Pasang Iklan di Sini

Friday, March 26, 2010

Jaya kecewa kebobolan di menit akhir

Dalam konferensi pasca pertandingan Persija vs Persib, Kamis 25 maret 2010, pelatih Persib, Jaya Hartono kecewa timnya harus kebobolan di menit-menit akhir. Gol di menit 89 tersebut membuyarkan harapan persib untuk membawa poin sempurna dari Jakarta, setelah sebelumnya unggul 1-2.

Jaya sangat menyayangkan gol terjadinya gol tersebut, namun Jaya mengatakan bahwa umpan crossing menit 89 itu sangat sulit untuk diantisipasi karena jatuh di tengah kerumunan pemain.

Persib Bandung

Atas kiri ke kanan: Rene,Markus,Nova,Maman,Gonzalez,Wildansyah

Bawah kiri ke kanan: Satosi,Atep,Airlangga,Eka,Hariono



“Bola krossing itu memang sulit diantisipasi karena bola dijatuhkan di kerumunan para pemain. Kejadian itu persis seperti gol kita sewaktu melawan Sriwijaya FC,” aku Jaya.

Mengenai permainan tim lawan, Jaya mengaku bahwa persija bermain sangat bagus terutama dalam hal penguasaan bola. selain itu, lini pertahanan yang digalang Leo dan Abanda sangat solid dan disiplin sehingga sangat sulit untuk ditembus. Melihat hal ini jaya mengaku memberikan instruksi supaya menyerang mereka lewat sayap. Dan akhirnya, strategi ini menghasilkan gol pertama Persib lewat penetrasi Airlangga.

Persija vs Persib 2009/2010

Protes Pemain Persija



Serangan Persib menurut Jaya kurang variatif karena absennya Hilton. Ketidak hadiran Hilton membuat Gonzalez harus bekerja sendirian di depan.

“Memang kita sangat kehilangan Hilton. Di 2 pertandingan terakhir tanpa dia, persib bermain kurang menggigit. Gonzales seakan kerja sendiri. Waktu ada Hilton, Gonzales banyak mendapat suply,” ujar Jaya.

Terkahir Jaya memuji penampilan maksimal Airlangga. Namun sayangnya, Airlangga harus ditarik keluar karena cedera.

Sumber:Simamaung
Gambar: Smamaung

Perpisahan Hilton di bandung TV

Pertandingan melawan PSPS merupakan pertandingan yang berat menurut seluruh pemain dan pelatih. Bukan karena melawan tim yang hebat, namun melawan cuaca dan temperatur udara yang sangat panas. Gilang Angga adalah korban dari cuaca di Pekanbaru, ia terpaksa absen melawan Persija karena harus beristirahat total dengan demam tinggi setelah tak mampu melanjutkan pertandingan. Persib harus menyerah 0-3.



Berikutnya, Hilton yang pada pertandingan sebelumnya melawan Persema di Soreang tidak bisa bermain bahkan sampai babak pertama, mengatakan akan kembali lagi ke Bandung secepatnya, setelah cedera ligamen yang didapatnya dapat diterapi di kampung halamannya, Brazil.

Bertempat di mess, jalan Ahmad Yani, Bandung, Hilton dengan mata berkaca-kaca, melambaikan tangannya pada semua orang yang dikatakannya sangat baik terhadap dirinya selama berada di Bandung. Ia pulang untuk penyembuhan cederanya.

Lalu Persib U21 asuhan Mustika Hadi, dengan superior dapat mengalahkan pimpinan grup, Pelita Jaya yang hari itu dipimpin oleh pelatih asal Bandung juga, Roni Remon. Dengan penuh semangat, Maung Ngora mencatatkan skor akhir 2-0 lewat gol Diaz Angga dan Sigit Hermawan.

Selanjutnya, Persib harus bertanding di stadion terbesar di Indonesia, Gelora Bung Karno, yang dihadiri sekitar 30 ribu pendukung tuan rumah, dan tanpa bobotoh. Sedikit aneh karena ini adalah stadion nasional, dan secara resmi Polda Metro Jaya menghimbau bobotoh se-Indonesia agar tidak mendukung langsung ke stadion.

Dengan tanpa diperkuat Hilton dan Gilang, Persib dapat dua kali mengungguli Persija terlebih dahulu, namun sundulan Abanda Herman pada satu menit menjelang bubar, memaksa Persib hanya bisa puas dengan hasil imbang.

Seluruh kejadian-kejadian tersebut dapat anda saksikan secara audio visual dalam acara PERSIB ON BANDUNG TV, malam ini pukul 19.00 WIB dipandu oleh host Arsal Horison, Dery Sudarsono, dan Aping Gerrard Sucipto.

Sumber: Simamaung

Airlangga berharap diberi kesempatan bermain

Airlangga Persija vs Persib 2009/2010

Airlangga "Ronggo" Sucipto (Tengah)berharap diberi banyak kesempatan bermain



Salah satu pemain yang menonjol pada pertandingan Persija vs Persib Kamis 25 Maret 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno jakarta adalah Airlangga Sucipto. Lewat skill dan keberaniannya, Airlangga berhasil memberikan assist kepada Gonzalez di menit 60 dan membungkam harapan tinggi penonton tuan rumah.

Assisten pelatih, Robby Darwis sendiri memberikan kredit poin tersendiri bagi pemain kelahiran Jakarta ini.Robby menggambarkan sosok Airlangga di pertandingan ini sebagai pemain yang tidak mengenal rasa takut dan total bermain untuk Persib Bandung.

Namun sayangnya, penampilan Ronggo, julukan Airlangga, harus berhenti di menit 72 setelah dilanggar pemain belakang Persija, Abanda Herman. Airlangga harus ditarik karena mengalami kesakitan dibagian otot engkle nya.

Kepada wartawan, Ronggo mengaku bahwa dia memang sengaja memancing emosi para pemain Persija. Selain itu, lewat kecepatannya, Ronggo berhasil melewati pertahanan persija, dan salah satunya berbuah gol.

” Dan saya juga memanfaatkan kecepatan untuk melewati pemain Persija, dan ternyata berhasil. Saya bisa lepas dari penjagaan mereka dan mengumpan pada Gonzales.

Mantan pemain Deltras ini sangat berharap supaya banyak mendapat kesempatan bermain bagi Maung Bandung. Dia berjanji akan berusaha maksimal jika diberi kesempatan bermain.

Saya harap diberi lagi banyak kesempatan bermain oleh pelatih. Dan saya akan berusaha maksimal setiap diberi kesempatan,” tekad Ronggo.

Sumber: Simamaung

Persija Persib kata mereka

Seusai kegagalan tim Maung Bandung membungkam Persija di Jakarta,simamaung.com dan wartawan lainnya mewawancarai pendapat mereka tentang pertandingan yang menguras emosi tersebut.



Penjaga gawang Persib yang juga penjaga tim nasional Indonesia, Markus Haris Maulana menyayangkan Persib kehilangan konsentrasi yang menyebabkan lahirnya 2 gol bagi Persija. Namun Markus bersyukur Persib hanya kebobolan 2 gol dan salah satu sebabnya adalah Markus mengaku sudah mengakui betul karakter para pemain Persija.

Asisten pelatih Robby Darwis memuji permainan Airlangga yang dia sebut sebagai pemain yang bermain tanpa rasa takut.

Airlangga berhasil merepotkan pertahanan Persija dan Saya menilai ia bermain cukup baik dan total untuk Persib,” kata Robby.

Legenda Persib ini sendiri menyoroti duel Atep vs Ismed pada pertandingan ini. Keduanya dinilai saling mematikan dan Atep berhasil sekali lolos dan memaksimalkan peluang yang didapatnya.

“Yang ramai adalah duel antara atep dan ismed dimana keduanya saling mematikan. Namun pada satu kesempatan ia berhasil melihat satu peluang lolos dr perhatian ismed dan dapat memaksimalkan peluangnya,”tutup Robby.

Sementar itu, kapten Persib, Nova Arianto bersyukur Persib bisa mencuri poin kali ini. Namun dia cukup prihatin ketika Persib harus kebobolan di menit-menit akhir pertandingan.

“Inilah sepakbola. Lawan lamongan harus menang,” tekad Nova.

Sumber: Simamaung

Kenapa harus main bertahan???

Kenapa harus main bertahan???
Kalimat itu yang saya lontarkan saat menonton Duel Klasik Persija Vs Persib.
Saat itu Persib sudah unggul 1-0 lewat gol Christian Gonzalez, tapi kok malah main bertahan?
Saat Persib main bertahan, terlihat Persija tampil makin kesetanan.

Bukti salahnya strategi bertahan Persib adalah ketika mereka kecolongan lewat gol Aliyudin. Pemain Persija yang dikenal licin bagai belut ini dapat menerobos dan memanfaatkan telatnya antisipasi Nova dan Markus Horison.

Lalu Dewi Fortuna tetap memayungi Maung Bandung, Tendangan penalti diberikan oleh wasit Olehadi. Christian dengan tenang mengeksekusi penalti dan mengecoh kiper Persija, Roni Tri. Namun kembali persib memakai formasi 10-1, Seluruh pemain berkumpul di daerah pertahanan.

sudah pastilah Persija lebih banyak kesempatan membawa bola dan dengan leluasa mengobrak-abrik pertahanan Persib. Akhirnya Persija sukses menahan imbang Persib dengan Gol Abanda Herman di Injury time.

Sebaiknya Persib tidak main terlalu bertahan, minimal otak-atik lah bola di pertahanan dengan tujuan menghabiskan waktu. Sayang sekali, peluang juara semakin menipis.

Inilah evaluasi kami tentang pertandingan Persib Persija

Penulis: Khrisna Prasetya

Cetak 15 Gol, kami tampilkan kilas balik Christian Gonzalez

Usai persib ditahan imbang Persija, ada kabar baik untuk Persib dan Christian ( Gonzalez ). Setelah menyarangkan sepasang gol ke gawang Roni Tri saat Persib ditahan imbang persija, kini Christian hanya terpaut satu gol dari topskorer sementara liga super indonesia, yakni penyerang Persipura Jayapura, Alberto "Beto"Goncalves yang sudah mencetak 16 Gol.


"Ya, saya sangat senang bisa terus mencetak gol bagi Persib, namun yang terpenting adalah Persib menang, percuma saya mencetak banyak gol tapi Persib seri atau bahkan kalah."

Dengan sepasang gol tersebut, Christian punya kans yang cukup besar untuk menjadi topskorer 5 musim berturut-turut. Sebelumnya, musim lalu Christian mencetak 28 gol dan menjadi topskorer liga indonesia 4 musim berturut-turut, namun musim lalu torehan gol Christian sama dengan penyerang gesit asal Persipura Jayapura sekaligus pemain andalan Timnas Indonesia, Boaz Solossa.

Namun,...
Christian pun sempat mendapati komentar miring berhubung penampilan buruknya pada putaran pertama, sudah belasan laga yang lakoni, hanya 1 gol yang ia cetak,gol Christian satu-satunya adalah ketika saat itu ia mencetak gol penentu saat Persib menang tipis 1-0 melawan Persijap Jepara. Namun di akhir putaran pertama Liga Super Indonesia, Christian mulai panas dan terus menambah pundi-pundi golnya hingga detik ini.

Kita doakan saja dengan penampilan Christian yang sedang on fire, Christian dapat membawa Persib juara liga super Indonesia dan Persib pun dapat membawa Christian menjadi Topskor Liga Super Indonesia.

Nuhun Christian!
Bravo Christian Gonzalez !!!

Penulis: Khrisna Prasetya

Thursday, March 25, 2010

preview dan ulasan Persija vs Persib (3) 1200 petugas keamanan untuk laga persib persija

JAKARTA, TRIBUN - Kepolisian Polda Metro Jaya akan menerjunkan 1200 petugas untuk pengamanan di dalam stadion Gelora Bung Karno pada pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung, Besok, Kamis (24/03/2010).



Selain pengamanan di dalam stadion, Polisi Lalu Lintas sebanyak 900 petugas juga disebar di setiap titik rawan di Jakarta. Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di ruang kerjanya, Rabu (24/03/2010).

"Kapolda sudah memberikan arahan dan instruksi kepada jajarannya untuk mengawasi pergerakan suporter," kata Boy. Polda juga menyiapkan mobil taktis yang selalu siaga untuk mengevakuasi pemain tamu. Terkait dengan adanya aksi anarkis yang dilakukan oleh suporter.

Boy berharap pembinaan juga ditujukan kepada orang tua. "Namun pembinaan itu sulit terwujud," pungkas Boy. Informasi sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap sejumlah suporter Persija atau lebih dikenal The Jak. Mereka ditangkap karena kedapatan membawa senjata tajam saat melintas di depan Mapolda Selasa (16/03/2010).

Saat itu mereka ingin menyaksikan pertandingan antara Persija melawan Persipura di Gelora Bung Karno. Pada pertandingan tersebut Persija kalah 0-2 ditangan Persipura. (Tribunnews)
Sumber: Tribun


eka dianugrahi YCfSC

Eka Ramdani Dianugrahi YCfSC PASIRKALIKI, (GM).- Dianggap sebagai olahragawan muda berprestasi, Eka Ramdani memperoleh penghargaan Youth Champions for Sport Category (YCfSC) dari Indonesia Youth Marketing Subculture Forum di Hotel Hilton Jln. Pasirkaliki Bandung, Selasa (23/3).

Eka disandingkan bersama sejumlah pemuda lain yang dianggap berprestasi di bidangnya seperti Egi Hamzah (politik), Daniel Edward (lingkungan hidup), Lucky Widiantara (wirausahawan), dan Ariel Paterpan (seni). (B.98).

Sumber: Gala


Hilton: Hati saya di bandung

http://www.klik-galamedia.com/images/news/z_20100325064307.jpg
(Gambar: Anwari januar M/ Gala)


STRIKER Persib, Hilton Moreira dilepas pemain belakang Persib, Cristian Rene di halaman parkir Stadion Persib, Jln. Ahmad Yani Bandung, Rabu (24/3). Hilton pulang kampung untuk mengobati cedera kaki di Brasil.
"HATI saya di Bandung," ujar Hilton Moreira sedikit terbata-bata. Kesedihan memang sangat tampak di raut wajah penyerang asal Brasil ini. Sesaat matanya tampak berkaca-kaca.





Itulah yang terlihat di saat Hilton hendak berangkat menuju Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya Brasil. Hilton akhirnya harus meninggalkan Persib Bandung untuk penyembuhan cedera yang dialaminya.

"Saya sedih karena harus pergi saat kompetisi masih berjalan. Padahal Persib kini tengah memiliki peluang menjadi juara. Mereka (pemain lainnya, red) harus bisa membawa Persib juara," harapnya.

Kesedihan Hilton sangat beralasan. Selama berkarier di Indonesia, ia belum pernah mengangkat trofi juara. Namun saat kesempatan terbuka lebar, ia harus meninggalkan kesempatan tersebut. "Mudah-mudahan saya cepat sembuh dan kembali lagi ke sini," katanya.

Tanpa mengecilkan peran pemain lainnya, harus diakui Hilton telah menjadi roh bagi Persib. Hal itu diakui pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono. "Dia selalu bermain total. Seratus persen kemampuannya dicurahkan untuk Persib. Dia telah menjadi motivator Persib. Kita semua kehilangan Hilton," aku Jaya.

Kendati demikian, Jaya mencoba tetap tegar. Apalagi hilangnya pemain andalan ini merupakan kali ketiga yang dialami Persib musim ini. Sebelumnya Persib kehilangan Suchao Nuchnum dan Sinthaveechai "Kosin" Hathairattanakool. "Kita masih memiliki Budi dan Airlangga," singkatnya.

Rencananya, Hilton akan berangkat ke Brasil Kamis (25/3) malam menggunakan pesawat KLM pada pukul 19.00 WIB. Sesampainya di Brasil, ia akan langsung berkonsultasi dengan seorang dokter kenalannya, dr. Octavio. Hasil konsultasi tersebut akan ditindaklanjuti dengan terapi fisik di Sao Paulo. Untuk terapi fisik, Hilton akan mempercayakannya kepada dr. Gelson.

Hilton pun tetap menaruh harapan tetap bisa bermain bersama Persib. "Kontrak saya baru berakhir September mendatang. Saya pulang atas seizin Pak Umuh (Muchtar, Manajer Persib Bandung). Setelah sembuh, saya akan berbicara lagi dengan Pak Umuh," janjinya.

Lekas sembuh Thon! Semoga dapat kembali bermain seperti sebelum cedera. Bobotoh masih ingin melihat aksi-aksimu selanjutnya. (brilliant awal/"GM")**

Panpel minta disiapkan Rantis

BLK. FACTORY,(GM)-
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk kemungkinan penyerangan suporter tuan rumah, kubu Persib Bandung secara resmi meminta Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persija Jakarta menyiapkan kendaraan taktis (rantis). Permintaan itu disampaikan pada acara pertemuan teknik yang digelar Rabu (24/3) malam.



"Tidak ada hal yang aneh di acara pertemuan teknik. Kita hanya meminta panpel menyiapkan rantis," kata asisten pelatih Persib, Robby Darwis ketika dihubungi "GM", Rabu (24/3) malam.

Atas permintaan Persib tersebut, kata Robby, pihak Panpel Persija sudah menyatakan kesanggupannya menyiapkan kendaraan lapis baja tersebut. Seperti dituturkan Robby sebelumnya, ada kemungkinan, rantis akan digunakan rombongan Persib, baik pada saat menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) maupun pulangnya.

"Tapi, sejauh ini situasi masih aman dan terkendali. Dalam perjalanan ke Jakarta hingga masuk hotel, tidak ada masalah, apalagi gangguan keamanan," kata Robby.

Dipimpin Olehadi

Dalam kesempatan itu, Robby menginformasikan hasil pertemuan teknik lainnya. Dikatakannya, kick-off duel antara Persija dan Persib akan digeser setengah jam dari biasanya. "Kalau biasanya pukul 15.30 WIB, sekarang kick-off-nya, pukul 16.00 WIB," katanya.

Sedangkan wasit yang akan memimpin "Derby of Indonesia" ini, kata Robby, Olehadi dari Tangerang. (B.82)**

Sumber: Gala Persib ey

preview dan ulasan Persija vs Persib (2)

http://www.klik-galamedia.com/images/news/z_20100325022149.jpg
(Gambar: Gala )


Pada kesempatan kali ini, BB(Beritabobotoh) akan memberikan Ulasan dan preview Persija V Persib, silakan dinikmati:

Persija Jakarta vs Persib Bandung
SETIABUDHI,(GM)-
Para pemain Persib Bandung dituntut memiliki keberanian, mental kuat, dan ketenangan agar tidak gentar saat menghadapi Persija Jakarta pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Kamis (25/3) pukul 16.00 WIB. Jika ketiga hal itu dimiliki para pemain, kubu Persib optimistis bisa melumpuhkan "Macan Kemayoran" di hadapan para pendukungnya.




"Secara teknis, materi pemain Persib dan Persija sebenarnya berada di level yang sama. Asal punya mental kuat, keberanian, dan ketenangan, saya yakin bisa mengalahkan Persija," kata asisten pelatih Persib, Robby Darwis, usai sesi latihan pagi di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jln. Dr. Setiabudhi Bandung, Rabu (24/3).

Sehari menjelang laga, Persib memilih tetap berlatih di Bandung dengan alasan keamanan. Rombongan Persib baru bertolak ke Jakarta pada Rabu (24/3) siang dengan menggunakan bus.

Dikatakan Robby, dengan keberanian dan ketenangan, para pemain akan mampu mengatasi teror penonton yang hampir bisa dipastikan bakal ada. Selain itu, tambahnya, para pemain juga akan bisa bermain normal dan mengeluarkan segala kemampuan terbaiknya.

Hal senada dilontarkan asisten pelatih Persib lainnya, Yusuf Bachtiar. "Sebagai pemain sepak bola, kita sering menghadapi hal-hal seperti itu (teror penonton, red). Saya kira itu biasa dan tak perlu didramatisasi. Saya kira pemain sudah siap menghadapinya," ujar Yusuf.

Pada saat menghadapi Persija, selain Hilton Moreira yang sudah memutuskan untuk pulang ke Brasil lantaran mengalami cedera serius di lututnya, Persib juga dipastikan bakal kehilangan bek sayap kanan Gilang Angga Kusumah yang mengalami demam. "Gilang bakal absen. Sebagai gantinya, kita akan memasang Wildansyah di posisi tersebut," tambah Robby.

Berdasarkan pengamatan "GM" pada sesi latihan pagi kemarin, di luar Wildansyah, pelatih Jaya Hartono akan tetap menurunkan starter seperti ketika pasukannya dibekap PSPS Pekanbaru 0-3 di Stadion Kaharuddin Nasution, Minggu (21/3).

Dikatakan Robby, laga melawan Persija tergolong krusial buat Persib untuk menjaga peluang tetap bersaing dengan tim papan atas lainnya.

Aksi individu

Dari kubu Persija, pelatih Benny Dollo tidak mau peduli dengan absennya Hilton. Mantan pelatih timnas Indonesia ini tetap meminta pasukannya untuk mewaspadai aksi-aksi individu para pemain Persib yang bakal turun dalam laga panas ini.

"Kami tidak akan berbicara mengenai pemain absen. Kami hanya peduli dengan pemain yang nanti akan tampil di lapangan. Kami harus mampu mengatasi kemampuan individu pemain-pemain mereka. Kami tidak akan memberikan ruang bagi pemain-pemain mereka. Kami akan coba tampil menekan," kata Bendol, sapaan akrabnya, seperti dikutip vivanews.com.

Persija sampai saat ini masih berada di posisi keenam klasemen sementara LSI 2009/2010. Langkah "Macan Kemayoran" untuk naik ke 4 Besar terhalang setelah gagal menuai poin di dua laga kandang terakhirnya, ketika kalah 0-2 dari Persipura Jayapura dan dinyatakan kalah walk over dari Persiwa Wamena. (B.82)**

Sumber: Gala

Preview dan ulasan Persija Vs Persib (1)

BUAT Persib Bandung, Jakarta memang tak bersahabat. Bukan cuma lantaran gesekan suporter kedua tim, tapi juga statistik pertemuan kedua tim. Sepanjang sejarah perhelatan Liga Indonesia (LI), Persib sama sekali belum pernah mengalahkan Persija Jakarta di kandangnya, baik di Stadion Utama Gelora Bung Karno maupun di Stadion Lebak Bulus.




Statistik buruk Persib jika menghadapi Persija di Jakarta bukan hanya terjadi di era LI, tapi juga ketika masa Kompetisi Perserikatan. Sejak Persib kembali promosi ke Divisi Utama Kompetisi Perserikatan, tercatat hanya dua kali tim kebanggaan bobotoh ini mencatat kemenangan. Itu pun salah satunya melalui drama adu penalti.

Kemenangan terakhir Persib atas Persija di Jakarta terjadi pada babak semifinal Kompetisi Perserikatan 1993/1994 yang dimainkan di Stadion Utama Senayan Jakarta, nama lama Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dalam pertandingan yang dimainkan 15 April 1994 itu, Persib menang 5-4 lewat drama adu penalti, setelah dalam waktu normal dan perpanjangan waktu bermain imbang 1-1. Gol Persib ketika itu dicetak Yusuf Bachtiar menit ke-55 dan gol Persija dicetak Maman Suryaman menit ke-4.

Sedangkan kemenangan mutlak yang diraih Persib dalam waktu normal 2 x 45 menit terjadi pada Kompetisi Perserikatan 1985. Ketika itu Persib menang telak 4-0 lewat hattrick Iwan Sunarya menit 19 melalui titik penalti, 85, dan 89 serta satu gol tambahan Sarjono menit ke-49.

Musim lalu, ketika Liga Super Indonesia (LSI) mulai digelar, Persib sebenarnya bisa mengalahkan Persija di kandangnya dengan skor 2-1. Namun ketika itu Persija menjamu Persib di Stadion Gajayana Malang lantaran tidak ada izin pertandingan di Ibu Kota. (endan suhendra/"GM")**

Sumber: Gala

We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.