Pasang Iklan di Sini

Sunday, May 23, 2010

PSB U-18 Vs Persib Ricuh

Perkelahian antarpemain dan ofisial mewarnai kemenangan PSB Kota Bogor atas Persib Bandung 2-1 (0-1), pada semifinal Kompetisi Sepak Bola Junior Piala Suratin KU-18 Tingkat Jawa Barat, di Lapangan Pusdik Armed, Cimahi, Sabtu (22/5).
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/foto/tgl_22_05_2010/or-Persib_U-18.jpg

Foto: Beritabobotoh/PR

Kemenangan ini membawa PSB melaju ke final sekaligus sebagai wakil Jawa Barat untuk wilayah Jawa. Perkelahian terjadi seusai wasit Tedi Hermansyah meniup peluit tanda pertandingan usai. Saat itu, para pemain kedua tim yang berada di tengah lapangan, saling bersalaman dan berangkulan. Namun di pinggir lapangan dekat kubu Persib, tiba-tiba terjadi keributan yang melibatkan seorang pemain PSB.

Seketika kubu PSB yang melihat kejadian itu berlari menuju tempat kejadian, perkelahian antarpemain dan ofisial pun tidak terhindarkan, meski pihak keamanan setempat berusaha melerainya. Pada saat terjadi keributan di pinggir lapangan, di tengah lapangan pun terjadi keributan sehingga seorang ofisial PSB tergeletak dengan muka yang berdarah.

Keributan antarpemain juga sebenarnya sudah terjadi beberapa kali di lapangan selama pertandingan, sehingga wasit harus mengeluarkan delapan kartu kuning dan satu kartu merah. Pada pertandingan tersebut, Persib unggul lebih dulu melalui tendangan Sena Mahendra menit ketujuh. Namun, sejak Persib bermain dengan 10 pemain pada menit ke-35, setelah Yayan Suryadi menerima kartu kuning kedua, Persib bobol dua kali melalui Nur Saefulloh (menit ke-55) dan Zakaria Noor (67). 

Manajer Persib, Aan Johana mengaku kecewa dengan kinerja panitia pelaksana (panpel) yang tidak siap menggelar semifinal ini. "Saya akan melayangkan surat protes ke PSSI Jabar karena ketidaksiapan mereka menggelar pertandingan ini. Padahal untuk semifinal kami para peserta dipungut oleh panpel masing-masing sebesar Rp 4 juta, tetapi kenyataannya panpel tidak siap," ucapnya.

Aan juga sangat menyayangkan pihaknya harus berhadapan dengan tentara dalam keributan. "Panpel juga tidak ada saat kita ribut dengan tentara, anak-anak ada yang jadi korban karena bentrok dengan tentara. Ini bukti panpel tidak siap," ujar Aan.

Pelatih PSB, Pujo Prasetyo menyayangkan wasit yang kurang tegas. "Banyak pemain kami yang dilanggar pemain Persib, tetapi dibiarkan. Sangat disayangkan harus terjadi keributan," ujar Pujo.

Persikab lolos

Pada semifinal lainnya di Lapangan Brigif Kujang, Cimahi, Persikab Kabupaten Bandung lolos ke  final setelah dramatis 8-7 atas Persikabo Kabupaten Bogor melalui adu penalti,  setelah se bermain imbang 3-3 hingga akhir babak perpanjangan waktu. Persikab bersama PSB berhak mewakili Jabar di wilayah Jawa.

"Target saya tercapai karena saya menekankan pada anak-anak bahwa setiap pertandingan merupakan final. Tadi anak-anak sempat lengah, tetapi kerja keras mereka  membuahkan hasil," ujar Pelatih Persikab, Agus Salam.

Gol Persikab dicetak Sohibul menit ke-24, Gungun (47), dan Aji Rukmana (82). Gol Persikabo oleh Farid Ridwan (36 dan 75), serta tendangan gawang kiper Agung  (89), memanfaatkan kelengahan kiper Persikab, Cep Ilham.

Saat adu penalti, Persikab mencetak gol melalui Yusuf M., Jajang, M. Fajar, Syarif Pulloh, dan Agung Guntara. Sementara gol Persikabo dibukukan oleh Farid Ridwan, Rizal Alfiansyah, A. Fathur, serta Rezki Ikhwan. (PR)

Lap: Khrisna P

Penilaian:

0 Komentar:

Post a Comment

Silakan isi box komentar

We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.