Pasang Iklan di Sini

Sunday, March 7, 2010

Hilton: Indonesia itu aneh

BANDUNG-Siapa menyangka striker Persib Bandung Hilton Moreira ternyata mempunyai penilaian tersendiri tentang Indonesia. Menurutnya, Indonesia dalam banyak hal tidak banyak terdapat perbedaan dengan negaranya Brazil. Sama-sama merupakan negara dunia ketiga atau negara berkembang, akan tetapi Indonesia merupakan negara yang penuh keanehan.


Keanehan itu dikarenakan di Indonesia setiap warga negara ditarik pajak. Akan tetapi infrastruktur yang dimiliki negeri ini masih jauh ketinggalan dibandingkan negaranya. Hal itu karena di Brazil, tidak bisa atau nyaris tidak ada sama sekali infrastruktur seperti jalan yang rusak dan berbagai hak warga masyarakat akan mudah terpenuhi tanpa harus mengeluarkan kembali biaya.
“Kalau di Brazil itu setiap warga negaranya ditarik pajak dengan harga yang sangat mahal sekali. Tapi, di sana tidak ada jalan yang rusak seperti di Indonesia dan sekolah gratis. Begitu juga bagi masyarakat yang sakit akan dengan mudah diobati rumah sakit pemerintah tanpa harus bayar,” kata Hilton kepada Bandung Ekspres (Grup Pasundan Ekspres), kemarin.
Dijelaskannya, secara struktur sosial masyarakat Brazil antara si kaya dan si miskin tidak terlalu kelihatan jomplang perbedaaanya. Bahkan masyarakat Brazil secara angka lebih banyak dihuni oleh orang yang kelas menengah.
Lebih lanjut ketika ditanya apakah di negaranya juga terjadi banjir seperti di Baleendah? Pemain berjuluk El Samba ini menjawab bahwa banjir akan terjadi di semua negara tanpa terkecuali. Karena banjir dan bencana alam lainnya telah menjadi masalah global bukan lokal lagi.
“Kalau di sini musim hujan pasti banyak daerah yang terkena banjir. Tapi, kalau di Brazil mungkin tidak sebanyak di Indonesia,” ujar pemain yang telah lima tahun tinggal di Indonesia ini.
Sementara itu, pada saat kunjungan Persib Bandung ke posko banjir di Baleendah Kabupaten Bandung, kemarin, Hilton menjadi pemain yang paling antusias dalam mengikuti acara bertema sosial tersebut. Hilton seolah tengah berada di tengah-tengah saudaranya sendiri. Tanpa canggung ia berbaur bersama korban lainnya dan melayani berbagai permintaan para korban banjir yang meminta tanda tangan dan foto bersamanya.
Bahkan sesekali, tampak Hilton dengan senang hati menggandeng seorang anak kecil korban banjir Cieunteung dan mengajaknya bercanda untuk ikut bersamanya ke Brazil. Tak berhenti di situ, jiwa low profile ditunjukkannya dengan tidak ragu untuk mencium anak korban banjir tersebut.
Ketika Bandung Ekspres menanyakan kenapa ia begitu akrab dengan anak kecil, Hilton berseloroh setiap kali melihat anak kecil ia selalu teringat anaknya yang baru berusia 7 bulan.
“Saya ingat anak saya yang masih kecil juga. Semoga dia saya tinggalkan dalam keadaan baik-baik saja di sana dan banyak orang yang mencintainya,” pungkasnya.(hed)


Persib pernah melakoni 41 laga Internasional

41 pertandingan internasional pernah di lalui PERSIB
Penulis: uknowwho

Tahukah anda bahwa dalam masa 1973 hingga 1995, Persib telah melakukan tidak kurang dari 41 pertandingan persahabatan internasional? Pertandingan-pertandingan tersebut tidak termasuk pertandingan Persib di King’s Cup 1978, Queen’s Cup 1978, Piala Marah Halim, Piala Jusuf, Piala Tugu Muda, dan Piala Sultan Hassanal Bolkiah 1986. Apalagi, data itu belum termasuk..............

pertandingan pada masa sebelum 1973 dan setelah 1995. Melawan Selangor, Hyundai, dan Kelantan yang terjadi dalam 2-3 tahun terakhir ini misalnya. Inilah lawan-lawan Persib dari tim asing.

Sao Paulo (Brasil, 2 kali), Levsky Spartak (Bulgaria, 2 kali), Western Suburb Soccer Club (Australia), Tatung (Taiwan), Esbjerg (Denmark), Uni Soviet U-23, BRNO (Ceko), Yugoslavia U-23, Atletico Mineiro (Brasil), Legia Warsawa (Polandia), Italia U-21, B-1903 (Denmark), Go Ahead Eagles (Belanda), Selangor (Malaysia), Melayu (Singapura), Kelantan (Malaysia), SGSFL (Singapura), Muenchen University (Jerman), Korea Selatan, Vigilante (Singapura), Khairat Alma Ata/Lokomotif (Uni Soviet), Malacca (Malaysia), DNEPR/Deniver (Uni Soviet), Croatia Sydney (Australia), Tze Chiang (Taiwan), Freiburg (Jerman), Diraja (Malaysia), Torpedo Kutaisi (Uni Soviet), America (Brasil), FC IQ (Belanda), PSV Eindhoven (Belanda), Hallelujah (Korea Selatan), Juventus (Brasil), KNVB (Belanda), Kuala Lumpur (Malaysia), Yanmar (Jepang), Pakhtakor (Uzbekistan), FC Sarajevo (Yugoslavia), dan AC Milan (Italia).

Sumber: Net. Penulis: Nonename

Persib keukeuh di Jalak

BANDUNG, TRIBUN-Meskipun belum ada kepastian mengenai stadion yang akan dipakai untuk menjamu Bontang FC pada Kamis (11/3), namun skuad Persib sudah mempersiapkan diri untuk berlaga di Stadion Siliwangi. Para pemain sudah mulai beradaptasi dengan kondisi lapangan Stadion Siliwangi yang kualitasnya jauh di bawah kondisi lapangan Stadion Si Jalak Harupat.



"Kita inginnya tetap bermain di Stadion Si Jalak Harupat karena kondisi lapangan sangat bagus, berbeda jauh dengan lapangan Stadion Siliwangi. Lapangan Stadion Siliwangi kurang bagus sehingga anak-anak tidak bisa bermain maksimal," kata pelatih Persib Jaya Hartono, Rabu (3/3).

Walau tetap berambisi main di Si Jalak Harupat, Jaya telah mengantisipasi jika akhirnya tim asuhannya harus kembali merumput di Stadion Siliwangi.

Selain itu Jaya juga sudah merancang skema serangan dan organisasi permainan yang dinilai pas untuk bermain di Stadion Siliwangi yang sebelumnya identik dengan tim Maung Bandung. Jaya sudah mulai membiasakan para pemain untuk bermain di lapangan Stadion Siliwangi.

"Kami sudah mulai beradaptasi dengan kondisi Stadion Siliwangi. Anak-anak harus mulai terbiasa bermain di lapangan yang kualitasnya di bawah Stadion Si Jalak Harupat. Saya sengaja membuat program latihan di Stadion Siliwangi. Mudah-mudahan bila memang tidak bisa main di Si Jalak Harupat, mereka (pemain Persib, Red) sudah terbiasa bermain di stadion Siliwangi," ujar Jaya. (tor)

Sumber: Tribun

Jaya nilai Siliwangi tak rata

BANDUNG, TRIBUN - Pelatih Persib Jaya Hartono menilai permukaan lapangan Stadion Siliwangi tidak rata. Banyak lubang-lubang kecil di dalam lapangan. Selain itu rumputnya tebal sehingga menghambat pemain untuk mengolah bola. Ditambah lagi dengan kondisi lapangan yang licin sehingga pemain sangat kesulitan dalam mendribling bola.



"Kondisi lapangannya kurang baik untuk memainkan bola. Pemain jadi kurang maksimal dalam menyerang dan bermain cepat karena lapangannya yang sangat licin. Kalau dipakai untuk pertandingan Liga Super saya kira tidak akan maksimal," kata Jaya, Rabu (3/3).

Jaya mengkhawatirkan kondisi stadion yang tidak mampu menampung bobotoh sebanyak di Si Jalak Harupat. Kapasitas stadion Siliwangi yang hanya bisa menampung 15 ribu penonton, dipastikan bisa menyebabkan penonton membludak.

"Saya khawatir hal ini bisa merugikan Persib di pertandingan-pertandingan selanjutnya karena hukuman sudah menanti jika penonton tidak tertib," ujarnya.

Mewakili pemain, Atep menilai dia dan rekan-rekannya berharap bisa mendapat izin bermain di Si Jalak Harupat saat menjamu Bontang FC.(tor)

Sumber: tribun

Atep siap dimainkan di posisi manapun

http://www.djarum-super.com/watermarked/video/08_atep_ins_1.jpg
BANDUNG, TRIBUN - Demi membawa Persib Bandung menjadi yang terbaik, sayap kiri Persib Atep siap dimainkan di posisi mana pun. Terutama di posisi untuk membantu Maung Bandung bermain menyerang.

Kepada wartawan Jumat (5/3), Atep menyatakan kesiapannya bermain di posisi yang lain. Selain sayap kiri Atep sempat dipasang menjadi striker oleh tim pelatih Persib.



Atep dipasang menjadi striker ketika Pangeran Biru menjamu Persitara Jakarta Utara. Meski tak sering berperan sebagai penyerang saat itu Atep bermain gemilang. Bahkan pemain asal Cianjur ini berhasil mencetak satu gol. Atep bisa memanfaatkan umpan datar Budi Sudarsono.

"Sebagai pemain saya siap dimainkan di posisi mana pun. Baik itu di sayap kiri, gelandang atau penyerang," tuturnya.

Jadwal pertandingan yang cukup padat akan dilakoni oleh Maung Bandung. Untuk menyiasati pemain yang turun dalam kondisi fit, tim pelatih Persib tidak menutup kemungkinan akan melakukan rotasi pemain.

"Untuk saat ini memang saya enjoy main di sayap kiri. Tapi saya juga tahu jadwal pertandingan sangat padat. Jika pelatih melakukan rotasi saya siap. Dimainkan sebagai gelandang atau penyerang saya siap," ujarnya.

Persib Bandung kini memang dihadapkan pada jadwal pertandingan yang padat. Setelah menjamu Bontang FC Kamis pekan depan, mereka dihadapkan dengan dua pertandingan kandang lainnya dalam jangka waktu satu minggu. Setelahnya enam pertandingan tandang wajib dilakoni skuad Maung Bandung. (tis/tor)

Sumber: Trebun

Yusuf: Kuras stamina lawan !!

BANDUNG, TRIBUN - Untuk bisa meraih kemenangan atas Bontang FC, Arema Malang, dan Persema Malang, Persib akan memanfaatkan faktor kekelahan fisik yang kemungkinan besar akan dialami ketiga tim tamu tersebut. Persib akan menjamu Bontang FC pada Kamis (11/3), menjamu Arema pada Minggu (14/3), dan menjamu Arema pada Rabu (17/3).



"Jadwal memang sangat padat tapi kita diuntungkan karena main di kandang sendiri. Semua tim sama akan terkuras staminanya karena bermain tiga kali dalam seminggu. Namun kita main di kandang sementara tim lawan harus menempuh perjalanan jauh ke sini (Bandung, Red)," kata Asisten Pelatih Persib Yusuf Bahtiar, Jumat (5/3).

Dikatakan Yusuf, Persib memang harus bisa memanfaatkan faktor kekelahan lawan untuk bisa menuai poin penuh di tiga pertandingan. "Kita harus bisa memanfaatkan kondisi fisik lawan yang kelelahan tapi jangan sampai menganggap enteng lawan," ujar Yusuf.

Yusuf meminta Maman Abdurahman dkk untuk tidak kehilangan konsentrasi saat menghadapi tiga tim yang akan dijamu Persib pada bulan Maret ini.

"Meski diuntungkan tapi kita harus tetap bermain normal. Kita harus bisa menguras stamina lawan sejak kick off,," kata Yusuf.

Yusuf Juga mengharapkan pemain Persib bisa bermain cepat sejak menit pertama untuk membongkar pertahanan lawan. Yusuf juga menyatakan, sebagai tuan rumah Persib harus bisa mendominasi penyerangan. Selebihnya Yusuf meminta Maman cs bermain jeli, cerdik sekaligus sabar menghadapi tim tamu yang diramalkan akan bermain defensif.

"Tim lawan pasti akan berusaha bertahan dan sekali-kali melakukan serangan balik. Jadi kita harus pintar-pintar dalam menyerang dan harus sigap ketika mendapat serangan balik," tambah asisten pelatih yang mantan gelandang Persib ini.(tor/tis)

Sumber: Tribun

Koordinasi Markus dan bek harus diperbaiki

BANDUNG, TRIBUN - Asisten pelatih Persib, Robby Darwis, menilai kordinasi lini belakang Persib dengan penjaga gawang anyar, Markus Horison, harus diperbaiki jelang lawan Bontang FC. Hal ini diungkapkan Robby seusai melihat siaran langsung timnas PSSI melawan Australia beberapa waktu lalu.

"Saya melihat kordinasi antara Maman, Nova dan Markus Horison harus diperbaiki. Saya masih melihat kordinasi antara ketiganya masih kurang," jelas Robby.

Dikatakan Robby, satu gol yang terjadi ke gawang timnas saat dikalahkan Australia 0-1, sama persis dengan titik kelemahan Persib selama ini yaitu melalui proses umpan krosing ke jantung pertahanan.

"Di luar kualitas Australia yang memang di atas timnas, namun saya melihat gol terjadi akibat kurangnya kordinasi di lini belakang. Di sana ada tiga pemain Persib, Markus, Nova dan Maman, maka dari itu, kordinasi ketiganya saat memperkuat Persib nanti harus ditingkatkan," kata Robby.

Gol tersebut, kata Robby, disebabkan dari adanya miss-komunikasi antara Markus, Maman dan Nova dalam menutup pergerakan lawan sehingga striker Australia mudah dalam menyundul bola sehingga terjadi gol.

"Sebelum melawan Bontang FC, tim pelatih akan memberikan porsi khusus kepada Markus dan bek Persib untuk melatih kordinasi dalam mengantisipasi umpan-umpan krosing. Datangnya Markus diharapkan bisa menutup kelemahan Persib," kata Robby. (tor)

Sumber: Tribun

Eka akan main efektif

BANDUNG, TRIBUN - Setelah istirahat sekitar dua minggu, Persib Bandung langsung dihadapkan pada jadwal yang cukup padat. Dalam satu minggu, Maung Bandung harus bertanding sebanyak tiga kali. Pertandingan yang harus dilakoni Persib dalam waktu satu minggu adalah menjamu Bontang FC Kamis (11/3), Arema Malang (14/3), dan Persema Malang (17/3).


Berlaga tiga kali dalam jangka waktu yang cukup pendek tentu akan menguras stamina para pemain. Perlu kiat-kiat khusus agar pemain tetap fit dan bisa menampilkan permainan terbaiknya di setiap pertandingan.

Kapten kedua Persib, Eka Ramdani, sadar risiko yang dihadapinya ketika harus bertanding tiga kali dalam waktu satu minggu. "Tentunya cukup berat. Karena praktis kami hanya beristirahat selama dua hari. Untuk recovery, idealnya istirahat tiga sampai empat hari," ujarnya kepada wartawan di Stadion Siliwangi, Sabtu (6/3).

Pemain asal Purwakarta ini menambahkan, agar bisa tampil maksmimal dalam tiga pertandingan kandang ini, ia sudah menyiapkan kiat khusus. Kiat itu harus dilakukan sebelum pertandingan, saat pertandingan dan sesudah pertandingan.

"Sebelum pertandingan, sebagai pemain saya harus menjaga kondisi," ucapnya. Ketika pertandingan berlangsung, ia akan berusaha tampil maksimal. Namun agar tak terlalu menguras stamina, Eka akan menerapkan permainan efektif.

"Dan setelah pertandingan, kami harus melakukan recovery dan juga menjaga kondisi agar bisa tampil maksimal di pertandingan selanjutnya," tuturnya. (tis)

Sumber: Tribun

Bapa Angkat Satoshi

"Bapak Angkat" Satoshi
SETELAH duo Thailand, Suchao Nutnum dan Shintaweechai "Kosin" Hathairatanakool pulang ke negaranya, Amin Suganda tidak lantas kehilangan perannya sebagai "bapak angkat" bagi pemain asing asal Asia. Sebab, ofisial tim yang sudah mengabdi sejak sepuluh tahun silam tersebut kini mendapatkan "anak angkat" baru. Dia adalah Satoshi Otomo, gelandang anyar Persib berkebangsaan Jepang.

"Kalau kemarin Suchao dan Kosin, sekarang saya punya tugas antar-jemput Satoshi dari rumah tinggalnya. Ya, Satoshi seperti anak angkat baru buat saya," kata Amin sambil tersenyum.

Meski posisinya di bagian umum yang bertugas menjadi juru bayar, Amin tidak mempermasalahkan tugas antar-jemput Satoshi itu. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari pengabdiannya terhadap Persib.

Ketika ditanyakan apakah punya kendala selama "mengurusi" Satoshi, terutama menyangkut keterbatasan bahasa, Amin menggelengkan kepala. "Sejauh ini tidak ada masalah. Satoshi memang belum bisa bahasa Indonesia, tapi saya bisa berkomunikasi dengannya dengan menggunakan bahasa tarzan. Alhamdulillah, sejauh ini belum pernah ada yang tidak nyambung," tutur pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ini. (endan suhendra/"GM")**

Sumber: Gala

Flash news: Ebol waspadai Bontang FC

Ebol, "Waspadai Bontang FC"
STD. SILIWANGI, (GM).- Kendati bisa meraih kemenangan pada putaran pertama lalu di Stadion Mulawarman Bontang, Persib Bandung tidak boleh terlalu optimis, apalagi sampai.........

meremehkan kekuatan Bontang FC, lawan yang akan dihadapi pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Kamis (11/3) mendatang.

Pada pertemuan kali ini, Persib dipastikan tidak akan mudah mengulangi hasil di putaran pertama lalu, meski bertanding di kandang sendiri. (B.82).

Sumber: Gala


Irwan membaik, Rene kena diare

Irwan Membaik, Rene Terserang Diare

Berbeda dengan sebelumnya, Irwan Wijasmara sudah bisa bergabung dengan rekan-rekannya dalam sesi latihan game yang dilakukan para pemain Persib Bandung di Stadion Siliwangi, Kamis (4/3) sore. Sebaliknya, Cristian Rene Martinez justru tidak bisa bergabung lantaran terserang diare.



"Kondisi Irwan terus membaik. Cedera di bagian lututnya sudah berangsur pulih. Sedangkan Rene, dia memang sempat terserang diare," kata dokter tim Persib, dr. Rafi Ghani di sela-sela sesi latihan sore itu.

Berangsur pulihnya cedera lutut Irwan dibenarkan pemain yang bersangkutan. "Ya, sudah agak lumayan," kata jebolan Persib U-23 itu, sesaat sebelum meninggalkan Stadion Siliwangi.

Soal kondisi Rene yang sore itu hanya duduk di pinggir lapangan menyaksikan rekan-rekannya berlatih, pelatih Persib, Jaya Hartono membenarkan kalau dia sempat terserang diare. "Ya, dia bilang mau absen dulu, katanya sih dia kehilangan banyak cairan," katanya.

Selain Rene, sesi latihan sore Persib kemarin belum diikuti penjaga gawang ketiga Persib, Dedi Haryanto. Dikatakan Jaya, Dedi yang sudah tidak tampak dalam tiga hari terakhir, meminta izin pulang ke Batang untuk menengok ayahandanya yang dirawat di rumah sakit.

Mengenai enam pemain tim nasional, Jaya mengharapkan, mereka sudah bisa bergabung dengan rekan-rekannya dalam sesi latihan Jumat (5/3). Rencananya, keenam pemain Persib yang baru saja tampil membela tim nasional melawan Australia di babak kualifikasi Piala Asia akan langsung dijemput ofisial Persib, Pipin Kusmantara ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Betul, saya sudah mendapatkan tugas untuk menjemput mereka ke bandara," kata Pipin.

Sumber: Net

Tim senang, bisa tetap main di soreang

Tim Senang, Bisa Tetap Main di Soreang

Manajemen tim Persib Bandung menyambut baik keluarnya izin penggunaan Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, sehingga tim kebanggaan bobotoh itu bisa menjamu Bontang FC di stadion tersebut. Kendati demikian, manajemen tim Persib berharap, izin itu bukan hanya dikeluarkan untuk laga lawan Bontang FC saja, tapi untuk seluruh sisa laga kandang Persib.



"Kita memang berharap bisa tetap main di Stadion Si Jalak Harupat. Bukan hanya untuk pertandingan melawan Bontang FC saja, tapi semua pertandingan kandang," kata Wakil Manajer Persib, H. Deddy Firmansyah di sela-sela sesi latihan sore Persib di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Jumat (5/3).

Dikatakan Deddy, dilihat dari sisi mana pun, bermain di Stadion Si Jalak Harupat jauh lebih baik ketimbang di tempat lain, terlebih jika harus bermain di luar kota.

"Kalau di Karawang misalnya, pasti kita harus mengeluarkan biaya tambahan. Selain itu, kapasitas stadion pun pasti tidak akan bisa menampung bobotoh," kata Deddy.

Dari sisi teknis, Deddy juga mengatakan, bermain di Stadion Si Jalak Harupat juga menguntungkan buat tim, karena para pemain tidak harus melakukan proses adaptasi lagi dengan kondisi lapangan.

Ketika ditanyakan, apakah manajemen tim akan melakukan upaya pendekatan untuk izin laga kandang berikutnya setelah menjamu Bontang FC, Deddy menyerahkan hal itu kepada pihak Panpel Persib.

"Yang pasti, tim berharap, idealnya bisa tetap main di Stadion Si Jalak Harupat. Soal perizinan, itu merupakan kewenangan panpel," katanya


We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.