Pasang Iklan di Sini

Wednesday, May 19, 2010

Laga Persib Terancam. Kapolwiltabes Akan Panggil Panpel, Bobotoh dan Pengurus

::Khrisna Prasetya::

Akibat ulah oknum bobotoh yang melempari rumah warga di kawasan Cikudapateuh-Kiaracondong, Senin (17/5) malam seusai pertandingan Persib melawan Sriwijaya FC, izin dua pertandingan terakhir Persib berhadapan dengan Persiba dan PSM Makassar terancam dicabut Polwiltabes Bandung. Jika izin dicabut, Persib terpaksa harus bertanding di luar Jawa Barat.

Laporan aksi anarkistis oknum bobotoh itu telah masuk kepada kepolisian. Aparat mendata sejumlah kerusakan yang terjadi akibat aksi pelemparan batu oknum bobotoh yang tidak bertanggung jawab tersebut. Sedikitnya dua puluh rumah mengalami kerusakan genting, asbes, dan kaca jendela. Lainnya, satu unit mobil milik warga mengalami pecah kaca lampu dan satu gerobak mi ayam warga pun ikut tertimpa lemparan batu. Bahkan, badan mobil milik Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan dengan pelat nomor polisi B, digores memanjang ketika parkir dekat stadion.
Sekretaris Panpel Persib, Budhi Bram Rachman langsung dipanggil Kapolwiltabes Bandung dan Dandim 0618/BS, tepat seusai pertandingan Persib-Sriwijaya FC digelar. Menurut Budhi, mereka menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan anarkistis yang telah mengganggu ketertiban warga. "Mereka menyampaikan kekecewaannya secara lisan, tetapi belum menindak akibat kejadian anarkistis itu secara resmi tertulis dan belum ada kelanjutan apa pun," ucap Budhi yang dihubungi, Selasa (18/5).
Panpel mengaku gelisah, apabila peringatan dari polisi benar-benar menjadi kenyataan. "Kami sangat-sangat prihatin, ternyata bobotoh tidak bisa memegang janji mereka dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh kepolisian," tuturnya.
Budhi menambahkan, aksi yang menjadi catatan buruk ulah bobotoh Persib itu telah dikoordinasikan kepada pengurus organisasi bobotoh untuk ditindaklanjuti. Ia mengharapkan bobotoh sadar dengan tindakan yang telah menodai kepercayaan polisi dan merugikan warga serta tim kesayangan mereka.
Sementara itu, Ketua Viking, Herru Djoko mengatakan, bobotoh Persib yang sebenarnya tidak akan berulah anarkistis. "Kultur bobotoh Persib tidak seperti itu. Tindak tegas saja pelaku pelemparan batu ke rumah warga di sekitar Cikudapateuh-Kiaracondong itu," katanya.
Herru pun telah berkoordinasi dengan ketua distrik Viking lainnya agar mengingatkan kembali para bobotoh untuk tetap tertib. "Saya masih berharap kejadian itu tidak berpengaruh apa pun dan Persib tetap diizinkan main di Bandung. Sepak bola itu tidak haram dan hanya hiburan, silakan saja polisi tindak tegas oknum bobotoh itu," ucapnya.
Sementara itu, Sekjen Bomber Nevi Efendi mengatakan, dirinya ikut prihatin dan kecewa dengan tindakan tidak terpuji oknum bobotoh tersebut. "Kalau memang mereka terbukti melakukan pelanggaran hukum, silakan polisi untuk menindak tegas dan memberikan hukuman kepada bobotoh," katanya.
Menurut Nevi, kejadian anarkistis bobotoh tersebut tidak terlepas dari tingkat pengamanan yang dilakukan aparat. Ia menyoroti jumlah personel dan kesigapan aparat di stasiun tidak seintensif yang dilakukan sekitar Stadion Siliwangi. "Wilayah Stadion Siliwangi dan tempat nonton bareng relatif aman dan kondusif. Bobotoh tertib dan santun menepati perjanjian antara polisi dan bobotoh," ujarnya.
Ia menambahkan, pelemparan tidak terjadi di sekitar rel Cikudapateuh-Kiaracondong saja. Wilayah Bomber di Ciroyom pun ikut menjadi korban pelemparan batu bobotoh juga. "Saya sendiri telah menginstruksikan kepada warga setempat untuk menyisir dan turun tangan malam itu, karena harus melindungi rumah mereka dari lemparan batu. Saya tidak tahu bobotoh dari mana, entah dari organisasi bobotoh mana," ujarnya.
Sementara itu, Kapolwiltabes Bandung Komisaris Besar Imam Budi Supeno akan memanggil pentolan bobotoh, pengurus Persib Bandung, serta panpel. "Saat itu, di hadapan kami, mereka berjanji menjaga keadaan kondusif Kota Bandung pra dan pasca pertandingan. Akan tetapi buktinya apa? Para bobotoh merusak rumah warga di sepanjang sisi rel kereta api di daerah Cikudapateuh hingga Kiaracondong," katanya.
Dalam pemanggilan nanti, Kapolwil meminta ketiga pihak tadi turut membantu polisi dalam mengungkap identitas bobotoh yang melakukan perusakan. "Kami perlu mengetahui, itu bobotoh dari mana. Dan kami akan mengamankannya. Ini tanggung jawab kami kepada masyarakat Kota Bandung yang merasa dirugikan akibat tindakan tersebut," ucap Imam. (PR)

Lap: Khrisna Prasetya

Penilaian:

0 Komentar:

Post a Comment

Silakan isi box komentar

We are back B-)


Copyright © 2010 beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.
Setiap materi dalam Situs ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.

Profil/Biodata

Markus--Nova-Satoshi (Mantan pemaen)-Atep-Gilang-Munadi-Gonzalez-Airlangga-

Pengunjung Hari Ini


Copyright © 2010 Beritabobotoh.blogspot.com. All Rights Reserved.