnya Persib Bandung untuk menambah amunisi pada posisi wing back yang kekurangan tenaga meninggalkan pertanyaan besar pada konsistensi permainan di sayap yang akan dijalankan Persib pada sisa putaran kedua Liga Super Indonesia musim 2009/2010. Mau tidak mau, tim pelatih harus bekerja keras terhadap peningkatan kualitas permainan para pelapis.

Satu diantara yang diharapkan adalah Irwan Wijasmara. Pemain yang berposisi asli sebagai wing back kiri ini dinilai Jaya Hartono memiliki kemauan berkompetisi yang rendah.

“Pada awal musim ini, saya berharap banyak pada penampilan Irwan di sayap kiri. Dibanding Atep saat itu, saya lebih konsentrasi untuk mempercayakan posisi sayap kiri pada Irwan. Namun ia ternyata tidak memperlihatkan kemauan yang kuat untuk bertarung pada latihan. Tidak ada perubahan dari dirinya sendiri”, kata Jaya sesaat setelah game bersama Persib u21 pagi ini.

Jaya lalu menceritakan bagaimana Irwan diberi kesempatan yang hampir sama dengan rekan seangkatannya Wildansyah dari awal musim. Dari seluruh 22 pemain yang dimiliki Persib saat ini, yang mempunyai spesialisasi sebagai wing back kiri hanyalah Irwan, makanya ia diharapkan melebihi pemain lainnya. Atep, yang sekarang lebih sering berposisi disana nyatanya adalah seorang gelandang serang, apalagi Cucu, Aji Nurpijal, ataupun Wildansyah yang tidak terbiasa main di sisi.

“Tidak usah jauh-jauh, lihat saja Wildansyah, ia mempunyai keinginan yang kuat dalam berlatih. Berkompetisi tidak hanya di pertandingan, pada latihan pun kompetisi itu ada. Dan saya kecewa terhadap mentality Irwan, mentalnya jelek. Contohnya kemarin, tidak main, tidak ada latihan, tiba-tiba ia cedera, cedera dari mana itu?” kritik Jaya.

Walaupun begitu, tidak mungkin Jaya untuk selalu memperhatikan hanya satu pemain saja, maka Jaya mengharapkan pemainnya itu untuk lebih bersungguh-sungguh dalam berlatih, karena bagaimanapun, Irwan adalah pemain muda yang masih butuh pengalaman dan kesempatan. Apalagi sekarang posisi sayap membutuhkan tenaganya.

“Saya tidak bisa hanya fokus pada satu pemain, fokus saya pada keseluruhan tim. Yang menentukan disini hanyalah kemauan dari dalam dirinya sendiri. Ia harus merubah sikap dan mentalnya dalam berkompetisi dengan pemain lain dalam latihan”, katanya.

Selain harapan perubahan pada Irwan, pagi itu, Jaya Hartono juga mengungkapkan harapannya terhadap pemain Jepang bernomor punggung 11, Satoshi Otomo. Gelandang ini berhasil memperlihatkan mental dan kemauan yang baik dalam pertandingan tersebut.

2 gol berhasil dicetaknya ke gawang lawan. Aksi impresif lainnya adalah fisiknya yang kuat walaupun pagi itu matahari terasa sangat dekat dengan bumi. Disaat pemain lainnya sedikit terkendala panas, ia dengan semangat ala jepangnya selalu berlari mengejar bola dan mencari ruang kosong.

“Satoshi bermain bagus hari ini. Penempatan posisinya dilapangan sangat bagus. Saya berharap ia dapat menampilkan apa yang diperlihatkannya pagi ini. Dua golnya akibat ia cerdik melihat peluang untuk maju kedepan dan melakukan finishing. Ia dapat bergantian dengan Eka untuk menjadi senjata dari second line“, ungkapnya.

Ditanya setelah pertandingan, dibawah teriknya matahari, pemain jepang ini hanya menjawab dengan 1 kata, “hot!” singkatnya, sambil mengguyurkan 2 gelas minuman mineral ke kepalanya.

Ya. Mudah-mudahan ia dapat terus ‘hot’ dalam Liga Super Indonesia.

Sumber Simamaung

Latihan perdana selapang penuh yang dijalankan oleh pemain Korea berusia 19 tahun, Lee Young Pyo, memberikan kesan kekecewaan pada bobotoh yang menonton pertandingan game antara Persib Bandung senior melawan juniornya berumur dibawah 21 tahun pagi ini di stadion Siliwangi, Bandung.


Beberapa teriakan kekecewaan banyak dilontarkan para bobotoh setelah beberapa kali pemain yang menggunakan nomor punggung 21 ini melakukan kesalahan. Apalagi, ia sering meninggalkan posisinya di sayap kanan yang ditugaskan pelatih Jaya Hartono padanya. Ia malah seringkali men-drible bola ke tengah sampai kejantung pertahanan lawan, bukan membawanya menyisir sisi kanan lapang. Apalagi setelah kehilangan bola, ia terlihat tidak turun kebelakang dan hanya berjalan santai.

Seringkali posisi sayap ini ditutup oleh Cucu, Edi Hafid, bahkan oleh Hilton. Sampai Jaya menginstruksikan langsung pada Edi untuk lebih melebarkan posisi bertahannya. Beberapa kali terdengar komunikasi dari pemain lainnya tentang kekacauan posisi mereka karena harus menutup ruang kosong di daerah pertahanan.

Digantinya Lee oleh Gilang Angga pada babak kedua mengisyaratkan bahwa Jaya Hartono sudah menutup pintu rekrutmen terhadap pemain yang menginginkan nilai kontrak sebesar 40 juta perbulannya itu.

Bahkan H. Umuh Muhtar yang datang melihat langsung pun menyatakan kekecewaannya.

“Sudah saya perkirakan sebelumnya, dari usianya, pemain ini masih minim pengalaman, apalagi ternyata ia bukan seorang pemain wing back. Walaupun saya belum berkomunikasi dengan pelatih Jaya, namun sudah tentu ia tidak akan kita kontrak. Kita membutuhkan pemain yang siap tempur, karena bermain di Liga Super tidaklah mudah”, kata H umuh di pinggir lapang.

Berbeda dengan Lee Young Pyo. Dua pemain muda harapan Persib, Airlangga Sucipto dan Dedi Heryanto memperlihatkan keyakinan akan masa depan mereka.

Dedi yang hanya bermain pada babak kedua tercatat melakukan 4 kali penyelamatan penting didepan gawangnya. Sedangkan Airlangga berhasil mencatatkan dua gol, bahkan jika saja beberapa keputusan wasit tidak terlalu ketat, ia bisa saja menambah catatan golnya.

Kengototan Airlangga dinilai wasit yang memimpin pertandingan terlalu keras, sehingga peluit sering terdengar ketika pemain yang akrab disapa Ronggo ini berhasil memenangkan duel bersama lawan.

Saking kesalnya, ia menendang bola sekeras-kerasnya dan mengarah ke tempat duduk bench pemain yang saat itu ditempati para pengurus Persib, diantaranya H Umuh, H Dedi dan manajer Persib u21, Dadan Riza. Untung saja mereka dengan refleksnya dapat menghindar dari bola.

Walaupun lawannya adalah Persib under 21, namun penampilan para pemain muda ini memberikan harapan pada perjalanan Persib musim ini, paling tidak mereka bisa lebih dimatangkan dan diberi kesempatan untuk berkembang pada ajang Copa Indonesia.

Sumber Simamaung

Persib kalahkan 5-1 juniornya

Pagi ini, sabtu (27/02), Persib malakukan latihan bareng dengan juniornya, Persib u21, arahan pelatih Mustika Hadi. Pada latihan game 2×45 menit tersebut Persib senior berhasil memasukan 5 gol dan kemasukan 1 gol. Lineup Persib adalah, Cecep Supriatna, Wildansyah, Edi Hafid Murtado, Aji Nurpijal, Atep, Lee Young Pyo, Munadi, Cucu Hidayat, Satoshi Otomo, Hilton Moreira, dan Airlangga Sucipto. Sedangkan gol-golnya dicetak oleh Airlangga (2), Hilton, dan Satoshi (2) serta M. Agung Pribadi untuk Persib u21.


Pagi ini, sabtu (27/02), Persib malakukan latihan bareng dengan juniornya, Persib u21, arahan pelatih Mustika Hadi. Pada latihan game 2×45 menit tersebut Persib senior berhasil memasukan 5 gol dan kemasukan 1 gol. Lineup Persib adalah, Cecep Supriatna, Wildansyah, Edi Hafid Murtado, Aji Nurpijal, Atep, Lee Young Pyo, Munadi, Cucu Hidayat, Satoshi Otomo, Hilton Moreira, dan Airlangga Sucipto. Sedangkan gol-golnya dicetak oleh Airlangga (2), Hilton, dan Satoshi (2) serta M. Agung Pribadi untuk Persib u21.

Pada game yang dimulai dari sekitar pukul 8 itu, Persib turun dengan tanpa diikuti oleh 6 pemainnya yang tergabung dalam tim nasional Indonesia yang saat ini sudah berada di Brisbane, Australia, untuk menghadapi tuan rumah pada lanjutan kualifikasi piala Asia yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 maret nanti.

Awal-awal babak, permainan maung ngora tampak meyakinkan, aliran bola dari lini per lini berjalan dengan lancar, begitu pula dengan pergerakan para pemainnya. Sampai dengan pada menit ke-9, keefektifan bermain mereka membuat Aji Nurpijal melakukan pelanggaran kepada Rudi Geofani didalam kotak penalti.

M. Agung Pribadi yang dipercaya menjadi algojo berhasil menunaikan tugasnya dan bola menembus jala gawang Cecep Supriatna.

Tertinggal 1 gol membuat para senior terbangun. Dua menit kemudian, akhirnya Hilton berhasil menyamakan kedudukan memanfaatkan kemelut didepan gawang, setelah sebelumnya Atep mengirimkan umpan tendangan sudut. Airlangga Sucipto lalu meneruskan bola hasil diving header Hilton di mulut gawang untuk memperlebar keunggulan. Penalti diberikan wasit setelah Hilton dijatuhkan penjaga gawang Persib U21, Imam. Tendangan penalti Airlangga masuk. Kedua gol Airlangga Sucipto itu terjadi pada menit ke-36 dan ke-38.

Di awal babak kedua, Lee Young Pyo yang sering terlihat di posisi stiker akhirnya diganti oleh pelatih kepala Jaya Hartono. Gilang Angga masuk mengisi kekosongan di posisi sayap kanan tersebut. Juga pada posisi penjaga gawang ditempati oleh pemain Persib masa depan, Dedi Heryanto. Setelah itu, koleganya, Chandra Yusuf juga menyusul.

Baru berjalan 4 menit, gol ke-4 Persib tercipta oleh tendangan pemain jepang, Satoshi Otomo. Satoshi yang berada bebas didekat tiang sebelah kiri gawang lawan, dengan santai menceploskan bola yang sebelumnya mengenai mistar gawang hasil crossing Airlangga yang nyasar. Tidak sampai situ, 26 menit setelahnya, Satoshi kembali mencetak gol untuk melengkapi kemenangan 5-1 Persib atas Juniornya.

“Tujuan dari pertandingan ini adalah untuk melihat kemampuan pemain seleksi, Lee Young Pyo. Namun saya melihat posisi ia bukan pada wing back. Jadi bisa dibilang, saya tidak bisa melihat apapun pada kemampuan dia pada pertandingan ini”, ujar pelatih Jaya Hartono.

Pelatih yang berkeberatan pertandingan ini disebut sebagai uji coba tersebut lalu mengisyaratkan untuk tidak merekomendasikan pemain asal Korea Selatan berusia 19 tahun tersebut kepada manajemen untuk direkrut.

“Kita maksimalkan saja squad yang ada. Tidak akan ada pemain tambahan lagi”, katanya.
Sumber Simamaung

Persib U-21 kalah telak lawan seniornya

BANDUNG, TRIBUN - Meski berhasil unggul cepat di awal babak pertama, akhirnya Persib U-21, yang diarsiteki Mustika Hadi, menyerah juga di tangan Persib senior dengan skor telak 1-5 dalam laga uji coba di Stadion Siliwangi, Sabtu (27/2).

Persib U-21 unggul cepat menit kesembilan lewat eksekusi penalti Agung Pribadi. Wasit memberikan penalti setelah stoper Persib senior, Aji Nuprijal, melanggar striker Persib U-21, Sigit Hermawan, di dalam kotak penalti.

Tertinggal satu gol, Persib mulai mempercepat tempo permainan. Diawali dengan tendangan penjuru di sektor kanan pertahanan Persib U-21, umpan lambung Atep disundul Airlangga Sucipto. Bola dapat ditahan kiper Persib U-21, Imam, tapi bola liar disambar Hilton. Tendangan kerasnya ke sisi kiri gawang membuat skor imbang 1-1 menit ke-11.

Persib senior berhasil membalikkan keadaan menit ke-36. Menerima umpan lambung, Hilton dengan menjatuhkan diri menyundul bola di mulut gawang. Sundulannya mengenai Airlangga sehingga sedikit berbelok arah. Persib senior untuk sementara menang 2-1.

Persib U-21 tidak mampu mengimbangi permainan cepat seniornya. Menit ke-38, wasit kembali menunjuk titik putih setelah aksi solo run Hilton dihentikan oleh kaki kiper Persib, U-21. Airlangga, yang jadi eksekutor, sukses membawa Persib menjauh 3-1 dari juniornya.

Dalam pertandingan 2 x 45 menit ini, Persib senior akhirnya menutup partai uji coba yang disaksikan ratusan bobotoh ini dengan skor telak 5-1 lewat dua gol dari Satoshi Otomo. Gol pertama Satoshi diciptakan menit ke-48 lewat tendangan kerasnya di dalam kotak penalti menerima umpan datar dari Airlangga.

Gol pamungkas dicetak Satoshi menit ke-75 lewat sundulannya di mulut gawang. Satoshi bergitu cermat membaca arah bola umpan Atep untuk menutup skor menjadi 5-1untuk keunggulan Persib dari Persib U-21.

"Pertandingan tadi sebenarnya untuk melihat performa permainan sekaligus untuk melihat kemampuan Lee dalam tim Persib. Anak-anak tadi bermain bagus, terutama Satoshi yang pergerakannya cukup baik," kata Jaya. (tor)

Sumber: Tribun

Jangan pusingkan Arema

KENDATI bertengger di posisi 6 klasemen sementara Liga Super indonesia (LSI) 2009/2010 dengan torehan poin 33 dari 20 kali penampilannya, Maung Bandung belum mau “lempar handuk” dari perburuan gelar juara musim ini.
Hitung-hitungan statistik pasukan Jaya Hartono ini sudah tertinggal 12 poin dari pemuncak klasemen sementara Arema Indoensia yang semakin kokoh dengan raihan 45 poin. Namun Persib masih memiliki

masih memiliki kepercayaan tinggi untuk mengejarnya.
Dengan catatan, Maung Bandung mesti bekerja ekstra keras dengan tidak lagi tergelincir selama melakoni 13 sisa laga di paruh putaran kedua LSI musim ini. Sambil berharap Arema tergelincir di sisa laganya tersebut.
“Bukan tidak mungkin tim yang berada di atas sekali-kali bisa saja tergelincir, dengan catatan kita meski terus memenangkan setiap pertandingan. Saya rasa belum saatnya jika harus menyerah sekarang. Dan saya rasa peluang untuk merebut gelar juara masih terbuka lebar,” ujar Manajer tim Persib Umuh Muhtar.
Arema memang terus membuktikan konsistensinya sebagai pemuncak klasemen sementara. Di laga terakhirnya, skuad Singo Edan ini mampu menaklukkan rival abadinya Persebaya Surabaya. Kendati demikian, lanjut Umuh, Persib sama sekali tak mau terpengaruh dengan apa yang telah diraih tim pesaingnya.
Selama kiprahnya di kompetisi kasta tertinggi ini, Persib memang baru mencatat dua kali kemenangan di laga tandang, melawan Bontang FC 2-0 dan Persik Kediri 3-1. Dibarengi dua kali seri melawan Sriwijaya FC 1-1 dan Arema Indoensia 0-0.
Rekor membanggakan Persib musim ini yaitu tak pernah menuai kekalahan di laga kandang. Untuk itu, Umuh menekankan kepada seluruh pemain di sisa laga agar tidak lagi kecolongan terutama saat melakoni laga tandang.
Sementara menyangkut tambahan pemain yang akan diposisikan untuk pelapis Gilang Angga Kusuma, Umuh masih harus membicarakannya dengan pelatih Jaya Hartono. Apalagi waktu penutupan pendaftaran pemain baru semakin mepet.
Masa pendaftaran pemain untuk putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 sudah akan ditutup pada tanggal 28 Februari ini. “Saya kembali menegaskan kita hanya akan mencari pemain untuk pelapis Gilang, bukan untuk mengantinya. Jadi kalaupun akhirnya kita tidak mendapatkannya, kita akan lebih memilih untuk memaksimalkan pemain yang ada,” katanya.(day)

Sumber: Pasundan Express

We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.