Pasang Iklan di Sini

Tuesday, January 26, 2010

Kaki kiri Kosin sakit

Jelang lawan Persik, Kosin mengaku masih merasakan sakit di kaki kirinya yang cedera. Karena itu, didampingi dokter persib,Raffi Ghani, Kosin masih terus menjalani terapi Intensif.
"Saya sebenarnya masih merasakan sakit di kaki kiri, karena itu saya masih harus menjalani terapi, tetapi saya ingin bermain lawan Persik" kata Kosin Hatairatanakol.

Menyangkut kelaikan tanding Kosin dalam pertandingan lawan persik, Raffi menyerahkan sepenuhnya kepada pemain yang bersangkutan. "Kecuali kalau salah posisi, sebenarnya gerakkan Kosin sudah tidak terganggu cederanya. Sekarang tinggal mental pemain yang bersangkutan, karena itu, bisa atau tidaknya Kosin bermain akan sangat tergantung kepada mentalnya kosin sendiri," Ujar Raffi Ghani kepada kami.

Persiwa tahan Persitara





Persitara hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu tamunya, Persiwa dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010. Hasil ini membuat Si Pitung tak mampu beranjak dari papan bawah klasemen sementara.

Bertanding di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Persitara sudah mendapat kesempatan emas untuk mencetak gol pada menit ke-18. Wasit memberikan penalti setelah Sutikno dilanggar oleh pemain belakang Persiwa di kotak terlarang.

Sayang, ujung tombak andalan Si Pitung, Prince Kabier Bello yang tampil sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya masih mampu ditepis oleh Andre Syarifuddin.

Di babak kedua, Persitara akhirnya berhasil mencetak gol. Dedy Mulyadi membawa Persitara unggul 1-0 setelah sukses menaklukkan Andre pada menit ke-50.

Namun keunggulan ini tak bertahan lama. Pada menit ke-70, giliran Persiwa yang mencetak gol lewat Vendry Mofu. Skor 1-1 ini bertahan hingga pertandingan usai.

"Sebenarnya permainan anak-anak sudah lebih baik dibanding saat kami bertemu Persija. Namun nyatanya kami tidak mampu memenangkan pertandingan," kata Harry Gendhar Ruswanto, manajer Persitara usai pertandingan.

Menghadapi Persija, 20 Januari lalu, Persitara menelan kekalahan 0-3. Ketiga gol dilesakkan oleh striker Persija, Talaohu Abdulmushafry.

"Kami akan melakukan evaluasi dalam waktu dekat ini. Namun saya belum bisa membeberkan siapa pemain yang akan dilepas maupun yang dipertahankan," ujar Gendhar.

Tambahan satu angka membuat Persitara semakin terpuruk di papan bawah klasemen sementara. Saat ini Si Pitung masih berada di urutan 17 dengan koleksi 12 poin dari 15 laga.

Nurdin Halid: Tak ada kata mundur !

Nurdin Halid: Tidak Ada Kata Mundur
Nurdin Halid, Ketua umum PSSI.



PSSI belum juga mendapat surat jaminan dukungan pemerintah terhadap pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2022. Namun Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid menegaskan tak akan mundur dari proses bidding.

PSSI belum juga mendapatkan bukti tertulis dukungan pemerintah terhadap rencana bidding tuan rumah Piala Dunia 2022. Padahal, PSSI diminta FIFA untuk memenuhinya paling lambat, 9 Februari 2010.

"Tidak ada kata mundur karena kita telah memutuskan untuk ikut bidding," kata Nurdin di sela-sela acara FIFA World Cup Trophy Tour by Coca Cola, Senin, 25 Januari 2010.

Menurut Nurdin ada 12 tahap yang akan dilalui PSSI pada bidding tuan rumah PD 2022. Pihaknya akan berusha untuk melalui seluruh tahapan itu.

"Tahapan-tahapan ini yang nantinya memutuskan apakah kita lolos atau tidak. Kalau memang tidak memenuhi kualifikasi, kita akan terima," kata Nurdin.

Ditambahkannya, pencalonan tuan rumah PD 2022 tak ada kaitannya dengan prestasi timnas. Dengan demikian, keterpurukan yang dialami tim Merah Putih saat ini tidak akan mempengaruhi hasil bidding.

"Kalau ada salah satu tahapan yang menyertakan prestasi nasional, kami tidak akan maju untuk ikut bidding," kata Nurdin.

Menpora Andi Malaranggeng sebelumnya menekankan agar Indonesia lebih fokus untuk meningkatkan prestasi Timnas. Dengan demikian, Merah Putih mampu tampil pada Piala Dunia di manapun even tersebut digelar.

"Langkah yang paling tepat saat ini adalah fokus pada peningkatan prestasi sepakbola nasional. Kalau ini sudah berjalan baik, kita bakal lolos ke Piala Dunia, di mana pun tempatnya," kata Andi.

Mengenai surat dukungan pemerintah yang diminta FIFA, Andi menjawab secara diplomatis. "Surat yang ditandatangani presiden akan menjadi dokumen negara. Karena itu sebelum tandatangan, semuanya harus jelas dulu," pungkasnya.

Yongki Aribowo dmeragukan...

Yongki Aribowo, striker timnas u2


3 Indonesia, pemain yang lahir pada tanggal 23 november 1989 ini menjadi pemain yang paling berjasa menghempaskan perlawanan Persib di stadion Brawijaya musim lalu. Persib, yang bulan mei tahun lalu itu harus bertanding di antara jadwal maraton di akhir musim, dipaksa pulang tanpa poin.

Persik kali ini yang harus datang ke bandung sepertinya tidak bisa memanfaatkan tenaga Yongki karena ia dikabarkan mengalami cedera. Seperti dikatakan oleh pelatih Gusnul Yakin lewat telepon kepada para wartawan. Selain Yongki, Persik juga dipastikan tidak diperkuat oleh bek berbadan besarnya, O.K John, karena terkena hukuman akumulasi kartu.

Walaupun demikian, pelatih asal malang ini tetap menargetkan mencuri poin dari tuan rumah Persib, dengan mengandalkan strategi yang sama seperti beberapa hari lalu ketika mereka sukses mambawa 1 poin tambahan dari palembang.

Selain itu, Persik juga sangat mewaspadai lini tengah dan depan Persib yang dinilainya sangat berbahaya karena disana terdapat beberapa pemain dengan kemampuan yang bagus seperti, Eka Ramdani, Atep, Hariono, Gilang Angga, dan juga Christian Gonzales yang sedang dalam keadaan on fire.

Sementara di kubu lainnya, Persib dapat memainkan seluruh pemain terbaiknya, walaupun keadaan fisik para pemainnya sedang tidak terlalu bagus berkat jadwal pertandingan yang padat ditambah gaya permainan cepat ala maung bandung.

Sintaweechai Hathairatanakool dan beberapa pamain lainnya tidak sepenuhnya fit

Termasuk kiper utama Persib yang beberapa hari lagi habis masa pinjamnya, Sinthaweechai Hathairattanakool. Kosin mengakui bahwa secara fisik, ia masih membutuhkan istirahat, namun karena keputusan sepenuhnya ada di tangan pelatih, maka Kosin mengatakan siap berjibaku menghadang setiap serangan yang mengarah ke gawangnya.

“Sebenarnya, fisik saya untuk pertandingan besok belum begitu sempurna. Namun jika dipercaya saya sangat siap karena mental saya sedang tinggi”, ujarnya di stadion siliwangi pagi tadi.

Beberapa pemain juga tidak seratus persen fit, termasuk Eka, Hariono, Maman, juga Atep yang pada pertandingan sebelumnya terpaksa tidak dapat melanjutkan permainan karena terserang kram otot. Itulah sebabnya pelatih kepala Persib, Jaya Hartono hanya membebaskan pemain dalam sesi latihan di beberapa hari kebelakang ini.

Persib: Sintaweechai, Maman, Nova Arianto, Ch. Rene, Hariono, Eka, Nutnum, Gilang, Atep, Hilton, Christian Gonzalez


Persik: Herman BT, Nasyrov ,Idrus, Sulis, Kusnul, Legimin, Jefry, Mahyadi Panggabean, Amarildo Souza, Patricio, Saktiawan Sinaga

Coach: PERSIB: JAYA HARTONO

Coach PERSIK : Husnul Yakin

Grafis By: Khrisna Prasetya

Monday, January 25, 2010

Akhir Manis Putaran Pertama

Seluruh personel di Persib siap memberikan seluruh kemampuan terbaiknya untuk menghadapi partai terakhir putaran pertama liga super indonesia 2009/2010 yang melelahkan ini dengan kemengangan. Setelah sebelumnya Eka Ramdani mengatakan para pemain bertekad mengantarkan Persib di posisi 5 besar, kali ini pelatih Jaya Hartono berjanji akan mengakhiri putaran pertama ini dengan manis.

Grafik permainan maung bandung yang terus meningkat tampaknya menjadi bukti sekaligus menumbuhkan optimisme untuk kembali merebut poin demi poin yang sudah banyak terlepas dari pertandingan-pertandingan di awal liga. Termasuk kembali tajamnya sang eksekutor Christian ‘el loco’ Gonzales yang mencatatkan 4 gol berturut-turut dalam 3 pertandingan.

Demikian pula dengan penampilan ciamik dari seorang Eka Ramdani yang kali ini dapat mengisi kekosongan peran eksekutor dari lini kedua. Hilton Moreira sekarang bermain untuk tim, tidak terlalu memaksa untuk selalu menciptakan gol dari keegoisannya.

Rene semakin tangguh dan melakukan beberapa penyelamatan penting. Nova sulit dilewati. Maman juga lebih cerewet dalam mengomando tim ketika bertahan. Hariono tetap sebagai pembangkit semangat dan adrenalin.

Sayap Persib juga tak kalah impresifnya karena Atep telah terlahir menjadi seorang assassin.

Dan duo Thailand yang semakin menumbuhkan harmoni yang kuat diantara tim dan bobotoh. Sayangnya, ini pertandingan terakhir Suchao di Persib.

Namun tidak berarti Persib tanpa kelemahan. Masih ada hal yang masih harus diperbaiki dalam sistem permainan Persib Bandung. Kebobolan dalam waktu yang singkat setelah berhasil mencetak gol dari beberapa pertandingan terakhir meninggalkan evaluasi dari tim pelatih.

“Anak-anak sering kali mengendorkan penjagaan terhadap lawan setelah kita berhasil mencetak gol. Ini yang menyebabkan gawang kita kerap mengalami kebobolan. Seharusnya kita tidak boleh mengendurkan pressing terhadap setiap pemain lawan yang memegang bola. Tidak memberikan waktu untuk berfikir”, koreksi Jaya terhadap anak asuhnya.

Hal ini juga yang diharapkan Jaya untuk tidak diulangi lagi di pertandingan selanjutnya melawan Persik Kediri, selasa ini.

Persik memang menjadi tim yang kerap menghadirkan kejutan ketika mereka menjadi tim tamu. Tercatat 2 kali mereka berhasil membawa 1 poin hasil imbang melawan tim kuat yaitu ketika menantang Persija dan Sriwijaya FC sabtu lalu. Mereka bahkan berhasil mempermalukan tim yang terkenal mempunyai tradisi menang di kandang yaitu Persebaya dengan skor 1-0.

Hilton, Rene, dan Kosin dalam latihan conditioning minggu (24/01) sore di stadion sidolig.

“Persik tim yang berbahaya, kekuatannya berada di mental mereka yang kuat dan stabil, sehingga permainan mereka tidak dipengaruhi oleh tekanan dari supporter. Mereka tidak takut, tidak nervous. Padalah secara materi, mereka hanya punya 2 orang pemain berlevel timnas, yaitu mahyadi dan saktiawan”, kata Jaya Hartono sesaat setelah latihan sore.

Persib rencananya akan melakukan latihan terakhir pagi senin ini di lapangan siliwangi.



(Khrisna/)

PT Liga Bantu Klub Terapkan "Sport Science"


PT Liga Bantu Klub Terapkan
Joko Driyono



PT Liga Indonesia berencana merekrut tenaga pelatih dari sejumlah perguruan tinggi, untuk diperbantukan kepada klub peserta kompetisi Liga Super Indonesia dalam penerapan "sport science" (ilmu pengetahuan keolahragaan).

Rencana itu dipaparkan Direktur Eksekutif PT Liga Indonesia Joko Driyono kepada wartawan usai mengadakan pertemuan dengan pimpinan dan staf pengajar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (FIK Unesa), Kamis.

"Rencananya kami akan merekrut 18 orang alumni FIK dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan nantinya mereka akan diperbantukan kepada masing-masing kontestan kompetisi Liga Super," katanya.

"Untuk tahap awal, PT Liga yang akan mengontrak dan membiayai tenaga pelatih tersebut. Soal klub bersedia menerima atau tidak tenaga mereka, kami tidak memaksa," tambah Joko.

Dari 18 tenaga pelatih yang dibutuhkan, PT Liga Indonesia baru mendapatkan empat orang, di antaranya dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Negeri Yogyakarta.

"Kedatangan kami ke Unesa, salah satunya juga bertujuan untuk itu karena Jatim punya banyak klub Liga Super. Kami juga berencana menggandeng perguruan tinggi di luar Jawa, seperti di Makassar dan Padang," kata Joko Driyono.

Rencana menempatkan tenaga pelatih dari kalangan perguruan tinggi di klub Liga Super, menjadi salah satu niatan PT Liga Indonesia untuk meningkatkan kualitas pemain dan kompetisi di tahun mendatang.

Menurut Joko Driyono, tidak banyak klub yang memanfaatkan tenaga pelatih dari kalangan perguruan tinggi, padahal mereka memiliki kemampuan dan ilmu pengetahuan serta sarana penunjang yang cukup memadai.

"Dalam struktur organisasi klub atau tim sepak bola profesional, tenaga pelatih fisik atau psikiater semestinya harus ada. Tapi di Indonesia, itu hanya menjadi syarat administrasi bagi klub dan tidak pernah diimplementasikan," ujarnya.

Joko Driyono menambahkan, pemanfaatan teknologi maupun "sport science" dalam sepak bola profesional menjadi tanggung jawab masing-masing klub.

Hingga kini belum ada kemauan dari pengelola klub karena berbagai alasan, sehingga PT Liga Indonesia berinisiatif memulai penerapan itu. "Memang budaya kita harus dipaksa dulu, baru mau jalan," tegasnya.

Sebelum mendekati Unesa, PT Liga Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan UPI Bandung dan UNJ. "Dengan Unesa merupakan kerja sama yang ketiga," tambah Joko.

Pembantu Dekan III FIK Unesa Imam Marsudi, menyambut inisiatif PT Liga Indonesia untuk memanfaatkan tenaga pelatih dari perguruan tinggi dalam mendukung kualitas sepak bola di tanah air.

"Tujuan kami bukan mengintervensi klub atau pelatih, tapi membantu mereka meningkatkan kualitas dan kemampuan pemain, terutama fisik dengan penerapan `sport science` yang tepat," katanya.

Ia menambahkan, pelatih yang mumpuni dalam hal taktik dan strategi, belum tentu maksimal menerapkannya dalam permainan tanpa memahami kondisi fisik dan psikologi pemainnya.

"Di sinilah pentingnya tenaga pelatih yang paham soal sport science. Kapan pemain itu harus ditingkatkan fisiknya, kapan harus dimainkan dan diistirahatkan. Di negara-negara maju, hal semacam ini sudah diterapkan dan menjadi keharusan," tambahnya.


(Khrisna/net)

Tiang dekat-Kostadin Angelov tolak tambah Stopper Produta F.C.


Kostadin Angelov Tolak Tambah Stopper  Pro Duta Pro Duta memetik kemenangan besar, 11-1, saat beruji coba menghadapi Browijoyo di Stadion Maguwoharjo, Minggu (24/1) sore. Gol-gol kemenangan Pro Duta dibuat Emelue Serge (3 gol), Eka Santika (3), Komang Maryawan (2), serta Zulham, Jordy dan Tarikh El Janaby yang masing-masing membuat 1 gol.

Seusai pertandingan, pelatih Pro Duta, Kostadin Angelov, menolak penambahan stopper yang ditawarkan oleh manajemen Pro Duta untuk menghadapi putaran kedua Liga Joss Indonesia 2009-2010. Penolakan tersebut dilontarkan Kostadin menyusul buruknya performa dua pemain belakang yang kemarin menjalani seleksi, yakni Karin dan Wowo.

“Saya tidak butuh tambahan stopper lagi. Dua pemain yang ikut seleksi hari ini sangat buruk, jauh dari kualitas empat stopper yang kami miliki,” kata pelatih berkebangsaan Bulgaria tersebut.

Kostadin mengatakan dirinya masih harus melakukan sejumlah perubahan di berbagai lini. Pembenahan wajib dilakukan Kostadin mengingat sepanjang putaran pertama lalu performa Pro Duta sangat labil. “Saya masih harus melakukan pembenahan.

Saya sendiri tidak akan melakukan uji coba lagi, mengingat kian dekatnya laga melawan Persis Solo yang akan dilakukan Jumat (29/1) mendatang,” terang dia. Menghadapi Persis, Pro Duta kemungkinan besar akan memainkan Sofyan Morhan untuk menggantikan Fadli yang tidak bisa diturunkan karena mendapatkan akumulasi kartu. Selain Sofyan, Pro Duta masih memiliki Yudi Khoerudin.

Kami ( PSSI ) akan bentuk tim investigasi



Nurdin Halid, Ketua umum PSSI




Jakarta - PSSI akan bergerak cepat untuk menangani kasus kerusuhan yang dilakukan Bonek menjelang laga Persebaya Surabaya vs Persib Bandung. Sebuah tim investigasi akan dibentuk demi mencari dalangnya.

"Sore ini saya bersama Exco (Komite eksekutif) akan melakukan rapat untuk mengusut kasus soal bonek tersebut," ujar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid kepada wartawan di Hotel Mulia Senayan, Senin (25/1/2010) siang WIB.

Dikatakan oleh Nurdin kalau ia kecewa pada Persebaya karena tidak bisa memberi pelajaran kepada suporternya.

"Bonek ini kan sedang dalam hukuman, apakah Persebaya punya kepedulian kepada suporternya dengan membiarkan Bonek berangkat," tukasnya

"Kami akan melacak dalangnya siapa yang melakukan itu. Saya rasa itu bonek perusuh yang melakukannya bukan bonek pecinta bola."

Lalu apakah ada hukuman tambahan untuk Persebaya? Nurdin menjelaskan karena adanya indikasi ketidakpatuhan pada peraturan yang ada.

"Pokoknya kami akan melakukan investigasi dan nanti bisa saja tambahan sanksi untuk Bonek dan juga Persebaya," tegas Nurdin.


(khrisna/net)

Bonek, Penyakit Kronis Sepakbola Indonesia


Bonek Alias Bondo Nekad Alias Modal Nekad, kadang suka meresahkan warga.



Jakarta - Persebaya Surabaya pastinya bangga punya suporter ekstra fanatik. Sayang kelompok yang dikenal dengan Bonek itu justru menjadi semacam penyakit kronis, yang menimbulkan kerusakan dan ancaman kematian.

Bonek kembali menjadi headline di banyak media nusantara di sepanjang akhir pekan ini. Tak ada yang berbeda dibanding kisah-kisah sebelumnya, karena ceritanya masih berkutat seputar anarki, aksi kriminal, kekacauan dan kekerasan.

Sudah lama suporter fanatis Persebaya Surabaya ini jadi mimpi buruk sepakbola Indonesia. Sejak tahun 1990-an, kelompok yang satu ini tak henti memunculkan kekhawatiran jika Persebaya Surabaya menjalani laga tandang.

Berupaya mendukung 'Bajul Ijo' menjalani laga tandang ke Persib Bandung, ratusan bonek menyebar ancaman hampir di sepanjang jalan yang mereka lewati. Beberapa stasiun kereta yang mereka lintasi jadi korban lemparan batu, pemalakan pada pedagang hingga wartawan yang jadi sasaran pemukulan.

Publik yang sudah hapal betul dengan tindak-tanduk Bonek jelas tak diam saja. Di beberapa pintu perlintasan kereta perlawanan coba diberikan. Tapi kekerasan jelas bukan solusi karena cuma berakhir dengan jatuhnya korban jiwa.

Yang kemudian menjadi ironi dari aksi Bonek sepanjang perjalanan dari dan hingga Bandung adalah fakta bahwa mereka seseungguhnya sedang dalam periode hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI. Per 22 Januari 2010 lalu Komdis melarang Bonek menemani Persebaya menjalani laga tandang hingga dua tahun lamanya.

Sanksi tersebut divonis menyusul aksi nekat seorang penonton yang ikut merayakan gol dengan masuk ke lapangan saat Persebaya bertandang ke Pelita Jaya.

Keberadaan Bonek di kandang Pelita tersebut juga menyalahi aturan karena mereka masih berstatus terhukum. Akibat keributan yang dibuat saat bertandang di Gresik pada 2009, Bonek disanksi tak boleh menemani Persebaya hingga Juni 2010.

Dengan kata lain, hukuman yang dijatuhkan PSSI (dalam hal ini Komdis) sama sekali tak diacuhkan Bonek karena mereka malah mangkir dari dua sanksi yang dijatuhkan.

"Ini memang penyakit," seru Menegpora Andi Malarangeng saat dimintai komentarnya soal aksi anarki Bonek dalam dua hari ke belakang.

Seperti diungkapkan Andi kemudian, Persebaya sebagai klub yang menaungi Bonek jelas harus bertanggung jawab terhadap semua masalah tersebut. Sayangnya sanksi berupa denda yang sudah berkali-kali dijatuhkan PSSI seperti tak mempengaruhi kenekatan para Bondo Nekat tersebut.

"Bonek sudah begitu mencemaskan banyak pihak. Mereka itu pergi tidak membawa bekal yang cukup. Ini mencemaskan karena mereka menjarah pompa bensin dan tukang rokok," ungkap Sekjen PSSI, Nugraha Besoes dalam wawancaranya dengan TVOne.

Kalau semua sanksi yang dijatuhkan tak cukup memberi rasa jera, mungkin PSSI perlu mengikuti langkah mengatasi kerusuhan suporter yang dilakukan UEFA. Otoritas sepakbola Eropa berani mengambil tindakan tegas saat melarang klub-klub Liga Inggris berpartisipasi di Eropa selama enam tahun menyusul keributan yang dilakukan fans Liverpool dengan pendukung Juventus, dalam kejadian yang kemudian dikenang sebagai Tragedi Haysel tersebut.

Tahun 2005 silam PSSI sempat mengambil langkah berani dengan menghukum Persebaya larangan berkompetisi selama dua tahun akibat keputusan mundur dari Babak 8 Besar Liga Djarum Indonesia. Sayangnya PSSI kemudian melunak karena beberapa kali mengkorting sanksi yang diberikan.

Yang ditunggu publik sepakbola tanah air kini adalah keberanian PSSI untuk kembali mengganjar tim-tim yang bermasalah dengan suporternya dengan sanksi yang benar-benar tegas. Toh ini dilakukan demi sembuhnya penyakit dan menciptakan kompetisi sepakbola yang sangat sehat.


(Khrisna/Net)

PERSIB BANDUNG VS PERSIK KEDIRI Review

PERSIB BANDUNG vs PERSIK KEDIRI
Liga Super Indonesia 2009/2010
Selasa, 26 Januari 2010
Stadion Si Jalak Harupat, Soreang
Live Antv, RRI Bandung
15.30
(Berdasarkan jadwal yang kami terima dari PT Liga Indonesia dan bisa berubah secara mendadak tanpa pemberitahuan).

Head to Head

16 Mei2009 LSI Persik vs Persib 2-1
05 Agu 2008 LSI Persib vs Persik 3-1
13 Nov 2007 LI Persik vs Persib 2-0
11 Mar 2007 LI Persib vs Persik 2-0
23 Des 2004 LI Persik vs Persib 0-0
11 Apr 2004 LI Persib vs Persik 2-0
10 Sep 2003 LI Persik vs Persib 4-0
15 Apr 2003 LI Persib vs Persik 1-1

Rekor Pertemuan

Persik Kediri 14 3 2 3 10-9 11
Persib Bandung
8 3 2 3 9-10 11

Posisi Klasemen (Sementara)

4 Persib Bandung
16 7 3 6 19-17 24
8 Persik Kediri 15 5 7 3 19-13 22

5 Laga Kandang Terakhir Persib Bandung
23 Jan 2010, Persib vs Persebaya 4-2
12 Jan 2010, Persib vs PSPS 3-1
09 Jan 2010, Persib vs Persija 0-0
09 Des 2009, Persib vs Persijap 1-0
06 Des 2009, Persib vs Persela 2-0

5 Laga Tandang Terakhir Persik Kediri
23 Jan 2010, Sriwijaya FC vs Persik 1-1
10 Jan 2010, Persela vs Persik 3-1
02 jan 2010, Persijap vs Persik 1-1
19 Des 2009, Persebaya vs Persik 0-1
02 Des 2009, Persija vs Persik 0-0

Mohon koreksinya jika ada kesalahan data, terima kasih.


(khrisna/Net)

Adaptasi Satoshi!

Adaptasi Satoshi!

Meski belum resmi dikontrak, gelandang asal Jepang, Satoshi Otomo menyatakan siap bermain bersama Persib Bandung di putaran II mendatang. Satosi pun mengaku cocok berada di Persib.

"Saya siap bermain bagi Persib. Kondisi saya saat ini memang sudah siap untuk bermain bersama Persib," kata Satoshi usai latihan bersama Persib Bandung di Stadion Persib, Jln. Ahmad Yani, Minggu (24/1).

Menurutnya, atmosfer sepak bola di Persib Bandung sangat mendukung. Para pemain yang lain pun bisa menerimanya dengan baik. Padahal ia baru berada di Kota Bandung beberapa hari yang lalu.

"Teman-teman (pemain yang lain, red) baik. Mereka sopan dan bisa menerima saya," kata pemain yang diproyeksikan sebagai pengganti Suchao Nuchnum ini.

Sementara itu, pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono mengaku telah meminta kepada Satoshi untuk segera mempersiapkan dirinya menghadapi Persebaya Surabaya pada pertandingan pertama di putaran II nanti. Satosi diminta meningkatkan kondisi stamina dan mental bertandingnya.

"Saat ini kondisinya memang baik. Tetapi untuk bermain selama 90 menit masih harus ditingkatkan. Karena mungkin ia sudah lama tidak bermain. Itu juga agar tidak tertinggal da ri pemain lainnya," ujarnya.

Jaya mengatakan, saat dimainkan nanti, Satoshi sudah harus in dengan pemain lainnya. Dia harus segera beradaptasi dengan para pemain lainnya. Namun Jaya yakin, Satosi bisa melakukannya dengan baik.

"Begitu main, harus langsung in. Saya yakin dia bisa," tegasnya.

Jaya merasa mantan pemain asal klub Gifu (Divisi II Liga Jepang) ini bisa karena melihat penampilannya saat berlatih sama seperti saat Suchao. Suchao langsung bisa bermain dengan pemain yang lain. Hal itu dikarenakan gaya permainan Suchao mendahulukan kerja sama tim.

"Gaya bermain Satoshi sama dengan Suchao. Saat menerima bola, Satoshi tidak langsug berhasrat untuk melewati pemain, tetapi langsung melihat kawan yang kosong. Dia mendahulukan kerja sama tim dan tidak individualis," tukasnya.

We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.