Pasang Iklan di Sini

Friday, February 26, 2010

Jumat sore ini 26 Februari 2010, tim Persib Bandung melakukan latihan di Supercoop Kiaracondong. Jaya Hartono dalam wawancara pasca latihan mengatakan bahwa pemain Korea yang mengikuti seleksi, Lee Young Pyo, sekilas terlihat lumayan. Namun perkembangannya masih akan terus dipantau dalam beberapa latihan ke depan.
Sumber: Simamaung

Jaya mengatakan bahwa skill dasar Pyo dilapangan futsal memang cukup bagus. Tinggal melihat bagaimana cara Pyo bermain di lapangan besar.

“Pyo cukup lumayan, namun kami masih akan melihatnya lagi besok (Sabtu 27 feb) pada saat latihan pagi di Stadion Siliwangi,” ujar Jaya kepada para wartawan dan simamaung.com.

Namun Manajer Umuh Muhtar berpandangan bahwa peluang Pyo untuk bergabung sangatlah kecil. Faktor minimnya pengalaman menjadi perhatian serius Pak haji. Menurut sang agen, Eko Subekti, ada beberapa tim lain yang terlihat berminat merekrut Pyo. Salah satunya adalah tim Persik Kediri.

Mengenai masa istirahat kompetisi, Jaya kemudian mengatakan bahwa jeda waktu antara putaran I dan II sangatlah singkat. Hal ini membuat para tim peserta liga tidak dapat mempersiapkan diri secara maksimal membangun skuadnya karena harus kembali fokus ke pertandingan berikutnya.

“Jeda antara putaran pertama dengan putaran kedua ini saya rasa terlalu cepat, sehingga tidak cukup waktu bagi tim LSI untuk berbenah membeli pemain. Konsentrasi kamipun hanya untuk menghadapi pertandingan bukan untuk mencari pemain,” sesal Jaya.

Jaya pun mengungkapkan bahwa waktu yang mepet membuat Persib tidak mungkin mencari alternatif pemain lainnya. Bahkan mantan pelatih Deltras ini mengatakan bahwa tim tidak mungkin berbenah ketika kompetisi sudah berjalan.

Besok pagi, Sabtu 27 Februari 2010, Persib Bandung dan Persib Junior akan melakukan latihan bersama di Stadion Siliwangi Bandung. Salah satu sesi latihan besok adalah latihan game. Seperti yang ditulis di atas, latihan ini juga akan menguji kemampuan Pyo, apakah dia pantas atau tidak berkaos tim Maung Bandung.

Persebaya bantah pecat Danur

Manager Persebaya Surabaya Saleh Ismail Mukadar membantah kabar pemecatan pelatih Danurwindo. Bahkan dia menegaskan sampai detik ini tidak ada pemecatan.



Surabaya - Manager Persebaya Surabaya Saleh Ismail Mukadar membantah kabar pemecatan pelatih Danurwindo. Bahkan dia menegaskan sampai detik ini tidak ada pemecatan.

"Sampai saat ini Danur masih pelatih kepala," tegas Saleh saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (25/2/2010).

Bahkan pihaknya mempertanyakan sumber pemecatan pelatih timnya tersebut. "Sampean dapat kabar dari mana kalau Danur dipecat dan siapa sumber Anda?" tanyanya.

Sementara Ketua Harian Persebaya, Cholid Goromah saat dikonformasi enggan berkomentar.

"Untuk masalah ini silahkan hubungi manager tim saja," katanya dalam pesan singkat yang dikirim ke detiksurabaya.com.

Satoshi Otomo adalah salah satu pemain asal Jepang yang ikut test bersama Persib Bandung, Kamis, 21 Januari 2010. Berikut adalah profil singkat beliau.




Satoshi Otomo adalah salah satu pemain asal Jepang yang ikut test bersama Persib Bandung, Kamis, 21 Januari 2010. Berikut adalah profil singkat beliau.

Nama: Satoshi Ōtomo
Lahir: Chiba, 1 October 1981
Tinggi: 172 cm
Berat: 73 Kg
Posisi: MF/FW
Karir:
Kashima Antlers Junior
Vegalta Sendai, 2000-2002
Sagan Tosu (loan), 2003
Yokohama FC, 2004-2005
FC Reimsbach (Jerman), 2006
TDK SC, 2006
FC Gifu, 2007-2010


Satoshi Otomo adalah salah satu pemain asal Jepang yang ikut test bersama Persib Bandung, Kamis, 21 Januari 2010. Berikut adalah profil singkat beliau.

Satoshi Otomo adalah salah satu pemain asal Jepang yang ikut test bersama Persib Bandung, Kamis, 21 Januari 2010. Berikut adalah profil singkat beliau.

Nama: Satoshi Ōtomo
Lahir: Chiba, 1 October 1981
Tinggi: 172 cm
Berat: 73 Kg
Posisi: MF/FW
Karir:
Kashima Antlers Junior
Vegalta Sendai, 2000-2002
Sagan Tosu (loan), 2003
Yokohama FC, 2004-2005
FC Reimsbach (Jerman), 2006
TDK SC, 2006
FC Gifu, 2007-2010

TES 123



BOBOTOH tentu sudah hapal di luar kepala, untuk menjalani Liga Super dan Copa Indonesia tahun ini, Persib memiliki tiga kiper: Tema Mursadat, Cecep Supriatna, dan Edi “Edkur” Kurnia. Ketika kiper andalan Persib ini biasa diformulasikan oleh bobotoh seperri ini, Tema menempati posisi pertama, Cecep kedua, dan Edi ketiga.

Tentu bobotoh bukan tanpa alasan memformulasikan tiga tiga kiper tim Maung Bandung seperti itu. Edkur misalnya diposisikan di tempat ketiga di bawah Tema dan Cecep, hanya karena kiper kelahiran Kota Bogor ini paling jarang dimainkan.

Edkur sendiri mengaku tidak risau dengan formulasi seperti itu. Edkur memastikan tetap enjoy di Persib walau hanya jadi kiper nomor tiga. “Saya tidak mempermasalahkan itu. Yang penting saya terus berlatih keras. Dan ketika diberi kesempatan main oleh pelatih, saya akan memanfaatkan kesempatan tersebut. Saya akan menunjukkan kemampuan terbaik saya,” komentar Edkur yang pada 24 Agustus lalu mengakhiri masa lajangnya dengan mempersunting Rosdiana Megawati.

Dan kesempatan tersebut akhirnya didapat Edkur ketika Persib melakoni pertandingan pertama Copa Indonesia 2008 melawan PSDS pada tanggal 13 Desember lalu. Pada pertandingan yang digelar Stadion Jalak Harupat tersebut, penampilan Edkur mendapat pujian bobotoh. Edkur memang gagal menjaga gawangnya tetap perawan pada pertandingan tersebut. Satu kali Edkur dipaksa bomber asing PSDS untuk memungut gol dari gawangnya. Namun penyelamatan gemilang yang beberapa kali dilakukan Edkur, membuat bobotoh melupakan satu gol PSDS yang memaksa Persib mengakhiri pertandingan dengan kemenangan. Selebihnya nama Edkur banyak disebut-sebut bobotoh.

“Saya berterima kasih kepada dukungan bobotoh. Saya juga berterima kasih kepada tim pelatih yang telah memberikan kepercayaan kepada saya,” kata Edkur yang punya mimpi besar ingin merasakan gelar juara bersama Persib. (daf)

Belajar dari Tema dan Cecep
TARUNG
melawan PSDS di Copa Indonesia di Stadion Jalak Harupat lalu, menjadi pertandingan perdana Edkur bersama Persib pada pertandingan resmi. Pada pertandingan yang dimenangkan Persib 2-1 tersebut, Edkur juga tampil perdana jadi starter yang tampil sembilan puluh menit. Ini jelas kebanggaan bagi Edkur karena biasanya dia hanya jadi cadangan dan bahkan namanya lebih sering hilang dari daftar line up tim Persib.

“Saya berharap kesempatan untuk menunjukkan kemampuan tidak hanya sekali di Copa. Sebagai pemain saya juga berharap dipercaya untuk tampil di Liga Super,” ucap Edkur

Namun walau berharap besar ingin dimainkan di banyak pertandingan, terutama di pertandingan resmi seperti Liga Super, Edkur mengaku tidak terlalu ngotot untuk mendapatkan kesempatan besar itu.
“Artinya saya tidak harus saling mengalahkan satu sama lain. Tapi saya tetap akan bekerja keras dan berlatih keras bersama Persib. Saya tetap mempersiapkan diri agar ketika dipercaya tampil, saya sudah siap,” tegas Edkur yang mengaku belajar banyak dari Tema dan Cecep.
“Tema dan Cecep bukan saingan saya. Saya banyak belajar dari keduanya. Jadi kiper ketiga menjadi motivasi bagi saya untuk jadi seperti Tema dan Cecep,” ujar Edkur. (daf)

Idolanya Tetap Buffon
SEBAGAI
penjaga gawang, Edkur mengaku kepincut pada permainan Gianlugi Buffon. Edkur juga mengaku tidak hanya menempatkan Buffon sebagai kiper idolanya tapi Edkur juga mengaku sering mencuri ilmu dari kiper Juventus dan timnas Italia tersebut.

“Saya bahkan mengoleksi VCD Buffon. Dari Buffon saya belajar bagaimana menjadi kiper yang baik,” ungkap Edkur yang mengaku posisi Buffon sebagai kiper idola tidak akan tergantikan. “Pokokna mah forever Buffon lah,” tegas Edi sambil tertawa.

Yang pantas diacungi jempol, adalah upaya dan kerja keras Edkur untuk bisa menimba ilmu dari Buffon. Misalnya Edkur untuk mendapatkan rekaman penampilan Buffon, Edkur biasa meminta rekan-rekannya yang berkesempatan ke luar negeri untuk memborong VCD Buffon.

“Ketika Eka Ramdani ke luar negeri bersama timnas, saya tidak lupa meminta Eka untuk membawa oleh-oleh VCD Buffon. Alhamdulillah saya akhirnya memiliki beberapa rekaman pertandingan Buffon. Dan saya bisa belajar dari Buffon,” tutur Edkur bangga. (daf)

Ke Bogor Edkur Selalu Kembali
KAMPUNG
halaman selalu menjadi tempat tak terlupakan bagi siapa pun, tak terkecuali bagi Edkur. Kiper Persib ini mengaku selalu ingin pulang ke kampung halaman setiap punya waktu luang. Bonus libur empat hari setelah Persib membekap PSDS di Stadion Baharoedin Siregar, Lubuk Pakam, langsung dimanfaatkan Edkur untuk pulan ke Bogor.

“Saya selalu pulang ke Bogor setiap libur berlatih. Saya selalu ingin ngumpul bersama keluarga,” ucap Edkur memberi alasan.

Kali ini Edkur tentu makin menikmati perjalanan pulang ke Kota Hujan, Bogor. Pasalnya di perjalanan Edi tidak lagi sendiri. Sekarang Edi selalu didampingi istri tercintanya, Rosdiana Megawati.

Tentu walaupun selalu rindu kampung halaman, Edkur tidak akan alpa tentang kewajibannya sebagai pemain Persib. “Besok (Senin hari ini, Red), saya akan kembali berlatih bersama Persib,” kata Edkur memberi garansi.

artikel-Persib butuh playmaker sekarang juga

Alhamdulilah persib menang lagi, hasil yang cukup positif untuk mengejar ketertinggalan defisit 12 angka dari sang pamuncak klasemen Arema Indonesia.

Tapi dilihat dari permainannya, maaf maaf beribu maaf tidak ada maksud untuk “tidak berterimakasih atas jerih payah pemain”, saya ingin mengatakan bahwa permainan Persib seperti ini (berkaca pada dua pertandingan sebelumnya juga) cukup menghawatirkan untuk mengarungi kerasnya sisa kompetisi musim ini. Sangat jauh berbeda ketika Persib masih diperkuat Suchao Nuchnum dimana Pelatih Jaya Hartono sendiri mengatakan gelandang Persib adalah gelandang terbaik di Indonesia, yang begitu “megang” dan menguasai lapangan tengah. Lalu apa yang salah dengan Persib di putaran kedua ini?

Tentu saja semua orang bisa menjawabnya, Persib kehilangan seorang Playmaker seperti Cabanas dan Suchao. Playmaker seperti mereka bisa diibaratkan bumbu penyedap rasa yang akan melezatkan seluruh masakan (meminjam istilah Kang Rudi_Choung dalam artikel Persib, Masakan dan Koki. Siapa yang Salah?). Seorang Playmaker akan membuat para pemain berkualitas no. 1 yang dimiliki Persib menjadi hidup dan “kesetanan” seperti dalam laga Persib-Persebaya dan Persib-Persik akhir putaran pertama lalu. Seorang Playmaker akan bisa memegang kendali permainan, mengatur ritme, mengatur penyerangan, dan membuat para pemain lain menjadi isitilahnya “kabawa alus”.

Jadi dalam artikel ini, saya ingin menyampaikan aspirasi (sekali lagi hanya aspirasi, unek-unek, kata hati, “gerentes hate anu ngaggugudag dina dada”, bukan bermaksud menggurui dan memojokkan satu pihak), untuk Pak Umuh dan jajaran Pelatih, bahwa PERSIB MEMBUTUHKAN PLAYMAKER SAAT INI JUGA, jika masih bercita-cita menjadi Juara tahun ini. Kehadiran Playmaker inilah yang menjadi masalah klasik Persib sejak beberapa tahun ini. Musim kemarin ketika Cabanas tidak main, permainan Persib pasti langsung “moyodok” (jelek, pen). Dan di musim ini, ketidak hadiran seorang Suchao benar-benar begitu terasa. Tanpa Suchao, Persib ibarat sayur tanpa garam, ibarat raga kehilangan ruh. Kita bisa lihat, Persib kalah menyakitkan di awal musim melawan PSM dan Persiba, Persib dibantai memalukan oleh tim promosi Persema, dan rekor fantastis Persib selalu menang di kandang pupus oleh musuh bebuyutuan Persija. Tentu saja tidak mengesampingkan juga fakta bahwa ketika ada Suchao, Persib pun pernah kalah. Tapi setidaknya waktu ada Suchao, walau kalah, permainan Persib tetap ciamik. Contohnya ketika Persib melawan Persipura, permainan Persib bisa diibaratkan permainan klub-klub Eropa waktu itu. Menyaksikan pertandingan Persib 2 x 45 menit seperti hanya sekejap mata saja, saking asyiknya. Permainan cantik seperti inilah yang dirindukan bobotoh, sehingga walau pun kalah, bobotoh tetap puas.

Jadi menurut hemat saya, masalah inti dari Persib untuk sekarang-sekarang ini ada 3 hal :
1. Playmaker
2. Playmaker
3. Playmaker

Tapi saya cukup terkejut dengan pemikiran-pemikiran seorang Jaya Hartono di musim ini. Di awal musim setelah kalah dari PSM dan Persiba, JH menyimpulkan bahwa kelemahan Persib adalah di sayap kiri yang ditinggalkan Siswanto. Tentu saja ini menjadi pertanyaan buat saya. Bukankah yang dibutuhkan saat itu adalah seorang pengganti Cabanas? Bukankah di sayap kiri kita masih memiliki Atep? Dan untung saja saat itu Pak Umuh “menemukan” seorang sayap kiri yang dicari JH yang “kebetulan” beroperasi juga di tengah, yaitu Suchao Nuchnum. Pada saat ujicoba lawan Persib U-21 Suchao dicoba dipasang di sayap, permainan Persib kurang berkembang, dan pada saat dipasang di tengah pada babak II, barulah permainan Persib menjadi lebih berkembang. Dan kita sudah lihat hasil berikutnya, adanya Suchao yang menjadi Playmaker pengganti Cabanas, benar-benar menjadi solusi atas masalah Persib saat itu.

Lalu keterjutan kedua saya datang ketika awal putaran 2 musim ini bergulir. Hengkangnya Suchao diganti JH oleh sosok Satoshi Otomo, yang dari awal diwanti-wanti, Satoshi berbeda dari Suchao. Satoshi seorang “destroyer”, pengatur serangan akan dialihkan pada Eka Ramdani. Pertanyaan saya, mengapa harus beda? Gaya permainan boleh saja beda, tapi peran dan fungsi haruslah sama, yaitu playmaker, pemegang visi permainan, karena itulah masalah inti persib saat ini, yang perannya belum bisa dijalankan oleh seorang Eka Ramdani sendirian, harus ada tandem.

Dan melihat dua pertandingan Persib-Persik serta Persib-Persebaya di awal putaran ini, menurut hemat saya Satoshi Otomo memang bukan tipe yang dibutuhkan Persib saat ini yaitu seorang Playmaker, apalagi jika melihat pertandingan melawan Persebaya, banyak yang mengatakan Satoshi “ciga langlayangan pegat, lulumpatan kaditu kadieu teu paruguh”.

Apakah pilihan Jaya Hartono ini salah? Padahal dia seorang pelatih lisensi A, pelatih yang berpengalaman menangani Persib selama satu setengah tahun, pelatih yang mengerti kebutuhan tim. Apakah mungkin pelatih sekaliber JH yang pernah membawa Persik Kediri Juara ini bisa membuat keputusan yang salah? Menurut saya bisa saja. Apalagi jika mengingat track record JH di Persib dalam dua musim ini. JH pernah mengambil Bastos yang akhirnya banyak dibangkucadangkan di beberapa pertandingan terakhir musim kemarin. JH juga pernah gagal memilih Fabio Lopes Alcantara yang jarang sekali dimainkan padahal itu adalah pilihan dia sendiri. Jadi mungkin saja JH salah memilihi bukan?

Untuk menentukan apakah Satoshi Otomo adalah problem solver masalah Persib, sebenarnya butuh satu atau dua pertandingan lagi. Tapi mungkin intuisi kita bisa menentukan saat ini juga, bahwa Satoshi Otomo bukanlah “pemecah masalah” Persib. Jika hal ini terlambat ditangani, bisa jadi Persib kembali terseok-seok di musim ini, dan menunda keinginan Juara untuk tahun depan, atau tahun depannya lagi, atau tahun depannya lagi, seperti selama ini. Sesuatu yang sangat menyakitkan mengingat sudah hampir 15 tahun bobotoh menunggu.

Terakhir, saya mengusulkan kepada Pak Haji Umuh, mumpung Persib sedang mencari seorang pemain asing guna menggenapi kuota 2 pemain asia, sebaiknya Persib mencari Playmaker yang benar-benar berkualitas sekaliber pemain timnas. Dulu sewaktu putaran pertama, saya sangat gembira dengan statemen Pak Haji bahwa di putaran 2, Pak Haji akan menyiapkan kejutan untuk mengganti Suchao. Saya membayangkan kejutan yang dimaksud Pak Haji adalah Pemain Timnas Jepang atau Korea atau Arab atau Irak atau pemain yang pernah merumput di Liga Premier Ingris dan lain-lain. Pokoknya pemain yang benar-benar mengejutkan. Tapi jika pengganti Suchao adalah seorang pemain dari Divisi II di Jepang, tampaknya itu bukan merupakan kejutan. Jadi kejutan dari Pak Haji yang pernah dijanjikan pada putaran pertama masih saya tunggu, Pak Haji. Saya yakin tim sekaliber Persib, yang memiliki link di mana-mana, yang memiliki finansial yang kuat, BISA mendatangkan pemain-pemain hebat seperti Suchao Nutnum. Janganlah keburu kepincut dengan pemain-pemain yang melamar di Persib, karena terbukti hasil perekrutan dengan cara seperti itu kurang berhasil. Saya mengusulkan Persib membeli pemain-pemain yang sudah terbukti kualitasnya dan tidak harus dites lagi.

Saya tunggu kejutannya Pak Haji. Viva Persib Viva Pak Haji Umuh Muhtar.

Untuk bobotoh, selamat berdiskusi. Perlukah Persib merekrut seorang playmaker asing lagi? Mungkin Satoshi Otomo bisa digeser ke sayap kanan melapis Gilang Angga karena Satoshi punya skil umpan-umpang krosing yang mantap. Selamat berdiskusi, menyumbang saran dan kritik untuk kemajuan Persib.

Penulis: Tri Baskara

Artikel-datangkan lagi Cabanas

ketergantungan persib pada sosok cabanas blm bsa tergantikan sampe skarang mungkin kemarin qta bisa melupakan peran cabans untuk sementara karana kehadiran shucau yang bisa berperan sebagai playmeker
sekarang setelah shucau pergi baru kerasa lagi kalau peran play meker sangat di butuhkan di tim persib,walaupun sekarang sudah ada pengganti suchau yaitu satoshi otomo tapi peran dia belum bisa di nilai berhasil kara faktor adaptasi
sebenarnya manajemen,dan pelatih harus bisa jeli dalam memeilih pemain dari pada buang-buang uang buat beli pemain yang belum jelas kan mending beli yang sudah ketauan kualistasnya
menurut saya pembelian cabanas akan sangat bermanfaat bagi persib untuk mencai target juara di musim in
kalau memang kelibihan kuota pemain asing nono asia manajemen bisa membuang rene martinez untuk mendatangkan cabanas karana kualitas rene masih belum bisa di katakan istimewa buat membela klub sekelas persib.
kara di lini belakang persib msih ada nama-nama yang jauh kualitasnya di atas rene seperti edi hafid atau aji nuprijal dan kita bisa meliat bagai mana edi hafid menjaga lini belakang persib dengan kokoh dan gigih waktu lawan persisisam. mung kehilangan rene tidak akan terlalu berpengaruh di bandingkan dengan kehilangan shucau atau pun cabanas di lini tengan persib.
jadi pada intinya bawa kembali cabanas kara peran cabanas sangat vital dan tidak akan bisa di gantikan oleh pemain sekelas otomo kedatangan cabanas akan memunculkan kembali harapan bobotoh untuk persib jadi juara.



ini hanya sebuah masukan yang harus manajemen dan pelatih pikirkan untuk menjadikan persib yang terbaik di musim in



selamat berdiskusi!!!!!!!!!!

Penulis: Dino Moreno

Skenario perubahan Skuaq Persib

Skenario Perubahan Skuad Persib Persib Bandung
Beragam catatan positif non teknis yang menyertai Persib di awal musim membuat segalanya terlihat lebih buruk. Bagaimana tidak, di saat klub lainnya bermasalah dengan kondisi keuangan, manajemen Persib justru mampu memperlihatkan kepiawaian dalam menggaet dana sponsor. Hal ini berbanding terbalik dengan tim Arema yang hingga akhir tahun mengalami kesulitan finansial, tetapi mampu memuncaki klasemen sementara.

Lalu apa yang salah di tubuh Persib? Dengan kemampuan terbatas, saya coba membedah satu per satu.

Skuad Persib dinilai tidak seperkasa musim lalu.
Kehilangan seorang gelandang pembagi bola sekaliber Lorenzo Cabanas adalah kehilangan terbesar Maung Bandung. Tanpa Cabanas, Persib seperti kehilangan separuh kekuatannya musim ini. Eka Ramdani yang diharapkan mampu menggantikan peran Cabanas, ternyata tampil di bawah form dan semakin terlihat jika Eka bukanlah seorang pemain yang piawai mengatur aliran Bola. Kedatangan Suchao Nutnum pun tidak terlalu berdampak dramatis, meski terlihat jelas adanya suntikan tenaga tambahan. Hal ini dikarenakan pemain asal Thailand itu sejatinya bukan seorang playmaker.

Lini depan tumpul
Musim lalu Gonzales menyumbang 14 gol bagi Persib. Lalu bagaimana dengan musim ini? Hingga tahun 2009 berakhir, penyerang asal Uruguay itu hanya mampu mengoleksi satu gol. Kedatangan Budi Sudarsono yang musim lalu bermain bagi Sriwijaya pun belum terlihat ada dampak yang berarti. Proses adaptasi mungkin menjadi kendala baginya. Sedangkan striker muda Airlangga, jarang diturunkan oleh pelatih.

Strategi pelatih monoton
Pelatih Jaya Hartono dikenal sebagai seorang pelatih slow starter, mengawali musim kurang baik, tetapi sering mengakhirinya dengan gemilang. Tetapi hingga jelang pertengahan musim, polesan Jaya Hartono terhadap Persib seperti jalan di tempat dan mudah terbaca lawan. Jaya Hartono pun terbukti tidak mampu meredam emosi meledak-ledak Hilton Moreira dan Hariono. Kedua pemain kunci Persib itu sering mendapat kartu kuning yang tidak perlu hingga dipaksa absen pada pertandingan penting.

Tiga hal di atas adalah pokok utama PR Persib, masih ada PR lainnya, seperti sektor belakang, tetapi Jaya memiliki opsi berlimpah di lini belakang.

Lalu bagamana skenario skuad Persib ke depan? Saya coba utak-atik sedikit.

Pergantian posisi pelatih
Posisi Jaya Hartono sebenarnya tidak terlalu populer di mata bobotoh, namun entah kenapa manajemen masih memperlihatkan kepercayaan diri pada pelatih yang namanya melejit bersama Deltras Sidoarjo tersebut. Keterbatasan sosok pelatih yang akan menjadi pengganti Djaya mungkin menjadi penghalang terbesar. Keputusan PSSI yang mengharuskan pelatih memiliki lisensi A membuat stok pelatih mengerucut. Pelatih legendaris Persib seperti Indra Tohir pun tidak memiliki lisensi tersebut.
Skenario:
Jika Jaya mampu membawa Persib membungkan Persija dan meraih beberapa kemenangan atau bahkan membawa Persib berprestasi di Coppa Indonesia, kemungkinan besar dia akan bertahan setidaknya hingga akhir musim. Saya sendiri tidak melihat Jaya akan menukangi Persib musim depan, kecuali memiliki program berkesinambungan yang jelas.

Rene Out...!!!

Sejak kedatangannya di Bandung, Rene memang kurang mendapat sambutan hangat dari bobotoh, beberapa kesalahan fatal dilakukannya musim ini semakin membuatnya terpojok. Nama Martinez sempat menjadi buah bibir saat mencetak satu gol ke gawang Sriwijaya yang menghindarkan Persib dari kekalahan.

Persib memiliki banyak pilihan di lini belakang, setidaknya Persib memiliki dua nama yang sebenarnya jika diberi kesempatan memiliki kualitas yang cukup memadai untuk menghuni satu tempat di lini belakang Persib. Kedua pemain itu adalah Wildansyah dan Edi Hafid Murtado. Wildansyah sempat diturunkan oleh Jaya dan tampil cukup mengesankan.
Skenario:
Rene ditendang keluar dengan harapan Persib memiliki satu jatah untuk mendatangkan pemain asing baru yang memiliki kemampuan mengatur serangan dengan baik, syukur-syukur lebih dahsyat ketimbang Cabanas yang dinilai kurang stylish.

Masalah lini belakang yang ditinggalkan oleh Rene dapat dilimpahkan pada salah satu trio Wildansyah, Aji Nurpijal dan Edi Hafid.

Sebetulnya masih ada skenario ketiga yaitu Cristian Gonzales out dengan harapan seperti di skenario kedua. Hanya saja Persib nantinya hanya memiliki tiga striker dan ini sangat rawan.

Sepertinya dua skenario di atas cukup bisa dijadikan kenyataan, atau mungkin manajemen Persib memiliki opsi lain, atau mungkin teman-teman memiliki pemikiran lain? Silakan di sampaikan.

Salam ;)

Penulis dari vikingpersibnet

Pemain korea ikuti audisi Persib

BANDUNG - Tiga hari jelang deadline bursa transfer yang ditetapkan PT Liga Indonesia, Persib Bandung kedatangan pemain asal Korea Selatan yang mengikuti audisi. Pemain muda tersebut ikut seleksi bersama Gilang Angga dkk pada sesi latihan sore, Kamis (25/2/2010).

Adalah Lee Young Pyo, pemain timnas Korea U-21 yang merupakan rekomendasi agen Eko Subekti.

Ayah Lee, Tae Sung Yoon mengungkapkan, kedatangan anaknya ke markas Maung Bandung adalah atas permintaan untuk mengikuti audisi dari manajemen Persib. "Kita tahu Persib tim besar dari Pak Eko. Saya sudah pernah lihat pertandingan Persib bagus," kata Tae.

Tae menambahkan, dirinya menyerahkan kepada sang agen terkait masa depan anaknya jika nanti direkrut Persib. Hingga saat ini, dirinya belum berkomunikasi dengan manajemen Persib.

Tae menjelaskan, anaknya bisa bermain di beberapa posisi. Selama bermain di klubnya Pohang Steelers Youth ataupun di timnas Korsel, anaknya bisa menjadi pemain sayap kiri-kanan, striker hingga bek tengah. "Jadi yang saya tahu, Persib butuh pemain sayap. Anak saya bisa maksimal di sana," ujarnya.

Lee sendiri adalah pemain berusia 19 tahun. Dia lahir pada 3 Juli 1991. Pada usia 15 tahun, dia pernah mendapat bayaran hingga USD 35.000 sebagai pemain timnas Korea U-16.
(zwr)
Sumber: Okezone

Indonesia Petik Pelajaran Penting dari Aussie
Timnas Futsal Indonesia usai taklukkan Malaysia (ANTARA/Puspa Perwitasari)

VIVAnews - Tim futsal Indonesia kembali menelan kekalahan saat bertemu Australia pada final Kualifikasi AFC Futsal Championship 2010 Zona ASEAN, Kamis, 25 Februari 2010. Ini menjadi pelajaran berharga bagi pasukan Robby Hartono sebelum tampil di putaran final, Mei mendatang.

Indonesia harus puas berada di peringkat kedua Kualifikasi AFC Futsal Championship 2010 Zona Asean. Pasalnya, di partai puncak yang digelar di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Indonesia menyerah 0-3 dari timnas Australia.

Australia membuka pundi-pundi golnya melalui Tobias Guang Hua Setto pada menit keenam babak pertama. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, permainan tak jauh berebeda. Dukungan penuh dari suporter tuan rumah, tidak membuat tim Merah Putih mampu keluar dari tekanan.

Australia kembali menambah golnya melalui Dean Lockhart dan gol kedua dari Setto, masing-masing dimenit ke 21 dan 38. Skor 3-0 bertahan hingga pertadingan usai.

Ini merupakan kekalahan kedua Indonesia dari Australia. Sebelumnya, di babak penyisihan Grup A, tuan rumah juga dibantai Aussie dengan skor 1-4.

"Meski kalah, saya tetap meberikan apresiasi yang baik untuk semangat juang pemain-pemain kami. Dengan kemenangan yang kedua kalinya ini, Australia telah memberikan pelajaran-pelajaran yang sangat berarti bagi kami,” kata Robby usai pertandingan.

Robby menambahkan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap penampilan pemain-pemainnya. Bagi yang dianggap tidak memberikan kontribusi maksimal akan didegradasi dan digantikan oleh empat pemain yang saat belum masuk line up.

"Kami sebenarnya masih memiliki empat pemain, yang belum bisa kami ikut sertakan pada kualifikasi kali ini. Mereka yang tidak kami ikut sertakan, saya tegaskan masih memiliki peluang yang sama dengan ke 14 pemian yang ada,” pungkas Robby.

Sementara itu, babak final akan digelar di Uzbekistan, Mei mendatang. Selain, Australia dan Indonesia, wakil ASEAN lainnya yang lolos ke putaran final adalah Vietnam setelah merebut tempat ketiga dengan mengalahkan Malaysia 6-3.

Laporan: Decky Jasri/GOSport

Sumber: marco Tampubolon / Vivanews

Persib tanpa didampingi Jaya Hartono

BANDUNG, TRIBUN- Setelah diberi waktu libur empat hari, para punggawa
Persib Bandung kembali menjalani latihan di Stadion Persib, Kamis
(25/2) sore. Namun latihan perdana usai Persib menaklukan Persisam
Putra Samarinda ini, Persib tak didampingi Jaya Hartono.

Pada latihan kemarin, pemain Persib juga tidak semuanya hadir. Eka Ramdani, Nova Arianto, Maman Abdurahman, Hariono, Budi Sudarsono, dan Markus Haris Maulana absen. Keenam pemain ini bergabung dengan timnas yang akan bertanding melawan Australia pada babak kualifikasi Piala Asia 2010 yang tidak berpengaruh lagi untuk Timnas Indonesia.

Dua pemain asing Persib juga absen pada latihan yang dipimpin oleh Asisten Pelatih Persib, Yusuf Bachtiar. Kedua pemain impor yang absen tersebut adalah Christian Rene Martinez dan Cristian Rene.(Tis)

Sumber: Tribun

Pemain tambahan harus berkarakter mennyerang

Tekad Persib Bandung untuk menjadi juara musim ini berimbas pada perubahan target dan strategi ketika bermain tandang. Jika pada putaran pertama, tim Persib seolah ragu untuk menargetkan kemenangan di partai tandangnya, di putaran II ini, Persib akan bermain menyerang supaya mendapatkan hasil yang maksimal.

Persib Bandung 2009/2010

Perubahan ini tentu saja merubah pola permainan Persib dan otomatis merubah komposisi pemain termasuk target pemain buruan. Yusuf Bachtiar , kepada simamaung.com mengatakan bahwa pemain yang Persib butuhkan khususnya untuk melapis posisi kedua sayap, haruslah berkarakter menyerang.

Yusuf mengatakan, bahwa pada putaran pertama, perlapis posisi sayap justru merupakan pemain bertahan. Misalnya saja, jika Atep dan Gilang sebagai pemain sayap absen, maka posisinya akan diisi pemain seperti Wildansyah, Aji, atau Cucu, yang berkarakter bertahan. Hal ini tentu saja mempengaruhi permainan Persib secara keseluruhan.

“Tim pelatih tidak mengajukan nama. Kami hanya memberikan masukan tentang karakter pemain yang dibutuhkan saat ini, yaitu pemain dengan posisi wing back. Persib di putaran kedua ini ingin menerapkan permainan menyerang walaupun tandang, maka tim pelatih memberi masukan supaya mencari pemain sayap yang berkarakter menyerang,” kata sang legenda hidup di Mess Persib.

Ketika dimintai penilaiannya tentang pemain Korea yang mengikuti seleksi, mantan playmaker Persib ini mengaku belum bisa memberikan penilaian, karena pemain tersebut baru mengikuti satu kali latihan.

“Idealnya, penampilan seorang pemain harus dilihat dari beberapa kali latihan ditambah setidaknya sekali ujicoba. Apalagi dalam latihan sore ini hanya dilakukan latihan ringan,” jelas Yusuf.

Namun Yusuf beropini bahwa jika melihat faktor usia yang masih muda, pemain asal korea ini sangat cocok dengan program jangka panjang yg akan diterapkan oleh manajemen Persib.

“Apalagi jika saya melihat, dengan usia mudanya, ia mempunyai dasar kemampuan dan permainan yang bagus, walaupun kita belum melihat kualitas keseluruhannya.”

Dalam latihan sore tadi, pelatih Jaya Hartono belum nampak di tempat latihan. Beliau masih dalam perjalanan menuju kota Bandung. Latihan juga tidak diikuti oleh pemain yang tergabung di Tim nasional Indonesia. mereka sedang bersiap menuju pertandingan terakhir kualifikasi Piala Asia melawan tuan rumah Australia, 3 Maret 2010.

Besok, Jumat 26 Feb 2010, para pemain akan melakukan latihan di gym Batununggal. Latihan ini akan dipimpin langsung pelatih kepala, Jaya Hartono.

Sumber: Simamaung

We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.