BAGIAN KESATU, BAGIAN KE DUA ADA DI: memori-beritabobotoh.blogspot.com
Meskipun kompetisi Galatama mulai digelar pada 17 Maret 1979, klub-klub profesional di Indonesia mulai muncul pada pertengahan tahun 1970-an. Malah, Pardedetex, klub profesional asal Medan, tercatat sebagai klub tangguh pada tahun 1960-an.
Kembali pada pertengahan tahun 1970-an tadi, ada kisah menarik yang berkaitan dengan Persib. Pada bulan Februari 1976, ada kabar bahwa empat pemain Persib hendak ke Pardedetex (Medan). Mereka adalah Dedi Sutendi, Harry Muryanto, Zulchaidir, dan Risnandar.
Namun, dari empat pemain itu, hanya Dedi Sutendi yang hijrah ke Medan. Sementara tiga pemain lainnya (Harry Muryanto, Zulchaidir, dan Risnandar) buru-buru membantah pemberitaan media massa pada masa itu.
Meskipun Pardedetex merupakan klub profesional, dalam konsep persepakbolaan Indonesia masa itu, pemainnya masih tetap bersatus amatir. Ya, klubnya profesional, sedangkan pemainnya amatir. Paling tidak, selain diberi label semi (profesional), pada masa itu, ada “kerancuan”. Perhatikan saja komentar Bapak Rahmatullah Ading Affandi (kini, almarhum) ketika enam pemain Persib hendak memperkuat Kramayudha Tiga Berlian (Palembang) pada 1991 (untuk persiapan Piala Winners Asia I/1991) dengan mengomentari “lelucon”. Maklum, kontraknya dengan Kramayudha Tiga Berlian tidak jelas. Singkat cerita, kebetulan pada 1991 itu, Kramayudha Tiga Berlian di-diskualifikasi di Piala Winners Asia 1991 dan akhirnya mengundurkan diri dari kompetisi Galatama XI/1990-1992 (mundur pada putaran I, tahun 1991) sehingga kisah sejarah pemain Persib di Kramayudha Tiga Berlian “terhapuskan”.
( Bersambung ke Bagian kedua, bagian kedua ada di www.memori-beritabobotoh.blogspot.com
BAYARAN saja tak cukup bagi para pemain sepak bola. Durasi turun ke lapangan juga menjadi incaran mereka. Apalagi, bagi mereka yang sedang berada di masa keemasan. Arema Indonesia memulai Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 dengan kemelut. Penyebabnya, perseteruan penjaga gawang Markus Horison dengan pelatih Robert Albert Rene. Tapi, akhirnya Arema memutuskan melepas Markus dan mempertahankan Robert. Berdasar catatan statistik yang dimiliki PT Liga Indonesia (PT LI), Markus hanya sembilan kali turun ke lapangan atau 53 persen paro musim lalu. Persentase itu sama persis dengan jam terbang penjaga gawang kedua klub berjuluk Singo Edan Kurnia Meiga Hermansyah. Minimnya porsi merumput tersebut memancing kiper utama tim nasional (timnas) itu untuk memprotes dengan keras dan mangkir latihan. Maklum, Markus merasa bisa tampil penuh dalam tiap laga. Namun, otoritas pelatih berkata lain. Memang tak sekadar besaran rupiah yang dikejar para pemain, eksistensi bersama tim juga dikejar. Apalagi, minimnya kesempatan bermain di klub bisa mengancam kelanjutan karirnya sebagai penjaga gawang Pasukan Garuda, julukan timnas. Nyatanya, dari segi bayaran, Markus dikontrak jauh lebih mahal daripada Kurnia Meiga. Pemain berkepala plontos itu diikat dengan bayaran Rp750 juta, sedangkan Kurnia Meiga tak sampai separonya, hanya Rp200 juta. Kini hati Markus bisa lebih lega. Persib menjadi pelabuhan pada paro musim kedua. Kondisi itu tak hanya menerpa Markus. Pengalaman serupa dituai Aris Indarto, libero Persija Jakarta. Pemain berusia 31 tahun tersebut hanya tampil dua kali sebagai pemain inti pada putaran pertama lalu. Jika penampilannya dipersentasekan, dia hanya tampil 15 persen dalam pertandingan yang dilakoni Persija. Amunisi Singapura Baihakki Khaizan dan Leonard Tupamahu lebih sering dipasang. Namun, Aris cukup legawa. "Yang penting, saya sudah berusaha sebaik mungkin. Bagaimanapun, pelatih berwenang menyusun komposisi tim dan saya harus menghormati," ujar pemain bernomor punggung 80 itu. Pesaingnya memang cukup banyak di tim. Toh, bayarannya di Persija saat ini juga tak terjun bebas. Dia dikontrak Rp 500 juta musim ini. Meski demikian, dia tak menutupi kekecewaannya saat Persija tak lagi membutuhkannya pada musim kompetisi 2005. "Rasanya seperti diusir dari rumah," ujar pemain yang pernah bergabung dengan PSSI Barreti itu. Maklum, kiprah Aris bersama Persija tak singkat. Selama enam musim, 2000-2005, dia menjadi pilar tim oranye itu. Malah ban kapten kerap dipercayakan kepada dia. Tak hanya Markus, penjaga gawang timnas lainnya, Ferry Rotinsulu, sempat dikabarkan hengkang dari Sriwijaya FC pada jeda kompetisi karena berkurangnya persentase tampil di lapangan. Hadirnya kiper senior Hendro Kartiko memang menambah persaingan internal. Bahkan, Hendro yang musim lalu memperkuat Persija mencatatkan waktu bermain lebih banyak daripada Ferry, 55 persen berbanding 39 persen. Namun, pelatih kiper Sriwijaya FC Indrayadi menampik bahwa Ferry dibangkucadangkan karena performa pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, itu menurun. "Dua penjaga gawang itu memiliki kualitas serupa. Sebetulnya Ferry malah lebih agresif karena lebih muda," ujar Indrayadi. Di sisi lain, Hendro memiliki pengalaman yang bisa mendukung penampilannya di lapangan. "Pemilihan kiper yang tampil lebih disebabkan tuntutan jadwal pertandingan yang sangat padat," ujar Indrayadi. Musim ini Sriwijaya memang tak hanya tampil pada dua kompetisi nasional, tapi juga harus bertanding pada playoff Liga Champions Asia. Setelah gagal melangkah ke babak utama, tim besutan Rahmad Darmawan itu tetap harus tampil di AFC Cup. Di awal ISL putaran kedua ini saja Sriwijaya harus bermain lima kali dalam 14 hari. Termasuk away ke Maladewa. Itu belum termasuk jadwal Ferry dalam membela timnas. Tingginya frekuensi cedera Ferry juga membuat manajemen dan jajaran pelatih Sriwijaya memilih dua kiper terbaik tanah air. "Makanya, kami benar-benar membutuhkan kiper yang memiliki kualitas setara," tukas Indrayadi.
Jelang batas penutupan transfer pemain Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 putaran kedua, 28 Februari mendatang, Persib masih kesulitan mencari amunisi tambahan. Hal itu disebabkan keterbatasan sisa waktu yang bersamaan dengan konsentrasi pertandingan.
Gilang Angga kusuma ( Bawah, kelima dari kiri) (Gambar: Google)
Manajer Persib, Umuh Muchtar mengatakan hal itu seusai pertandingan Persib melawan Persisam Samarinda, Sabtu (20/2) lalu. Menurut dia, pihaknya telah berupaya mencari alternatif pemain baru tambahan untuk menyokong Gilang Angga di sayap kanan dan Atep di sayap kiri Persib.
"Ada beberapa calon pemain dari Asia yang telah kami bidik seperti pemain dari Uzbekistan, Korea, dan Singapura, namun susah," ungkap Umuh tanpa menjelaskan alasannya.
Dia pun telah berupaya meminta bantuan pengusaha yang membantu mendatangkan Sinthaweecai "Kosin" Hathairattanakool dan Suchao Nutnum, Hasan Saputra, untuk mencarikan pemain Thailand dengan kualitas serupa. Sayangnya, menurut Hasan, kecil kemungkinan untuk mendapatkan pemain Thailand. Pasalnya, Liga Thailand akan bergulir awal Maret ini sehingga semua pemain bola termasuk Kosin dan Suchao tidak bisa dipinjamkan.
Alternatif lainnya, kata Umuh, Persib akan mengincar pemain lokal dengan kemampuan selevel dengan pemain tim nasional. Syarat lainnya, pemain tersebut tidak bermasalah dan tidak terikat kontrak dengan klub mana pun. "Tetapi kalau melihat potensi pemain muda Persib saat ini, saya mungkin akan mendorong mereka untuk meningkatkan kualitasnya," katanya.
Asisten pelatih Persib, Yusuf Bachtiar yang dihubungi terpisah mengatakan, apabila peluang untuk mendapatkan pemain tambahan itu sulit, maka dia sepaham dengan apa yang dikatakan Umuh untuk memaksimalkan pemain yang ada. Personel tambahan itu untuk mengantisipasi kemungkinan absennya pemain inti Gilang dan Atep akibat akumulasi kartu, kecapaian, atau cedera yang pernah mereka alami.
Ketika hal itu terjadi, kata Yusuf, Persib sering menurunkan Wildansyah maupun Cucu Hidayat sebagai penggantinya. Padahal dari segi karakter fungsi di lapangan, antara kedua nama tersebut dengan Gilang dan Atep itu berbeda. Wildansyah dan Cucu cenderung pada posisi gelandang bertahan bukan penyerang.
Masa persiapan Persib Bandung menghadapi Bontang FC pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/ 2010, 11 Maret mendatang, dipastikan tidak akan diikuti seluruh pemain. Pasalnya, enam pilar Persib dipanggil Badan Tim Nasional (BTN) untuk menjalani persiapan menghadapi Australia pada laga terakhir babak kualifikasi Piala Asia 2011, 3 Maret mendatang.
Keenam pemain Persib yang dipanggil BTN itu adalah penjaga gawang Markus Horison Rihihina, Nova Arianto, Maman Abdurahman, Hariono, Eka Ramdani, dan Budi Sudarsono. "Surat panggilan BTN untuk enam pemain itu sudah kami terima," kata Sekretaris Tim Persib, Yudiana ketika dihubungi "GM", Senin (22/2).
Dikatakan Yudiana, berdasarkan surat pemanggilan dari BTN, para pemain Persib dan pemain dari klub lain yang dipanggil, harus sudah bergabung di pemusatan latihan mulai Kamis (25/2). "Program pelatnas akan dimulai Kamis (25/2) di Jakarta. Sedangkan pertandingan tandang melawan Australia akan dimainkan pada 3 Maret nanti," jelas Yudiana.
Bagi tim nasional Indonesia, pertandingan melawan Australia ini sudah tidak menentukan lagi. Usai laga melawan Oman di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, bulan lalu, tim "Merah-Putih" sudah dipastikan tersingkir dan gagal menjaga tradisi tampil di putaran final Piala Asia.
Karena itu, pemanggilan keenam pemain pilar Persib ke tim nasional tersebut cukup mengejutkan. Sebab sebelumnya, pelatih Persib, Jaya Hartono memperkirakan BTN hanya akan memanggil para pemain di sektor pertahanan seperti Markus, Maman, Nova, dan Hariono.
BERBEDA dengan laga-laga sebelumnya, saat menyaksikan partai Persib Bandung kontra Persisam Putra Samarinda di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Sabtu (20/2) lalu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, didampingi istrinya, Sendy Ramania Wurandani. Maklum karena pada laga ini, Wagub Jabar sedang mendampingi kunjungan resmi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora), Andi Alfian Mallarangeng.
Sendy Ramania, Kanan (Gambar: Google, Detik)
Bagi Sendy, kesempatan menyaksikan laga Persib secara langsung di tengah-tengah puluhan ribu bobotoh bukan merupakan pengalaman pertama. "Dulu saya pernah menonton langsung pertandingan Persib. Kalau tidak salah, ketika itu ada kericuhan penonton," ujar Sendy ketika berbincang dengan "GM" usai acara audiensi Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jawa Barat dengan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Jawa Barat, Amung Ma'mun di Kantor Disorda Jabar, Jln. Dr. Rajiman Bandung, Senin (22/2).
Pertandingan Persib yang dimaksud Sendy adalah laga kandang Persija Jakarta pada awal Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 di Stadion Siliwangi Bandung. Pertandingan yang disaksikan langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat itu memang berakhir ricuh, menyusul kekalahan Persib 2-3 dari tim tamu.
"Tapi untuk pertandingan kemarin (lawan Persisam, red), bobotoh cukup bagus. Meski baru pulang ke rumah sekitar pukul 23.00 WIB karena macet, saya cukup senang," kata alumnus SMA Tarakanita Jakarta ini.
Meski tidak begitu memperhatikan perkembangan, Sendy mengaku suka menonton pertandingan sepak bola. "Waktu di Jakarta saya suka menonton pertandingan sepak bola. Tapi saya memang tidak terlalu mengikuti perkembangannya secara detail," ujar Ketua Perwosi Jawa Barat ini.
Soal fenomena Persib, menurut pandangannya, saat ini Persib bukan hanya milik dan kebanggaan Kota Bandung, tapi sudah menjadi aset Jawa Barat.
Isu perpindahan pemain kali ini kembali berhembus di skuad Persib Bandung. Kali ini, pemain yang diisukan akan hengkang adalah penyerang tim nasional Indonesia, Budi Sudarsono. Pemimpin klasemen, Arema Malang dikabarkan tengah menunggu kedatangan pemain kelahiran 19 September 1979 ini.Seperti yang diberitakan ongisnade.net, Budi Sudarsono diberitakan dibarter dengan penjaga gawang Arema yang kini menjadi penjaga gawang Persib, Markus Haris Maulana. Situs tersebut menyebutkan bahwa kepastian transfer Budi Sudarsono harus menunggu deadline pendaftaran pemain di putaran kedua Liga Super Indonesia 2009/10, yakni tanggal 28 Februari mendatang.
Budi Sudarsono
Manajemen Persib sendiri belum mengeluarkan statemen resmi mengenai kepastian perpindahan Budi, proses, dan alasannya. Namun, apapun yang terjadi, diharapkan proses ini tidak mengurangi kekuatan dan performa Persib di putaran II Liga Super Indonesia ini.
Persib sendiri sampai saat ini masih mencari seorang pemain untuk mengisi posisi sayap melapisi Gilang Angga dan Atep.
“Permainan menarik, ada banyak peluang, namun sangat disayangkan banyak kesalahan keputusan dari wasit. Tendangan Chow masuk, hal ini didapat dari beberapa sms yang masuk ke saya. seharusnya, hakim garis lebih tahu,” kata Aji Santoso, pelatih Persisam Samarinda pasca timnya dikalahkan Persib Bandung dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010, di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Sabtu 20 Februari 2010.
Artikel ini tidak ditulis untuk mempertanyakan kembali keputusan wasit pada pertandingan tersebut atau membela keabsahan gol tim Maung Bandung. Artikel ini ditulis hanya sebagai pengetahuan khususnya kepada bobotoh Persib tentang pengertian “gol”.
Menurut FIFA, Gol tercipta jika bola telah melewati garis gawang seluruhnya. Gol tercipta dengan syarat, tim yang mencetak gol tidak melakukan pelanggaran sebelum gol tersebut terjadi.
Dalam Laws of The Game FIFA No. 10 tentang tata cara mencetak gol, FIFA menuliskannya sbb : A goal is scored when the whole of the ball passes over the goal line, between the goalposts and under the crossbar, provided that no infringement of the Laws of the Game has been committed previously by the team scoring the goal. (Laws of The Game FIFA, 2009/2010, hal 32).
Dalam aturan tsb, FIFA menyederhanakan definisi gol tersebut dalam gambar sbb:
Untuk melihat peristiwa yang dimaksud Aji Santoso tersebut, silahkan
GAMBARNYA KURANG JELAS, KLIK GAMBARNYA UNTUK MEMPERJELAS.
GAMBARNYA KURANG JELAS, KLIK GAMBARNYA UNTUK MEMPERJELAS.
GAMBARNYA KURANG JELAS, KLIK GAMBARNYA UNTUK MEMPERJELAS.
GAMBARNYA KURANG JELAS, KLIK GAMBARNYA UNTUK MEMPERJELAS.
Gambarnya kepotong, klik gambarnya atau klik di sini untuk melihat secara jelas dan full gambarnya ( https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1e7RArqENtR5qj_cfaVUBrSjukdLTJCT-R4gE1_uSTZW-tYYmtqXY9Y12gvUtFPHvKL2SR0swE2H5ha5S6MDc3xkNyVwfab1-b66lmwX2cV3njlrTqG3i1sxgX0BmqwtvKsYq-OkYzLgt/s1600-h/Tend.+Dong+soo.PNG )
Skor babak Pertama lanjutan LSI Indonesia adalah skor kacamata alias 0-0. Permainan Arema terlihat lebih hidup dibandingkan Klub yang memiliki julukan "Bajul Ijo" ini. Persebaya memiliki beberapa peluang termasuk tendangan kaki kiri yang keras dari Pemain yang memiliki nama lengkap John Tarkpor Songkaliey, Berawal dari eksekusi Tendangan bebas dari Claude Parfait Ngon A Djam yang berada di sisi kiri pertahanan Arema malang mengoper bola kepada John Tarkpor yang berada di luar kotak penalti dan posisinya sejajar dengan kiper Arema, sayang tendangan yang diprediksikan akan mengarah ke pojok kanan gawang Arema tersebut dapat digagalkan. Juga peluang Andi Odang, ia diberikan umpan dan tinggal satu lawan satu di sisi kanan pertahanan Arema, tapi sayang eksekusinya sangat lemah sehingga dengan sangat mudah dapat ditangkap kiper Arema Malang. Arema juga memiliki sejumlah peluang, salah satunya diawali dengan Dribble apik nan cantik yang ditunjukan oleh M. Fakhruddin, Fakhruddin melewati 3, sampai 4 pemain Persebaya, ia juga melepaskan tendangan yang keras dan mendatar, namun masih melebar di samping kanan Penjaga gawang Persebaya Surabaya, Syaifuddin.
Jakarta - Joseph Refo, bendahara PSSI, dituduh melakukan pembunuhan terhadap istrinya. Meski kini sudah ditahan, PSSI belum mengambil sikap terhadap salah satu anggotanya itu.
Peristiwa pembunuhan yang dilakukan Joseph Revo terhadap istrinya, Maria, terjadi Sabtu (20/2/2010) dinihari WIB. Revo menghabisi nyawa istrinya itu di kediamannya yang terletak di Kompleks Deplu, Jalan Deplu 2 nomor 1, RT 5 RW 3, Bintaro, Jakarta Selatan.
Maria tewas karena dianiaya dan mengalami luka parah di bagian kepala. Korban sempat dibenturkan ke kasur dan dipukul menggunakan laptop.
Dalam pernyataannya saat dihubungi detik.com, Sekretariat Jendral PSSI, Nugraha Besoes, enggan menjelaskan lebih jauh soal kasus tersebut.
"Saya baru dapat kabarnya. Harus dicek dulu, nanti ya. Sudah ya, nanti saya cek," ucapnya saat ditanya soal sanksi yang mungkin dijatuhkan.
Joseph yang sebelumnya diamankan di Polsek Pesanggrahan kini dikabarkan masih dalam keadaan depresi.
Pada pertandingan Persib vs Persisam Sabtu 20 Februari 2010, penjaga gawang Markus Maulana masuk menggatikan legenda hidup Kosin di menit 84. Ini merupakan penampilan perdana Markus di tim Maung Bandung. Seperti halnya Manajer Umuh Muhtar dan Pelatih Jaya Hartono, Markus mengucapkan terima kasih kepada bobotoh yang telah memberikan dukungan kepada dirinya.
Markus mengaku, bahwa pertandingan ini merupakan pertandingan yang menguras emosi. Penampilan yang diperagakan Persisam sendiri sangat baik dan beberapa kali membahayakan gawang Persib.
“Di babak kedua mereka berusaha keluar dari tekanan dan berusaha kaluar menyerang. Namun lini pertahanan kita masih tetap solid. Walaupun ada beberapa serangan mereka yg berhasil menembus pertahanan, namun tidak sampai menghasilkan gol,” kata Markus.
Markus sendiri mengaku tidak ada masalah komunikasi antara dirinya dengan para pemain Persib. Apalagi, Markus sering bermain dengan Nova, Maman, dan Hariono di Tim Nasional Indonesia sehingga sudah ada pengertian antara mereka. Markus pun siap membawa Persib menjadi juara.
“Saya siap membawa persib ke tangga juara,” tutup Markus Harison
Kepada para wartawan pasca kemenangan Persib atas Persisam 2-0, Sabtu 20 Februari 2010, Manajer tim Persib Bandung, Umuh Muhtar juga mengucapkan terima kasih atas dukungan bobotoh yang sudah tidak menyanyikan lagu rasis lagi.
Haji Umuh Muhtar, paling kanan
“Terimaksih kepada bobotoh yang sudah tidak menyanyikan lagu rasis lagi. Walaupun masih ada pelemparan dan petasan, Saya rasa masih dalam batas2 toleransi,” ujar Umuh.
Mengenai pertandingan sendiri, Manajer Persib ini mengatakan bahwa penampilan Munadi dan Edi Hafid sangat bagus. Umuh berpendapat, hal tersebut membuktikan bahwa walaupun jarang main, mereka dapat menunjukan penampilan yang tidak kalah bagusnya dengan pemain yg sering main
Menutup pembicaraannya, Umuh yang juga direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) ini mengatakan bahwa Persib tengah mengincar seorang pemain lokal sebagai back up Gilang Angga. Namun Umuh masih merahasiakan nama pemain tersebut. Sedangkan untuk satu jatah pemain asing, Persib masih melihat-lihat.