Perkelahian antarpemain dan ofisial mewarnai kemenangan PSB Kota Bogor
atas Persib Bandung 2-1 (0-1), pada semifinal Kompetisi Sepak Bola
Junior Piala Suratin KU-18 Tingkat Jawa Barat, di Lapangan Pusdik
Armed, Cimahi, Sabtu (22/5).
Foto: Beritabobotoh/PR
Kemenangan ini membawa PSB melaju ke final sekaligus sebagai wakil Jawa
Barat untuk wilayah Jawa. Perkelahian terjadi seusai wasit Tedi
Hermansyah meniup peluit tanda pertandingan usai. Saat itu, para pemain
kedua tim yang berada di tengah lapangan, saling bersalaman dan
berangkulan. Namun di pinggir lapangan dekat kubu Persib, tiba-tiba
terjadi keributan yang melibatkan seorang pemain PSB.
Seketika kubu PSB yang melihat kejadian itu berlari menuju tempat
kejadian, perkelahian antarpemain dan ofisial pun tidak terhindarkan,
meski pihak keamanan setempat berusaha melerainya. Pada saat terjadi
keributan di pinggir lapangan, di tengah lapangan pun terjadi keributan
sehingga seorang ofisial PSB tergeletak dengan muka yang berdarah.
Keributan antarpemain juga sebenarnya sudah terjadi beberapa kali di
lapangan selama pertandingan, sehingga wasit harus mengeluarkan delapan
kartu kuning dan satu kartu merah. Pada pertandingan tersebut, Persib
unggul lebih dulu melalui tendangan Sena Mahendra menit ketujuh. Namun,
sejak Persib bermain dengan 10 pemain pada menit ke-35, setelah Yayan
Suryadi menerima kartu kuning kedua, Persib bobol dua kali melalui Nur
Saefulloh (menit ke-55) dan Zakaria Noor (67).
Manajer Persib, Aan Johana mengaku kecewa dengan kinerja panitia
pelaksana (panpel) yang tidak siap menggelar semifinal ini. "Saya akan
melayangkan surat protes ke PSSI Jabar karena ketidaksiapan mereka
menggelar pertandingan ini. Padahal untuk semifinal kami para peserta
dipungut oleh panpel masing-masing sebesar Rp 4 juta, tetapi
kenyataannya panpel tidak siap," ucapnya.
Aan juga sangat menyayangkan pihaknya harus berhadapan dengan tentara
dalam keributan. "Panpel juga tidak ada saat kita ribut dengan tentara,
anak-anak ada yang jadi korban karena bentrok dengan tentara. Ini bukti
panpel tidak siap," ujar Aan.
Pelatih PSB, Pujo Prasetyo menyayangkan wasit yang kurang tegas.
"Banyak pemain kami yang dilanggar pemain Persib, tetapi dibiarkan.
Sangat disayangkan harus terjadi keributan," ujar Pujo.
Persikab lolos
Pada semifinal lainnya di Lapangan Brigif Kujang, Cimahi, Persikab
Kabupaten Bandung lolos ke final setelah dramatis 8-7 atas Persikabo
Kabupaten Bogor melalui adu penalti, setelah se bermain imbang 3-3
hingga akhir babak perpanjangan waktu. Persikab bersama PSB berhak
mewakili Jabar di wilayah Jawa.
"Target saya tercapai karena saya menekankan pada anak-anak bahwa
setiap pertandingan merupakan final. Tadi anak-anak sempat lengah,
tetapi kerja keras mereka membuahkan hasil," ujar Pelatih Persikab,
Agus Salam.
Gol Persikab dicetak Sohibul menit ke-24, Gungun (47), dan Aji Rukmana
(82). Gol Persikabo oleh Farid Ridwan (36 dan 75), serta tendangan
gawang kiper Agung (89), memanfaatkan kelengahan kiper Persikab, Cep
Ilham.
Saat adu penalti, Persikab mencetak gol melalui Yusuf M., Jajang, M.
Fajar, Syarif Pulloh, dan Agung Guntara. Sementara gol Persikabo
dibukukan oleh Farid Ridwan, Rizal Alfiansyah, A. Fathur, serta Rezki
Ikhwan. (PR)
Lap: Khrisna P
Sunday, May 23, 2010
PSB U-18 Vs Persib Ricuh
We are back B-)
Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
0 Komentar:
Post a Comment
Silakan isi box komentar