Pasang Iklan di Sini

Monday, January 25, 2010

Menghargai Keputusan Pelatih

Irfan Bachdim, pemain blasteran Indo-Belanda ini dalam waktu yang singkat berhasil ‎menyedot perhatian publik sepak bola Bandung. Aksi perdana pemain kelahiran Amsterdam, ‎‎11 Agustus 1988 ini, meski hanya dalam sesi latihan biasa bersama Persib Junior langsung ‎menuai decak kagum dari para Bobotoh.

Skill individu khas Eropa yang di asahnya ketika ‎merumput di liga Belanda membuat Ia terlihat beda dari pemain lain seusianya untuk ukuran ‎liga Indonesia. Irfan memang hanya tergabung dalam klub kecil di Liga Belanda dan lebih ‎sering membela pasukan juniornya. Klub yang terakhir dibelanya di Belanda, HFC Harlem ‎malah harus gulung tikar. Namun di mata para Bobotoh Irfan tetap mempesona, apalagi bagi ‎para Bobotoh wanita, disamping masih belia, Ia juga punya tampang yang menyejukan. ‎

Ketika untuk pertama kalinya Irfan menyaksikan Persib Bandung berlaga menghadapi PSPS, ‎Ia pun langsung terpesona oleh atmosfir yang diciptakan para Bobotoh di dalam Stadion. ‎Tanpa ragu Irfan mengatakan kalau Persib dan Bandung adalah tempat yang paling cocok ‎untuk mengembangkan karirnya. Selain udaranya yang tidak terlalu panas, Irfan juga ‎terpesona dukungan langsung Bobotoh di Stadion yang tak kalah hebat dari suporter di ‎Eropa, gayung pun bersambut kahadiran Irfan di sambut hangat Bobotoh.‎

Kehadiran Irfan di Bandung sebenarnya dalam momentum yang tepat, karena di saat yang ‎sama Persib sendiri tengah mencari alternatif pengganti idola baru para Bobotoh, Suchao ‎Nutnum, yang akan segera habis masa kontraknya dengan Persib. Moment inilah yang ‎membuat sebagian besar Bobotoh menaruh harapan kepada Manajemen untuk segera ‎mengikat Irfan Bachdim dalam balutan seragam biru. Bobotoh tentunya tak mau terus ‎bersedih setelah ditinggal Suchao dan segara mengharapkan penggantinya. Apalagi tersiar ‎kabar seteru abadi Persib, Persija Jakarta juga mengincar Irfan. Berita yang tentunya sangat ‎tidak diharapkan Bobotoh jika Irfan bergabung dengan Persija.‎

Namun pandangan Bobotoh terhadap Irfan tidak serta merta sejalan dengan pandangan dari ‎Pelatih Persib baik Pelatih Junior maupun Senior. Mustika Hadi (Pelatih Persib U-21) yang ‎menyaksikan Irfan dalam sesi latihan pertama bersama Persib Junior mengatakan, Irfan ‎memang mempunyai skill diatas rata-rata pemain seusianya namun Mustika menilai untuk ‎bermain di Liga Indonesia yang keras. Faktor kekuatan fisik (strength) Irfan masih lemah. ‎Irfan sendiri baru pertama kalinya memainkan bola di Indonesia dan Ia sadar harus segara ‎beradaptasi. Walaupun sebagai pemain profesional, Ia mengaku siap segera beradaptasi dengan sepak ‎bola Indonesia yang keras. Hal ini terungkap ketika Ia menjawab beberapa pertanyaan dari ‎pembaca Simamaung.com.‎


Dan keputusan yang sangat mengejutkan banyak Bobotoh akhirnya keluar dari Pelatih Senior ‎Maung Bandung, Jaya Hartono, setelah melihat penampilan Irfan dalam latihan bersama ‎pasukan Maung Senior. Jaya mengatakan Persib tidak membutuhkan Irfan. Tipe permainan ‎stylish khas Eropa yang diusung Irfan tidak cocok untuk iklim sepak bola Indonesia yang ‎keras, sedangkan untuk memberinya kesempatan beradaptasi, Jaya menilai sudah tidak ada ‎waktu lagi, yang dibutuhkan Persib saat ini adalah pemain siap tempur.

Jaya lebih tertarik ‎mengamati permaian dua pemain asal Jepang dan Korea Selatan yang juga ikut seleksi. ‎Keputusan Jaya ini langsung menuai reaksi keras dari sebagian besar Bobotoh termasuk ‎pengunjung Simamaung.com dalam kolom komentar yang disediakan. Para Bobotoh menulis ‎beragam komentar yang intinya sangat kecewa dengan keputusan Jaya. ‎ Lantas salahkah keputusan Jaya yang mengecewakan sebagian besar Bobotoh? mari kita coba ‎telaah keputusan Jaya Hartono tanpa mengedepankan emosi semata.

Diawali ketika melatih ‎Persik Kediri tahun 2003, sudah kurang lebih tujuh tahun Jaya mengarungi Liga Indonesia ‎sebagai Pelatih dengan berbagai klub. Jaya tentunya sedikit banyak faham atmosfir Liga ‎Indonesia dan tahu tipe-tipe pemain seperti apa yang dibutuhkan klub disaat yang tepat.‎ Dan dalam memilih pemain seorang Pelatih memiliki banyak pertimbangan, tidak hanya ‎bermodalkan curriculum vitae yang mentereng.

Yang paling utama adalah urgensi dari ‎kebutuhan klub. Apalagi perubahan pemain terjadi di tengah kompetisi, ketika semua sudah berjalan, dan dituntut ‎bergerak serba cepat, maka di saat seperti ini tentu hal yang riskan untuk memilih pemain hanya ‎berdasarkan curriculum vitae. Ditambah dalam kasus ini, pemain yang bersangkutan mengajukan deadline ‎untuk dipilih atau tidak sehingga tidak tersedia cukup waktu untuk memantau kemampuan ‎dari pemain yang bersangkutan.

Dalam situasi gamang seperti ini Pelatih tentu lebih memilih ‎memantau pemain lain yang bersedia dipantau tanpa harus dibatasi waktu, apalagi pemain ‎tersebut memenuhi kriteria yang dibutuhkan klub. ‎ Sangat wajar jika Jaya lebih memilih pemain yang siap tempur ditengah kompetisi yang ‎sedang berjalan. Lain ceritanya jika Irfan datang di awal komeptisi dimana tersedia ‎cukup waktu untuk memberi kesempatan kepada permain baru unmtuk beradaptasi.‎

Kita sebagai Bobotoh memang pantas kecewa dengan lepasnya Irfan, karena dalam ‎pandangan kita Ia bisa menjadi aset bagi Persib dimasa yang akan datang, kalaupun Ia tidak ‎bersinar saat ini. Namun juga kita harus membatasi diri sejauh mana kita melangkah.Kita harus belajar menghargai ‎wewenang pelatih dalam proses mengisi kebutuhan pemain untuk klub.

Saat ini keputusan sudah diambil. ‎Meski itu tidak sejalan dengan keinginan kita, namun demi kepentingan Persib mari kita berhentil ‎menyalahkan Pelatih. Sebaliknya, mari kita beri dukungan positif agar semua bisa berjalan ‎berdampingan mengawal Persib berprestasi.‎

Berkaca dari pengalaman ketika Persib ditangani Arcan Iurie ketika mendepak Nyeck Nyobe ‎dan menggantikannya dengan Leo Chitescu. Persitiwa tersebut sangat tidak direstui Bobotoh. Akibatnya, dampak ‎psikologisnya sangat dahsyat bagi perjalan Persib di putaran kedua.

Atau tentu kita ingat peristiwa turunnya Risnandar Soendoro dari Pelatih ‎Persib karena desakan kuat Bobotoh di musim 2005, namun hasilnya tidak menjadi lebih ‎baik, Persib bahkan nyaris terdegradasi.‎

Kita tentunya tidak menginginkan ‎kejadian-kejadian tersebut terulang kembali. Maka, sebaiknya situasi-situasi ‎seperti ini dihindari dan mari kita ciptakan suasana yang kondusif dengan memberikan keleluasan ‎kepada tim Pelatih untuk menentukan komposisi pemain.

Penilaian:

0 Komentar:

Post a Comment

Silakan isi box komentar

We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.