Pasang Iklan di Sini

Wednesday, April 28, 2010

Persib Tuan Rumah 16 Besar Piala Indonesia

Kota Bandung terpilih sebagai salah satu kota yang akan menjadi tuan rumah babak 16 besar Piala Indonesia (2010). Kota lainnya yang terpilih adalah Palembang, Malang, dan Jayapura. Terpilihnya kota Bandung dan ketiga kota lainnya tersebutsetelah memenuhi kriteria yangdisyaratkan PT Liga Indonesia (PT LI) yaitu kelayakan infrastruktur meliputi stadion dan pendukungnya, kesiapan panitia pelaksana, serta animo masyarakat dalam menonton sepak bola, serta termasuk izin pertandingan.

Babak 16 besar PI 2010 akan dilangsungkan dari tanggal 7 sampai 13 Mei 2010. Drawing sendiri akan dilakukan hari Rabu besok, 27 April 2010 Live di RCTI sebagai media partner PI 2010.

Sebagai tuan rumah, Persib dan ketiga konsestan lainnya akan berada di seeded pertama. Sedangkan tim seeded kedua adalah: Persik Kediri, Persija, Persebaya, dan Persisam.

CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono sendiri mengatakan bahwa keempat tim asal Divisi Utama yang lolos ke babak 16 besar akan dibagi secara merata. Ini berarti, di setiap grup akan ada 1 tim divisi utama. Mereka adalah Persikabo Bogor, Persidafon, PSMP, dan Persibo Bojonegoro. Ini berarti seeded tiga akan diisi Pelita Jaya, PSM, Persela, dan Bontang FC.

Babak 16 besar ini akan mencari juara dan Runner Up grup yang berhak lolos ke babak 8 besar yang rencananya akan menggunakan sistem gugur home and away.

Seeded Undian 16 Besar Piala Indonesia 2010
Seeded 1: Sriwijaya FC, Persib, Arema, Persipura
Seeded 2: Persik, Persija, Persebaya, Persisam
Seeded 3: Pelita Jaya, PSM, Persela Bontang FC
Seeded 4: Persikabo, Persidafon, PSMP, Persibo Bojonegoro

(Khrisna) sumber simamaung

Tuesday, April 27, 2010

Nurdin Halid Disebut Terima Uang Rp. 500 Juta


Jakarta - Terdakwa suap pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) BI, Hamka Yandhu, mengakui jika ada nama lain penerima cek perjalanan yang menerima dalam bentuk cash. Salah satunya adalah Nurdin Halid.

Hal itu diungkapkan Hamka saat menjalani pemeriksaan terdakwa dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (27/4/2010).

"Apakah juga memberikan kepada Abdullah Zaini 10 lembar dan Nurdin Halid 10 lembar?" tanya jaksa Siswanto.

"Iya, itu jatah yang ditukar dengan cash," jawab Hamka.

"Jadi Nurdin mintanya cash?" tanya hakim lagi.

"Iya dia mintanya cash," timpal Hamka yang mengenakan batik kuning lengan panjang ini.

Atas permintaan Nurdin itu, lanjut Hamka, dirinya mencairkan 10 lembar cek di Bank Mega. "Makanya saya cairkan lewat rekening saya di Bank Mega 10 lembar," papar politisi Golkar ini.

Terhadap pengakuan Hamka ini, jaksa Siswanto mengatakan, Nurdin memang pernah membantah terlibat kasus ini sewaktu diperiksa KPK.

Tetapi ketua umum PSSI itu membantah pernah menerima cek, bukan membantah pernah menerima uang cash dari Hamka.

Pemeriksaan bagi Nurdin diduga dalam kapasitasnya sebagai anggota dewan pada periode 1999-2004. Saat itu Nurdin menjabat sebagai anggota Komisi X yang masuk menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Partai Golkar.

Kasus suap ini telah menjerat 4 anggota dewan sebagai tersangka. Mereka adalah Dudhie Makmun Murod (FPDIP), Endin Sofiahara (FPPP), Udju Juhaeri (FTNI/Polri), dan Hamka Yandhu (FPG). Keempatnya diduga terlibat dalam proses suap untuk memenangkan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI.

(Khrisna) Sumber detikcom

Airlangga Bertekad Balas Dendam

Striker muda Airlangga Sucipto bertekad membalas kekalahan menyakitkan saat dijamu Pelita Jaya Karawang di stadion Singaperbangsa, Karawang, Sabtu (24/4/2010) dengan skor 2-1. Pemain yang akrab disapa Ronggo tidak ingin terus kecewa terhadap insiden di Karawang tersebut.
http://u.goal.com/53200/53274.jpg
Airlangga Sucipto, kecewa golnya sia-sia


Bahkan, Ronggo berharap bisa kembali mencetak gol pada laga kontra Persitara Jakarta Utara, Rabu (28/4/2010) besok. Dirinya merupakan salah satu pemain yang paling kecewa. Ronggo sempat menangis usai laga kontra Pelita. Sebab, gol semata wayangnya pada menit ke-23 malah jadi sia-sia akibat tidak adilnya kinerja wasit Najamudin Aspiran.

"Saya harap bisa membalas kekalahan tersebut saat lawan Persitara, besok. Bahkan, jika nanti ada kesempatan, saya akan mencetak gol dan membawa Persib menang," jelas Ronggo, Selasa (27/4/2010).

Pemain nomor punggung 9 ini berharap, tidak ada faktor non-teknis yang menghalangi Maung Bandung untuk menang. Meski Persitara kini tengah dilanda euforia pasca menekuk Sriwijaya FC dengan skor besar 5-1, namun itu tak menyurutkan niatnya.

"Sepakbola itu bisa berubah setiap saat. Jadi, kalau kemarin mereka menang besar, bisa jadi hal ini tidak terulang. Saya harap semua bisa tampil maksimal dan didukung wasit yang adil dan suporter yang aman," bebernya.
(khrisna) Sumber okezone

Persib Berharap Jadwal Tak Berubah

Persib Bandung berharap tidak ada lagi perubahan jadwal kala bertandang ke Persitara Jakarta Utara, Rabu (28/4/2010) besok. Sebab, hal ini akan menjadi kecurigaan bahwa timnya akan dikerjai lagi.

Ricuh kala melawan Pelita Jaya Karawang berawal dari perubahan jadwal tiba-tiba. Bahkan, perubahan jadwal itu juga diikuti dengan dibatalkannya siaran langsung maupun siaran tunda. Sehingga, hanya penonton di lapangan yang menjadi saksi.

“Dan akhirnya kita tahu bawah kita dikerjai. Sebab, wasit jadi semakin berani berbuat curang karena tidak disaksikan di televisi. Ini tentu merugikan bagi kami jika terulang,” kata Pelatih Robby Darwis, Selasa (26/4/2010).

Robby mengakui, timnya belum mendapat kepastian soal laga besok. Tapi yang pasti, dijadwalkan laga ditayangkan antv pukul 15.30 WIB. Dengan ditayangkan langsung televisi, Robby mengaku wasit pasti akan berpikir ulang untuk berbuat curang.

“Kami harap faktor non-teknis pada laga besok tidak ada. Kalah atau menang kami terima jika wasit yang memimpin adil. Kami harap laga tandang terakhir ini berjalan lancar,” jelasnya.
(Khrisna) Sumber okezone

Persib Main di Siliwangi, Bobotoh Janji Tak Anarkis

Ketua Viking Persib Club Heru Joko menjamin saat ini bobotoh Persib sudah dewasa. Ia juga mengimbau para bobotoh agar bisa bersikap santun dan tidak lagi terpancing aksi seperti di Karawang.

"Kita bersyukur Persib dapat kembali bermain di Siliwangi. Kita manfaatkan moment ini untuk bersikap santun dan menjaga ketertiban," kata Heru Joko saat mediasi dengan aparat Polwiltabes Bandung dan pengurus Persib, Senin (26/4/2010).

Kasgar Tap-II Bandung Marsekal Pertama Wahyudin Kartadinata mengatakan, TNI beruntung jika Stadion Siliwangi kembali menjadi kandang Persib. Asalkan, kata dia, stadion tersebut memenuhi standar PSSI.

"Yang penting kita berkomitmen menjaga ketertiban sehingga ke depannya Persib mudah dapat izin lagi," kata Wahyudin.

Persib Maung Bandung akhirnya resmi memakai Stadion Siliwangi untuk laga kandang lima partai terakhir Liga Super Indonesia (LSI). Kepastian tersebut diperoleh saat pengurus, panitia pelaksana (panpel), dan bobotoh bertemu dengan pihak kepolisian, di Mapolwiltabes Bandung, Senin (26/4/2010).

"Pada intinya kita mengizinkan laga kandang Persib di Stadion Siliwangi, sebab tidak ada tempat lagi," kata Wakapolwiltabes Bandung AKBP Purwolelono kepada wartawan usai mediasi, Senin (26/4/2010).
(Khrisna) Sumber okezone

Ofisial Persib Akan Dipanggil Polisi

Ofisial Persib Bandung dikabarkan akan dipanggil pihak Polres Karawang terkait kericuhan saat laga kontra Pelita Jaya di stadion Singaperbangsa, Karawang, Sabtu (24/4/2010).

Sebelumnya, anggota DPRD Karawang Abbas Hadi Mulyana juga telah menjalani pemeriksaan di polres Karawang. Abbas diduga kuat menjadi biang keladi kericuhan atas aksinya yang mendatangi bench Maung Bandung.

Asisten Pelatih Yusuf Bachtiar mengaku mendengar kabar tersebut. Namun, hingga kini dirinya belum mendapat surat panggilan resmi. "Belum ada juga laporan dari sekretaris tim. Tapi kalau benar saya siap," ungkan Yusuf, Selasa (27/4/2010).

Yusuf mengaku, dirinya akan lebih menekankan pemicu kericuhan sebetulnya sikap wasit yang tidak adil. Sehingga, ofisial serta pemain Persib yang marah disebabkan kinerja wasit yang buruk.

"Karena ini ranahnya sepakbola, maka saya nanti akan beragumen kejadian di lapangan. Saya harap soal ini tidak diselesaikan di polisi, tapi harus PSSI yang turun tangan," jelasnya.
(Khrisna) Sumber Okezone

Atep Diragukan Tampil

Penjabat pelatih Persib Bandung, Robby Darwis masih meragukan kondisi Atep untuk bisa diturunkan sebagai starter, pada pertandingan melawan Persitara Jakarta Utara di Stadion Soemantri Brodjonegoro Jakarta, Rabu (28/4). Meski pemain bersangkutan sudah berlatih dan mengikuti game bersama rekan-rekannya, Robby belum memasukkan nama Atep dalam skenario pemain yang akan tampil sebagai starter.

Berbeda dengan Atep yang sudah absen dalam empat laga terakhir Persib, tiga di antaranya di Piala Indonesia 2010, Robby memastikan Nova Arianto dan Eka Ramdani siap diturunkan. Meski keduanya sempat bermain pada laga terakhir melawan Pelita Jaya Karawang, Sabtu (24/4), Nova sebenarnya masih bergelut dengan cedera bahu kiri dan Eka sempat terserang demam akibat radang tenggorokan.

"Kalau Nova sama Eka, saya kira sudah oke dan tidak ada masalah. Tapi Atep, meski sudah mengikuti game, saya masih ragu untuk menurunkannya sebagai starter. Saya masih harus memantau perkembangannya hingga menjelang pertandingan," kata Robby, usai sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (26/4).

Ketika dikonfirmasi mengenai kondisi terakhirnya, Atep mengaku sudah bisa main pada pertandingan melawan Persitara. Sebab kondisi luka di bagian betisnya sudah membaik dan ia pun sudah tidak merasa khawatir lagi terkena benturan.

Hanya saja, pemiliki nomor punggung 7 ini pun mengaku masih memiliki pekerjaan rumah dalam memulihkan kondisi fisik. "Kalau pelatih mau menurunkan saya, saya sudah bisa. Tapi memang kondisi fisik saya setelah hampir sepekan tidak berlatih baru mencapai 75 persen," kata gelandang asal Cianjur ini.

Seperti diketahui, akibat terjatuh dari motor yang ditumpanginya, Atep mengalami luka di bagian betis. Karena lukanya tak kunjung kering, Atep harus absen dalam tiga laga Persib di Piala Indonesia, yaitu saat melawan Persita Tangerang (17 April 2010), Pelita Jaya Karawang (19 April 2010), dan Persipasi Bekasi (21 April 2010). Juga saat melawan Pelita Jaya di ajang Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010, Sabtu (24/4) lalu.

Sementara itu, dokter tim Persib, dr. Rafi Ghani memastikan, proses penyembuhan Atep sudah maksimal. Karena itu, jika tim pelatih akan menurunkan Atep, ia tidak akan menghalang-halangi. Karena menurutnya, kesiapan seorang pemain untuk tampil akan sangat bergantung pada kesiapan pemain yang bersangkutan.

(khrisna) Sumber Galamedia

Wasit Harus Direformasi

Salah satu penyebab ambruknya prestasi sepak bola Indonesia di pentas internasional adalah buruknya kinerja wasit yang memimpin pertandingan, karena masih berdasarkan kepada standar kepentingan, bukan aturan yang berlaku. Oleh karena itu, korps pengadil di lapangan sepak bola itu harus direformasi.

"Dari sisi kelembagaan, saya setuju kalau ke depan wasit bernaung dalam sebuah lembaga independen. Selain itu, saya juga mengusulkan pembentukan sebuah lembaga pemantau kinerja wasit, yang juga independen. Mirip semacam KPK-nya sepak bola," kata asisten pelatih Persib, Yusuf Bachtiar, usai sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (26/4).

Pandangan dan usulan Yusuf itu masih terkait dengan kekecewaan kubu Persib atas kinerja wasit Najamudin Aspiran (Balikpapan) yang memimpin laga Pelita Jaya Karawang kontra Persib di Stadion Singaperbangsa Karawang, Sabtu (24/4) lalu. Menurut Yusuf, kepemimpinan Najamudin dalam pertandingan itu sudah jelas-jelas didasari kepentingan untuk memenangkan Pelita Jaya agar lolos dari ancaman degradasi.

"Kalau soal kualitas wasit, saya tidak ragu. Saya kira, semua wasit di Indonesia, sangat tahu dan memahami aturan pertandingan yang harus mereka tegakkan. Tapi ketika memimpin pertandingan, wasit kerap memberlakukan standar kepentingan," kata mantan gelandang Persib ini.

Menurut Yusuf, buruknya kinerja dan mental para pengadil di lapangan hijau itu sudah menjadi penyakit yang sudah menjadi rahasia umum. "Ini sudah jadi penyakit. Sayangnya, meski sudah sakit, tapi sulit mati," kata Yusuf.

Balas dendam

Kendati demikian, Yusuf meminta semua pihak, dari mulai petinggi PSSI, komisi wasit hingga para manajer klub untuk bertanggung jawab atas buruknya kinerja korps pengadil ini. Sebab menurutnya, dalam sejumlah kasus, wasit hanyalah alat untuk berbagai kepentingan klub.

"Ini tanggung jawab semua pihak. Sebab saya yakin semua pihak terlibat dalam persoalan wasit ini. Kalau sekarang sebuah tim merasa dikerjai wasit, sangat mungkin pada kesempatan lain akan melakukan balas dendam dengan mengerjai tim tamu dengan cara memperalat wasit. Jadi sepak bola Indonesia ini sepak bola balas dendam," tuturnya.

Karena sudah menjadi penyakit, Yusuf mengaku tidak akan terkejut jika pada pertandingan selanjutnya saat melawan tim-tim yang punya kepentingan untuk meloloskan diri dari ancaman degradasi, Persib kembali mendapatkan wasit yang kinerjanya seperti Najamudin Aspiran. "Kalau soal itu, pasti akan terjadi lagi. Saya kira hal itu sudah jadi rahasia umum," katanya.

(Khrisna)
Sumber Galamedia

Polisi Tetap Larang Bobotoh ke Ibukota

Keinginan bobotoh untuk mendampingi timnya saat bentrok dengan tuan rumah Persitara Jakarta Utara, pada laga lanjutan putaran kedua Superliga 2009/10, dipastikan tidak bisa terlaksana.

Hal itu menyusul keputusan aparat keamanan di ibukota dalam hal ini Polda Metro Jaya, yang menolak kehadiran pendukung setia Persib tersebut ke kandang Persitara, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Rabu (28/4),

Hindari terjadinya bentrok suporter, aparat keamanan ibukota tolak kedatangan bobotoh, pendukung setia Persib Bandung.



Penolakan ini dilakukan demi untuk menghindari bentrokan pendukung Persib dengan suporter tim di Jakarta. Terutama dengan The Jakmania, suporter fanatik Persija Jakarta, yang selama ini memang menjadi musuh bubuyutan.

Aparat keamanan tampaknya tidak ingin ambil risiko dalam menjaga kondisi ibukota agar tetap kondusif, sehingga memutuskan untuk menolak kehadiran suporter fanatik Persib.

Maklum saja karena bakal sulit menghindari terjadinya kerusuhan suporter, sekiranya bobotoh memaksakan diri tetap hadir di stadion yang terletak di tengah-tegah Jakarta ini

Meski begitu, pendukung Persib sebenarnya masih bisa menyaksikan langsung tim kesayangannya berlaga. Tentu dengan menanggalkan atributnya sebagai suporter Persib, guna menghindari razia aparat keamanan.

(Khrisna) sumber goal

Rene Siap Mental Bertanding Dengan Wasit

Stoper Persib Christian Rene Martinez mengaku sudah menyiapkan mental saat Persib menghadapi Persitara, Rabu (28/4). Persiapan mental yang dimaksud adalah siap untuk mengantisipasi kecurangan-kecurangan yang bisa saja dilakukan oleh wasit.

Rene mengatakan, ia wajar mengkhawatirkan kepemimpinan wasit pada pertandingan lawan tim berjuluk Laskar Si Pitung nanti karena masih trauma terhadap kepemimpinan wasit Najamudin di partai sebelumnya, lawan Pelita Jaya.

"Saya harus siapkan mental bertanding melawan Persitara dan mental bertanding melawan wasit. Saya khawatir wasit akan bertindak keterlaluan seperti di pertandingan Persib melawan Pelita," kata Rene seusai latihan di Stadion Siliwangi, Selasa (26/4) pagi.

Rene menjelaskan, posisi Persitara dan Pelita tak jauh berbeda. Keduanya berusaha untuk menjauh dari zona merah. Karena itu, setiap tim di peringkat terbawah akan berusaha dengan berbagai cara untuk menghindari timnya terdegradasi.

"Curiga itu cukup wajar karena kami akan bertanding di kandang tim yang akan terdegradasi. Apalagi, pada musim lalu, pertandingan Persib lawan Persitara dikerjai wasit," kata Rene.

Rene berharap di pertandingan nanti PSSI bisa menunjuk wasit yang netral sehingga tidak merusak konsentrasi para pemain Persib. "Jika wasit bertindak macam-macam, konsentrasi kami akan buyar dan sudah tentu kami tidak bisa mengembangkan permainan. Itulah yang terjadi di Karawang kemarin," kata pemain bernomor punggung 17 ini.

(Khrisna) Sumber tribun

Wildansyah Yakin Menang Kalau Wasit Netral

Skuad Persib direncanakan Selasa siang bertolak ke Jakarta untuk menghadapi tuan rumah Persitara Jakarta Utara di Stadion Soemantri Bojonegoro, Jaksel, Rabu (26/4). Para pemain Persib yakin bisa mengalahkan anak asuh Suimin Dihardja.

Keyakinan itu dilontarkan oleh libero muda Persib, Wildansyah. Ia bersama rekan-rekan pemain Persib yakin bisa mengatasi pasukan Si Pitung asalkan dipimpin oleh wasit yang benar-benar netral.

"Saya optimistis Persib bisa menang di kandang Persitara, tapi dengan catatan asalkan wasitnya tidak berat sebelah," kata pemilik nomor punggung 4 ini.

Pemain muda binaan Persib U-23 ini mengatakan, secara permainan tim, Persib jauh lebih baik dari Persitara. Dengan modal permainan kolektivitas tinggi inilah, lanjut Wildan, ia sangat yakin tim Persib bisa membawa pulang tiga poin dari tuan rumah.

"Secara permainan kita lebih baik dari Persitara. Tapi semua itu percuma saja jika wasit membantu tuan rumah," ujarnya.

Dia berharap, PT Liga Indonesia bisa bersikap profesional dengan tidak mengabulkan rencana-rencana sistematis dari pihak tuan rumah untuk membantu tim zona degradasi memenangi sisa laga.

"Saya ingin pertandingan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, tidak diubah secara mendadak, dan kami ingin pertandingan ini tetap disiarkan langsung sehingga permainan bisa dilihat secara fair," katanya.

(Khrisna) Sumber tribun

Gonzalez Enjoy Dengan Airlangga Atau Budi

Cristian Gonzalez optimistis timnya berpotensi Persib menuai tiga poin terlepas dari siapa pun yang menjadi lawan Persib di sisa laga. Namun, lanjutnya, kadang sepak bola di Indonesia tak hanya mengandalkan kemampuan saja.

"Contoh lawan Pelita, kita dikalahkan bukan lawan, melainkan oleh wasit. Kita sudah bermain bagus dan Pelita juga main bagus. Di lapangan kita sportif, ketika ada pemain yang terjatuh, lawan langsung menolongnya. Tetapi sekali lagi wasit yang merusak pertandingan," kata mantan penyerang Persik Kediri ini, ujar Gonzalez kepada Tribun.

Secara organisasi permainan, Gonzalez memandang kemajuan positif diperlihatkan tim Persib dari satu laga ke laga lainnya. Secara bertahap, kata Gonzalez, setiap kelemahan bisa dibenahi. Di lini depan pun, ia mengaku semakin enjoy berduet dengan Airlangga Sutjipto ataupun Budi Sudarsono.

Khusus untuk pertandingan kontra Persitara, Gonzales berharap wasit yang memimpin jalannya laga bisa bertindak netral. "Kejadian di pertandingan melawan Pelita jangan sampi diulangi lagi. Kita berharap wasit bisa adil di pertandingan berikutnya. Saya tidak ingin, kejadian musim lalu saat kita mogok main di kandang Persitara kembali terulang," katanya. (*)

(Khrisna) sumber Tribun

We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.